Tujuh Bulan yang Penuh Gejolak: Mengurai Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid

Aga Deta | 13 Januari 2026 12:01
Tujuh Bulan yang Penuh Gejolak: Mengurai Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso saat final Piala Super Spanyol melawan Barcelona, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Bola.net - Tahun baru membawa perubahan besar di Real Madrid setelah Xabi Alonso resmi meninggalkan kursi pelatih hanya tujuh bulan sejak ditunjuk. Keputusan ini menambah daftar panjang pergantian pelatih di klub raksasa Spanyol tersebut.

Musim Alonso berjalan naik turun dengan tekanan tinggi sejak awal kompetisi. Kekalahan dari Barcelona di Supercopa de Espana menjadi momen yang mempercepat keputusan manajemen.

Advertisement

Kepergian Alonso diumumkan hampir bersamaan dengan penunjukan Alvaro Arbeloa sebagai pengganti. Hal itu menunjukkan bahwa pergantian ini sudah direncanakan jauh sebelum laga El Clasico terakhir.

Padahal secara posisi, Real Madrid masih berada di jalur kompetitif di Liga Champions dan La Liga. Namun bagi Florentino Perez, pencapaian tersebut tidak cukup untuk mempertahankan proyek Alonso.

1 dari 5 halaman

Juni dan Juli: Melewati Awal Sulit di Piala Dunia Antarklub

Juni dan Juli: Melewati Awal Sulit di Piala Dunia Antarklub

Selebrasi pemain Real Madrid usai Gonzalo Garcia mencetak gol ke gawang Barcelona di final Piala Super Spanyol, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Xabi Alonso memulai tugasnya di Real Madrid dalam situasi yang tidak biasa. Los Blancos langsung tampil di Piala Dunia Antarklub tanpa pramusim konvensional.

Kondisi ini memberi Alonso waktu adaptasi, meski tanpa kehadiran Kylian Mbappe dan Jude Bellingham. Turnamen tersebut menjadi ajang evaluasi awal bagi skuad yang ia warisi.

Sejumlah pemain muda seperti Arda Guler dan Gonzalo Garcia mendapat menit bermain penting. Mereka kemudian diandalkan pada fase awal musim kompetisi domestik.

Di lini belakang, wajah baru seperti Dean Huijsen dan Trent Alexander Arnold mulai diperkenalkan. Alonso mencoba membangun fondasi permainan dari sektor pertahanan.

Meski akhirnya tersingkir oleh PSG, turnamen itu memberi gambaran awal arah tim. Ekspektasi tinggi pun mengiringi Alonso seiring belanja besar klub pada musim panas.

2 dari 5 halaman

September: Derbi Madrid yang Mengubah Segalanya

September: Derbi Madrid yang Mengubah Segalanya

Conor Gallagher (kedua dari kiri) berebut bola dengan Jude Bellingham pada semifinal Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana Real Madrid vs Atletico Madrid, 8 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Awal musim berjalan sempurna dengan enam kemenangan beruntun di semua kompetisi. Real Madrid kerap menang meski menghadapi situasi sulit di lapangan.

Namun semuanya runtuh saat menghadapi Atletico Madrid. Kekalahan telak 2-5 menjadi noda besar pertama dalam era Alonso.

Madrid tampil rapuh dan kehilangan kendali permainan sepanjang laga. Pertahanan mereka kebobolan penalti dan menghadapi 13 tembakan berbahaya.

Kekalahan tersebut menjadi sinyal awal masalah yang lebih besar. Stabilitas permainan mulai goyah terutama saat tampil tandang.

Memasuki November, Madrid kehilangan poin melawan tim papan bawah seperti Girona, Elche, dan Rayo Vallecano. Pada saat yang sama, Barcelona terus melaju di puncak klasemen.

3 dari 5 halaman

Oktober: El Clasico dan Awal Ketegangan Internal

Oktober: El Clasico dan Awal Ketegangan Internal

Pemain Real Madrid Rodrygo (kiri) berebut bola dengan pemain Barcelona Frenkie de Jong pada laga final Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana, Minggu, 11 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

El Clasico pada Oktober menjadi titik balik penting bagi Alonso. Madrid menang 2-1, namun hanya menguasai bola 31,7 persen.

Sebelumnya, Madrid identik dengan dominasi penguasaan bola hampir 60 persen. Mereka mencatat 12 kemenangan dari 13 laga awal dengan produktivitas tinggi.

Setelah laga tersebut, performa tim berubah drastis. Penguasaan bola menurun dan hasil menjadi tidak konsisten di LaLiga dan Liga Champions.

Lini pertahanan semakin mudah ditembus lawan. Jumlah tembakan yang dihadapi Thibaut Courtois meningkat signifikan.

Pada laga itu pula Vinicius Junior menunjukkan frustrasi secara terbuka saat ditarik keluar. Momen tersebut memperlihatkan retaknya hubungan pemain kunci dengan pelatih.

4 dari 5 halaman

Januari: Akhir Perjalanan Xabi Alonso

Januari: Akhir Perjalanan Xabi Alonso

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, dalam laga Liga Champions melawan Manchester City, Kamis, 11 Desember 2025. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Ketegangan internal membuat posisi Alonso semakin sulit. Perbandingan dengan era Carlo Ancelotti pun tak terhindarkan.

Ancelotti dikenal sebagai pelatih yang dekat dengan pemain. Alonso mencoba menanamkan standar baru yang tidak selalu diterima dengan mudah.

Di Real Madrid, kekuasaan tertinggi berada di tangan Florentino Perez. Presiden klub memiliki pengaruh besar atas arah olahraga dan komersial.

Perez disebut lebih memihak pemain bintang dalam konflik internal. Insiden dengan Vinicius Junior menjadi titik awal berakhirnya kepercayaan pada Alonso.

Kini Alonso meninggalkan Madrid, sementara Arbeloa diberi waktu untuk menyesuaikan diri. Meski gagal di Santiago Bernabeu, nama Alonso tetap panas di bursa pelatih Eropa.

Sumber: CBSSport

5 dari 5 halaman

Klasemen La Liga

LATEST UPDATE