Polemik Messi ke Barcelona Memanas: Presiden La Liga Bantah Pernah Beri Lampu Hijau
Richard Andreas | 10 Maret 2026 10:15
Bola.net - Kontroversi mengenai kegagalan kepulangan Lionel Messi ke Barcelona pada 2023 kembali mencuat. Polemik itu kini melibatkan sejumlah tokoh penting klub, termasuk mantan pelatih Xavi Hernandez dan presiden klub Joan Laporta.
Perdebatan memanas menjelang pemilihan presiden Barcelona. Dalam situasi tersebut, pernyataan dari berbagai pihak memunculkan versi berbeda mengenai alasan runtuhnya rencana kepulangan Messi setelah Piala Dunia 2022.
Presiden La Liga, Javier Tebas kemudian ikut angkat bicara. Ia secara tegas membantah klaim bahwa pihak liga pernah memberikan persetujuan bagi Barcelona untuk memfasilitasi transfer tersebut.
Tebas Bantah La Liga Pernah Memberi Persetujuan

Berbicara dalam program Estudio Estadio di TVE, Tebas menanggapi langsung pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh Xavi dalam wawancara dengan La Vanguardia. Ia menegaskan bahwa La Liga tidak pernah memberikan lampu hijau bagi rencana kepulangan Messi ke Barcelona.
"Ini tidak benar. La Liga sama sekali tidak memberikan otorisasi apa pun dan tidak pernah memberikan persetujuan," ungkap Tebas.
Pernyataan tersebut secara langsung membantah narasi yang berkembang sebelumnya. Dalam versi yang disampaikan Xavi, proses administratif disebut telah mencapai tahap yang memungkinkan transfer tersebut terwujud.
Menurut Tebas, tidak ada dispensasi finansial yang diberikan kepada Barcelona untuk memfasilitasi kesepakatan tersebut. Dengan kata lain, liga tidak pernah menyetujui langkah yang disebut-sebut membuka jalan bagi kepulangan sang megabintang.
Xavi Klaim Kesepakatan Hampir Terwujud

Kontroversi ini bermula dari pernyataan Xavi yang mengungkap bahwa rencana kepulangan Messi sebenarnya sudah sangat maju pada 2023. Ia menyebut komunikasi antara dirinya dan Messi berlangsung selama berbulan-bulan.
Dalam penuturannya, aspek olahraga dari rencana tersebut disebut hampir sepenuhnya disepakati pada musim semi 2023. Tujuannya adalah menghadirkan momen "last dance" bagi Messi bersama Barcelona di Catalunya.
Biar begitu, Xavi menuduh Laporta pada akhirnya menggagalkan transfer tersebut. Ia menilai presiden klub enggan mengambil risiko konflik internal dengan sang pemain asal Argentina.
Kegagalan rencana itu kemudian membuat Messi memilih melanjutkan karier di Major League Soccer bersama Inter Miami. Situasi tersebut disebut turut merusak hubungan pribadi antara dua mantan rekan setim tersebut.
Laporta Balas Kritik dan Bela Keputusan Klub
Joan Laporta tidak tinggal diam menghadapi tuduhan tersebut. Dalam debat pemilihan presiden Barcelona baru-baru ini, ia membela keputusan manajemen sekaligus memberikan penilaian tajam terhadap masa kepelatihan Xavi.
Ia mengaku terkejut sekaligus terluka oleh pernyataan yang dilontarkan mantan pelatihnya itu.
"Dengan Xavi, saya melihat bahwa kami akan kalah, dan dengan Flick, saya melihat bahwa kami akan menang," tegas Laporta.
Laporta juga menegaskan bahwa kegagalan transfer Messi tidak berkaitan dengan persetujuan liga. Ia menyebut keputusan tersebut dipengaruhi faktor finansial serta kekhawatiran sang pemain terhadap tekanan besar yang mungkin muncul.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Hansi Flick Buka Suara Terkait Komentar Kontroversial Xavi: Saya Tahu Kebenarannya, Tapi Rahasia!
Gagalnya Kepulangan Messi ke Barcelona dan Alasan Pemecatan Xavi: Laporta Bongkar Fakta Sesungguhnya
Xavi Hernandez Bongkar Borok Barcelona: Larangan Rekrut Bintang Arsenal Hingga Ditusuk dari Belakang
Florentino Perez Mulai Gerah, Real Madrid Siapkan Perombakan Besar, Siapa Terancam?
Xavi Ungkap Alasan Tak Akan Pernah Kembali ke Barcelona
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ayah Lamine Yamal Ungkap Fakta Nama Asli Sang Bintang Barcelona
Liga Spanyol 3 November 2026, 20:17
-
Lupakan Declan Rice, Jose Mourinho Kini Incar Bek Andalan Arsenal untuk Real Madrid
Liga Spanyol 3 November 2026, 18:45
-
Anthony Gordon Beri Nilai 7,5 untuk Awal Kariernya di Barcelona
Liga Spanyol 3 November 2026, 18:05
-
Barcelona Pede Jamu Aston Villa, Punya Catatan Apik Kontra Klub Inggris di Kandang
Liga Champions 3 November 2026, 17:25
-
Alejandro Balde Dikritik, Hansi Flick Pasang Badan
Liga Champions 3 November 2026, 10:00
LATEST UPDATE
-
Mengapa Selebrasi Lepas Baju Dihukum Kartu Kuning? Ini Sejarah dan Alasannya
Liga Champions 4 November 2026, 19:27
-
Matheus Cunha Terancam Dapat Sanksi Tambahan Usai MU Kalahkan Roma
Liga Champions 4 November 2026, 19:23
-
Prediksi Sunderland vs Dinamo Zagreb 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:20
-
Prediksi Sparta Praha vs Bournemouth 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:00
-
Tertinggal Dua Gol, Ini Pesan Michael Carrick saat Jeda yang Bangkitkan MU
Liga Champions 4 November 2026, 18:43
-
Prediksi Crystal Palace vs Hoffenheim 6 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 18:40
-
Slavia Praha Siap Buat Perhitungan dengan Arsenal
Liga Champions 4 November 2026, 17:00
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




