
Bola.net - Barcelona harus menelan hasil pahit di lanjutan Liga Champions musim ini. Mereka kalah 2-0 saat bertandang ke markas Atletico Madrid. Hasil ini jelas bukan yang diharapkan, dan membuat langkah Blaugrana ke semifinal jadi jauh lebih berat.
Kekalahan di leg pertama ini terasa cukup menyakitkan bagi tim asuhan Hansi Flick. Mereka kini menghadapi tugas yang tidak mudah di leg kedua. Barca harus menang dengan selisih tiga gol untuk membalikkan keadaan di Riyadh Air Metropolitano minggu depan.
Di lapangan, sebenarnya sempat ada momen yang memberi harapan bagi tim tamu. Namun, beberapa keputusan wasit dan penggunaan VAR justru jadi sorotan. Flick merasa timnya tidak mendapatkan keputusan yang adil dalam laga tersebut.
Pelatih asal Jerman itu juga tidak menutupi rasa kecewanya setelah pertandingan. Ia menyoroti beberapa momen penting yang dianggap merugikan timnya. Salah satu yang paling disorot adalah insiden di kotak penalti yang tidak ditindaklanjuti VAR.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Skandal Handball yang Diabaikan
Pertandingan berjalan ketat sejak awal babak kedua. Dalam satu momen, pemain Atletico, Marc Pubill, terlihat menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti. Situasi itu terjadi setelah tendangan gawang, dan cukup jelas terlihat.
En España se armó un revuelo gigante por ESTA MANO de Pubill NO SANCIONADA como PENAL para el Barça, después del pase de Musso…
— Ataque Futbolero (@AtaqueFutbolero) April 8, 2026
¿Opiniones? ⁉️😳 pic.twitter.com/ZSQ5GziO3E
Flick tampak heran mengapa wasit tidak mengambil keputusan lebih tegas. Menurutnya, insiden itu bisa berpengaruh besar pada jalannya pertandingan. Ia juga mempertanyakan peran VAR dalam situasi seperti ini.
"Saya tidak mengerti mengapa VAR tidak masuk dalam situasi di mana mereka menyentuh bola dengan tangan di area penalti. Sangat normal untuk melakukan kesalahan, tetapi dalam situasi seperti ini, kenapa kita punya VAR?" ujar Hansi Flick.
"VAR sudah cukup berpihak pada Atletico... wasitnya orang Jerman. Terima kasih Jerman. Saya tidak tahu apa yang terjadi dalam situasi di mana kiper mulai bermain dan bek menghentikannya dengan tangan, bagi saya itu adalah kartu kuning kedua dan juga penalti," lanjutnya.
Polemik Kartu Merah Pau Cubarsi

Selain soal penalti, kartu merah Pau Cubarsi juga memicu perdebatan. Bek muda Barcelona itu harus keluar lebih cepat, dan situasi ini cukup memengaruhi permainan tim. Setelah itu, Barcelona terlihat kesulitan menjaga keseimbangan di lini belakang.
Flick sendiri tidak sepenuhnya yakin dengan keputusan tersebut. Ia mengakui situasinya tidak mudah dinilai. Kontak yang terjadi, menurutnya, masih bisa diperdebatkan.
"Saya tidak tahu tentang pengusiran Cubarsi, itu bisa saja kartu merah atau mungkin juga tidak. Saya tidak yakin apakah dia cukup menyentuhnya. Bolanya berada di belakang mereka," kata Flick.
"Mari kita lihat apakah mereka bisa menjelaskannya kepada kami. Saya pikir kami sudah memberikan segalanya dan kami tidak beruntung, tetapi kami harus menatap pertandingan berikutnya melawan Atletico," tambahnya.
Barcelona Pantang Menyerah di Leg Kedua

Meski tertinggal dua gol, Barcelona belum menyerah. Flick mencoba tetap melihat sisi positif dari timnya. Ia menilai performa anak asuhnya tidak sepenuhnya buruk, meski hasil akhirnya mengecewakan.
Barca sebenarnya punya beberapa peluang bagus, tapi gagal dimaksimalkan. Di sisi lain, Atletico mampu memanfaatkan momen dengan lebih efektif. Hal-hal kecil seperti ini yang akhirnya membuat perbedaan.
"Mereka mencetak dua gol dan memiliki banyak kualitas. Gol pertama, kami harus bertahan lebih baik, kami menerima kartu merah dan kemudian tercipta gol. Kami kalah tapi kami punya peluang yang sangat bagus," ujar Flick.
"Kami tidak akan menyerah. Saya pikir kami memiliki banyak pilihan. Tapi kami positif, kami akan berjuang," tegas mantan pelatih Bayern Munchen tersebut.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 26 Mei 2026 16:52Benarkah Chicago Fire PDKT ke Robert Lewandowski?
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 26 Mei 2026 18:18Arsenal Juara, David Raya Jadi Pahlawan dalam Senyap
BERITA LAINNYA
-
champions 26 Mei 2026 15:02Rekap Daftar Klub yang Sudah Lolos Liga Champions 2026/2027
-
champions 26 Mei 2026 14:41Bek Tengah Terbaik Versi Jose Mourinho, Ada 2 Nama Ini!
-
champions 26 Mei 2026 11:58Jadwal Piala Dunia 2026
SOROT
-
Liputan6 26 Mei 2026 18:00Wamendagri Ribka Minta Dana Otsus Papua Dikelola dengan Prinsip 5T
-
Liputan6 26 Mei 2026 17:00
Prabowo Akan Salat Idul Adha di Paris
MOST VIEWED
Final Liga Champions 2025/2026: PSG vs Arsenal, Duel Juara Liga Prancis vs Liga Inggris
Siapa Wakil La Liga di Liga Champions, Liga Europa dan UECL Musim 2026/2027?
Final Liga Champions: Pertarungan PSG vs Arsenal Bisa Ditentukan dari 3 Area Ini
Quadruple! Barcelona Juara Liga Champions Wanita 2026, Hajar Lyon 4-0 di Final
HIGHLIGHT
5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia
Manajer MU dengan Persentase Kemenangan Tertinggi:...
5 Duel El Clasico Paling Gila: Dari Hattrick Bocah...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/7019213/original/061759000_1779792817-IMG-20260526-WA0008.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7019498/original/018788200_1779793235-WhatsApp_Image_2026-05-26_at_17.50.38.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7018947/original/048971900_1779792398-1000082375.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7018825/original/064989700_1779792280-20260526_135619.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/44632/original/tni-ilustrasi--130604c.jpg)
