Presiden Espanyol: La Liga Sangat Tidak Seimbang
Editor Bolanet | 9 Oktober 2013 10:59
- Presiden , Joan Collet melontarkan kritik pedas terhadap perkembangan Liga Spanyol yang dianggapnya semakin tidak sehat dalam beberapa tahun terakhir.
Collet menyoroti pembagian hak siar dan juga isu finansial para peserta kompetisi yang memang selama ini terlalu tidak seimbang.
Kompetisi ini tidak adil dan mulai menjurus pada penipuan. Kami saat ini berada di ambang jurang finansial. Seharusnya distribusi pembagian hak siar televisi Spanyol mencontoh dari liga lain, misalnya Premier League, kecam Collet seperti dilansir Marca.
Beberapa waktu lalu, klub terpaksa membelanjakan uang yang sebenarnya tidak mereka miliki. Sepakbola di sini telah diselubungi oleh masalah. Kompetisi tengah mengalami krisis.
Lebih lanjut, Collet juge menyebut bahwa sudah saatnya klub-klub yang merasa diperlakukan tidak adil segera mengambil tindakan nyata untuk menyelamatkan diri mereka dari jeratan kebangkrutan.
Kami telah gagal membangun keseimbangan di La Liga, baik di sisi finansial maupun olahraga. Selama bertahun-tahun, klub telah menggunakan departemen keuangan sebagai bank.
Solusi harus segera ditemukan. Liga Italia pernah berhenti selama dua atau tiga pekan sebelum akhirnya para politisi setempat menemukan solusi, imbuh Collet.
Seperti yang telah diketahui bersama, pembagian jatah uang hak siar televisi La Liga memang selama ini banyak dikritik karena terlalu timpang dengan porsi yang terlalu besar bagi dua klub terbesar Spanyol, dan Real Madrid.
Sebagai gambaran ketimpangan distribusi tersebut, yang mendapatkan porsi hak siar terbesar ketiga musim lalu hanya mengantongi 30% dari nominal yang diterima oleh duo El Clasico.
Hal tersebut disinyalir menjadi alasan utama kurang kompetitifnya La Liga yang selama bertahun-tahun menjadi ajang duopoli Barcelona dan Real Madrid. [initial]
(mrc/mri)
Collet menyoroti pembagian hak siar dan juga isu finansial para peserta kompetisi yang memang selama ini terlalu tidak seimbang.
Kompetisi ini tidak adil dan mulai menjurus pada penipuan. Kami saat ini berada di ambang jurang finansial. Seharusnya distribusi pembagian hak siar televisi Spanyol mencontoh dari liga lain, misalnya Premier League, kecam Collet seperti dilansir Marca.
Beberapa waktu lalu, klub terpaksa membelanjakan uang yang sebenarnya tidak mereka miliki. Sepakbola di sini telah diselubungi oleh masalah. Kompetisi tengah mengalami krisis.
Lebih lanjut, Collet juge menyebut bahwa sudah saatnya klub-klub yang merasa diperlakukan tidak adil segera mengambil tindakan nyata untuk menyelamatkan diri mereka dari jeratan kebangkrutan.
Kami telah gagal membangun keseimbangan di La Liga, baik di sisi finansial maupun olahraga. Selama bertahun-tahun, klub telah menggunakan departemen keuangan sebagai bank.
Solusi harus segera ditemukan. Liga Italia pernah berhenti selama dua atau tiga pekan sebelum akhirnya para politisi setempat menemukan solusi, imbuh Collet.
Seperti yang telah diketahui bersama, pembagian jatah uang hak siar televisi La Liga memang selama ini banyak dikritik karena terlalu timpang dengan porsi yang terlalu besar bagi dua klub terbesar Spanyol, dan Real Madrid.
Sebagai gambaran ketimpangan distribusi tersebut, yang mendapatkan porsi hak siar terbesar ketiga musim lalu hanya mengantongi 30% dari nominal yang diterima oleh duo El Clasico.
Hal tersebut disinyalir menjadi alasan utama kurang kompetitifnya La Liga yang selama bertahun-tahun menjadi ajang duopoli Barcelona dan Real Madrid. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hansi Flick dengan Sengaja Batasi Menit Bermain Pedri di Barcelona
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:14
-
Krisis Bek Barcelona yang Parah: Hansi Flick Punya 4 Opsi untuk Rombak Lini Belakang
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 17:33
-
Lamine Yamal Buka Suara Usai Gagal Raih Ballon d'Or 2026: Giliran Saya Akan Tiba
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 11:56
-
Gara-Gara Julian Alvarez, Barcelona Dijatuhi Denda oleh Federasi Sepak Bola Spanyol
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 10:36
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
Liga Italia 29 Oktober 2026, 13:10
-
Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:45
-
Kalah dari Genoa, Statistik Lini Serang Juventus Kian Mengkhawatirkan
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:23
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18








