Pemain Barcelona Ikut-ikutan Kritik Real Madrid untuk Kasus Baku Hantam Tchouameni vs Valverde

Richard Andreas | 21 Mei 2026 11:15
Pemain Barcelona Ikut-ikutan Kritik Real Madrid untuk Kasus Baku Hantam Tchouameni vs Valverde
Pemain Real Madrid, Aurelien Tchouameni, berebut bola dengan pemain Barcelona, Eric Garcia, dalam pertandingan La Liga, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Gelandang Barcelona, Gavi kembali memanaskan rivalitas dengan Real Madrid setelah melontarkan kritik terkait penanganan internal klub rivalnya tersebut.

Pemain timnas Spanyol itu mempertanyakan keputusan Madrid yang tetap memainkan pemain yang terlibat dalam insiden fisik di ruang ganti.

Advertisement

Sorotan itu mengarah pada laporan perselisihan antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde. Ketegangan di antara keduanya disebut berlangsung selama dua hari dan berujung kontak fisik.

Komentar Gavi muncul di tengah panasnya hubungan Barcelona dan Real Madrid setelah perebutan gelar La Liga musim ini. Selain membahas insiden tersebut, pemain berusia 21 tahun itu juga menyinggung cara Madrid merespons keberhasilan Barcelona dalam beberapa musim terakhir.

1 dari 2 halaman

Gavi Soroti Sikap Real Madrid

Gavi Soroti Sikap Real Madrid

Selebrasi Federico Valverde dalam laga Real Madrid vs Elche di Liga Spanyol, Minggu (15/3/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Dalam wawancara bersama Mundo Deportivo, Gavi mengaku tidak masalah dengan tensi tinggi yang biasa terjadi di ruang ganti tim besar. Menurutnya, persaingan dalam sesi latihan merupakan hal normal selama masih berada dalam batas wajar.

Meski begitu, ia menilai situasi berubah ketika perselisihan sudah berujung kekerasan fisik. Gavi juga mempertanyakan keputusan pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, yang tetap memainkan pemain terkait setelah insiden tersebut.

"Saya termasuk orang yang berpikir bahwa bentrokan kecil dengan rekan setim saat latihan di fase musim seperti ini memang selalu bisa terjadi, karena memang seperti itu sepak bola, ada persaingan dan itu wajar sampai batas tertentu tentunya," kata Gavi.

"Tetapi pada akhirnya, jika sampai terjadi baku hantam, maka pelatih seharusnya tidak memainkan dia. Jika benar mereka sampai baku hantam, menurut saya dia melakukan kesalahan dengan memanggilnya dan memainkannya. Tetapi saya juga tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi."

Tchouameni sendiri tetap dimainkan saat Real Madrid menghadapi Barcelona pada 10 Mei lalu. Dalam laga itu, Los Blancos kalah 0-2 dan hasil tersebut memastikan Barcelona keluar sebagai juara La Liga.

2 dari 2 halaman

Singgung Cara Madrid Merespons Gelar Barcelona

Pembicaraan kemudian melebar ke rivalitas panjang Barcelona dan Real Madrid. Gavi menanggapi komentar presiden Madrid, Florentino Perez, terkait kasus Negreira yang sebelumnya disebut membuat klub ibu kota merasa dirugikan dalam perebutan tujuh gelar La Liga.

Gavi menilai selalu ada upaya dari Madrid untuk meremehkan pencapaian Barcelona. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak memengaruhi pandangan skuad Blaugrana terhadap keberhasilan mereka.

Menurut Gavi, keberhasilan Barcelona menjuarai liga dalam situasi finansial yang tidak mudah justru memiliki nilai lebih besar. Ia juga menyoroti kontribusi besar pemain jebolan akademi La Masia dalam kesuksesan tim.

"Semua orang tahu bahwa dari Madrid mereka akan selalu meremehkan atau mengurangi nilai dari hal-hal yang kami menangkan atau gelar kami. Jadi itu seharusnya tidak menjadi masalah bagi kami," ujar Gavi.

"Seperti yang saya katakan, sangat luar biasa bisa memenangkan dua gelar liga beruntun dengan banyak pemain binaan sendiri, banyak pemain dari La Masia, dan tanpa banyak perekrutan."

LATEST UPDATE