Sindiran Halus Kylian Mbappe pada Salah Satu Rekannya di Real Madrid, Siapa?

Gia Yuda Pradana | 16 Mei 2026 13:23
Sindiran Halus Kylian Mbappe pada Salah Satu Rekannya di Real Madrid, Siapa?
Ekspresi kecewa Kylian Mbappe setelah kalah dalam laga final Piala Super Spanyol, Barcelona vs Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, 12 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Bola.net - Musim 2025/2026 menjadi periode yang penuh tekanan bagi Real Madrid. Klub raksasa Spanyol itu gagal menjaga stabilitas permainan meski sempat tampil dominan pada awal musim.

Masalah di dalam dan luar lapangan terus bermunculan dalam beberapa pekan terakhir. Situasi itu membuat atmosfer ruang ganti Los Blancos semakin panas menjelang akhir musim.

Advertisement

Kemenangan 2-0 atas Real Oviedo belum sepenuhnya meredakan situasi. Komentar Kylian Mbappe selepas pertandingan justru memunculkan spekulasi baru mengenai hubungan antar pemain.

Penyerang asal Prancis itu mengungkapkan kekecewaannya terhadap perubahan performa tim di paruh kedua musim. Banyak pihak menilai ucapan Mbappe mengarah kepada Vinicius Junior meski tanpa menyampaikan nama secara langsung.

1 dari 3 halaman

Komentar Mbappe Jadi Isyarat Kuat

Komentar Mbappe Jadi Isyarat Kuat

Momen ketika Xabi Alonso berbicara dengan Kylian Mbappe di laga Piala Dunia Antarklub, 1 Juli 2025 lalu. (c) AP Photo/Lynne Sladky, File

Kylian Mbappe mengakui Real Madrid sempat memiliki identitas permainan yang jelas pada awal musim. Namun, semuanya berubah drastis setelah memasuki paruh kedua kompetisi.

“Kami memulai musim dengan baik, lalu kami kehilangan segalanya di paruh kedua musim,” ujar Mbappe. “Itu sangat menyakitkan. Saya merasa kami punya gaya bermain, struktur, dan kami kehilangan semuanya.”

Ucapan itu langsung memicu berbagai tafsir di media Spanyol. Banyak laporan mengaitkannya dengan konflik internal yang melibatkan Vinicius Junior dan mantan pelatih Xabi Alonso.

Ketegangan tersebut bermula saat Vinicius menunjukkan reaksi emosional ketika diganti dalam laga El Clasico pada Oktober lalu. Momen itu diyakini menjadi awal runtuhnya hubungan Alonso dengan sebagian pemain ruang ganti.

2 dari 3 halaman

Awal Positif Berubah Jadi Kekacauan Gara-gara Vinicius Junior

Awal Positif Berubah Jadi Kekacauan Gara-gara Vinicius Junior

Gavi dan Vinicius Jr bersitegang di laga El Clasico Barcelona vs Real Madrid, Senin (11/5/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Di bawah arahan Xabi Alonso, Real Madrid sebenarnya tampil impresif pada awal musim. Los Blancos meraih 13 kemenangan dari 14 pertandingan pertama dan unggul tujuh poin di puncak klasemen La Liga.

Permainan Real Madrid saat itu dianggap lebih terstruktur dan disiplin. Tim juga mampu bersaing kuat di Liga Champions dengan pendekatan taktik yang jelas.

Situasi mulai berubah setelah insiden Vinicius di El Clasico. Hubungan Alonso dengan beberapa pemain dikabarkan memburuk hingga akhirnya pelatih asal Spanyol itu kehilangan dukungan internal.

Puncaknya terjadi pada Januari ketika Alonso resmi kehilangan pekerjaannya. Keputusan itu menjadi titik balik negatif bagi perjalanan Real Madrid musim ini.

3 dari 3 halaman

Era Arbeloa Tidak Membawa Perbaikan

Era Arbeloa Tidak Membawa Perbaikan

Pemain Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol bersama pelatih Alvaro Arbeloa pada laga play-off fase gugur Liga Champions antara Benfica vs Madrid, Selasa, 17 Februari 2026 (c) AP Photo/Pedro Rocha

Manajemen kemudian menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti Alonso. Akan tetapi, perubahan itu gagal mengangkat performa Real Madrid.

Pada laga pertama bersama Arbeloa, Real Madrid langsung tersingkir dari Copa del Rey oleh Albacete yang berasal dari divisi kedua. Hasil buruk itu diikuti penurunan performa di La Liga dan kegagalan di perempat final Liga Champions kontra Bayern Munchen.

Banyak pengamat menilai Real Madrid kehilangan identitas permainan di bawah Arbeloa. Tim terlihat bermain tanpa struktur yang jelas dan terlalu bergantung pada kualitas individu pemain.

Komentar Mbappe kini memperlihatkan bahwa rasa frustrasi juga mulai muncul dari dalam skuad. Situasi tersebut membuat Real Madrid diperkirakan bakal menjalani musim panas yang penuh tekanan dan evaluasi besar.

Sumber: The Real Champs

LATEST UPDATE