Petit: Soal Catalan, Barca Sedikit Rasis
Editor Bolanet | 27 September 2015 18:18
- Emmanuel Petit mengakui bahwa identitas Catalan sangat kental terasa di ruang ganti . Namun saat ia berada di Barca, ia merasa hal itu malah mengganggu dirinya yang hanya ingin fokus bermain sepakbola.
Petit datag ke Barcelona pada tahun 2000 namun hanya bertahan semusim di sana. Ia mengaku banyak hal yang mengganggunya, terutama identitas Catalan yang terlalu dibesar-besarkan di ruang ganti Barca.
Politik nan nasionalisme Catalan terlalu mengganggu saya di ruang ganti. Saya sangat bahagia bisa bergabung ke Barca, tapi saya hanya ingin berkonsentrasi pada sepakbola. Setiap hari saya harus menghadapi banyak hal yang tak perlu. Saya dilarang belajar Bahasa Spanyol dan disuruh berbicara Bahasa Catalan, terang Petit kepada BBC.
Petit merasa situasi itu membuatnya sangat tidak nyaman. Ia bisa memahami bahwa Barca memiliki identitas. Namun jika sudah menyangkut politik, Petit sama sekali tidak tertarik untuk mengikutinya.
Saya bisa memahami Barcelona memiliki identitas Catalan. Tapi jika sudah terlalu dipaksakan kepada pemain lain, maka rasanya itu sudah sangat dekat dengan rasisme. Kami harusnya membicarakan sepakbola, bukan agama atau politik. Saya ingin pergi. Saya merasa sudah melakukan kesalahan dengan bergabung ke sana. [initial]
(foes/hsw)
Petit datag ke Barcelona pada tahun 2000 namun hanya bertahan semusim di sana. Ia mengaku banyak hal yang mengganggunya, terutama identitas Catalan yang terlalu dibesar-besarkan di ruang ganti Barca.
Politik nan nasionalisme Catalan terlalu mengganggu saya di ruang ganti. Saya sangat bahagia bisa bergabung ke Barca, tapi saya hanya ingin berkonsentrasi pada sepakbola. Setiap hari saya harus menghadapi banyak hal yang tak perlu. Saya dilarang belajar Bahasa Spanyol dan disuruh berbicara Bahasa Catalan, terang Petit kepada BBC.
Petit merasa situasi itu membuatnya sangat tidak nyaman. Ia bisa memahami bahwa Barca memiliki identitas. Namun jika sudah menyangkut politik, Petit sama sekali tidak tertarik untuk mengikutinya.
Saya bisa memahami Barcelona memiliki identitas Catalan. Tapi jika sudah terlalu dipaksakan kepada pemain lain, maka rasanya itu sudah sangat dekat dengan rasisme. Kami harusnya membicarakan sepakbola, bukan agama atau politik. Saya ingin pergi. Saya merasa sudah melakukan kesalahan dengan bergabung ke sana. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Barcelona vs Atletico Madrid: Julian Alvarez
Liga Champions 9 April 2026, 04:09
LATEST UPDATE
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 9 April 2026, 08:01
-
Gerakan Ikonik Virgil van Dijk Muncul Lagi
Liga Champions 9 April 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32










