Vinicius Junior di Persimpangan Jalan: Dari Kandidat Ballon dOr hingga Bayang-Bayang Masa Depan di Real Madrid
Ari Prayoga | 20 Januari 2026 15:45
Bola.net - Dua tahun lalu, Vinicius Junior berada di puncak kariernya. Penyerang asal Brasil itu tampil sebagai salah satu pemain terbaik Eropa, mencetak 24 gol dan 11 assist dari 39 laga sepanjang musim 2023/2024. Perannya krusial dalam membawa Real Madrid menjuarai La Liga dan Liga Champions.
Dengan pencapaian tersebut, publik nyaris sepakat bahwa Ballon d’Or 2024 layak jatuh ke tangannya. Namun, kejutan datang ketika gelandang Manchester City, Rodri, justru keluar sebagai pemenang.
Kegagalan meraih penghargaan individu paling prestisius itu menjadi titik balik. Vinicius seakan kehilangan momentum. Situasi kian rumit ketika Real Madrid mendatangkan Kylian Mbappe, sosok yang otomatis menyita sorotan.
Peran Vinicius tak lagi sentral. Saat Mbappe menggebrak sepak bola Spanyol pada 2025, kontribusi Vinicius menurun: 22 gol dan 19 assist dari 58 penampilan di musim 2024/2025.
Statistik itu masih terbilang baik, tetapi tak lagi mencerminkan status “pemain terbaik dunia”. Tak heran, sejumlah pengamat mulai mempertanyakan penurunannya.
Penurunan Performa Vinicius Junior

Musim ini, grafik performanya turun lebih jauh. Hingga memasuki pertengahan kompetisi, Vinicius baru mengoleksi enam gol dan delapan assist dari 27 laga.
Ironisnya, momen paling diingat bukan berasal dari aksi magisnya di lapangan, melainkan insiden ketika ia berjalan keluar lapangan dengan gestur frustrasi saat Real Madrid mengalahkan Barcelona.
Vinicius memang meminta maaf, tetapi absennya nama pelatih Xabi Alonso dalam pernyataan itu memunculkan spekulasi adanya masalah internal.
Kritik untuk Vinicius Junior

Kritik pun berdatangan. Mantan pemain timnas Brasil, Carlos Alberto Pintinho, menilai Vinicius masih harus banyak belajar. Ia menegaskan bahwa sang winger perlu lebih fokus pada sepak bola dan meninggalkan hal-hal kecil yang tidak memberi manfaat di lapangan. Menurutnya, bakat Vinicius tak perlu diragukan, tetapi sikap dan konsistensi adalah kunci untuk kembali ke level tertinggi.
Di luar lapangan, masa depan Vinicius juga diliputi tanda tanya. Kontraknya bersama Real Madrid masih berlaku hingga 2027, namun negosiasi gaji menjadi isu sensitif.
Vinicius dikabarkan menginginkan bayaran setara Mbappe, sesuatu yang belum tentu disetujui manajemen klub. Ketidakpastian ini diyakini ikut memengaruhi performanya, sekaligus membuka spekulasi bahwa kebersamaannya dengan Los Blancos bisa berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan.
Level Vinicius Junior

Namun, secercah harapan muncul di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona. Tanpa Mbappe, Vinicius tampil sebagai pemimpin. Golnya lahir dari aksi individual kelas dunia: melewati Jules Kounde, mengecoh dua pemain sekaligus, lalu melepaskan tembakan terukur ke sudut gawang.
Ia mencatatkan lima tembakan, empat di antaranya tepat sasaran, serta menjadi salah satu kontributor gol terbanyak Real Madrid di laga final sepanjang sejarah klub.
Penampilan itu mengingatkan publik mengapa Vinicius pernah masuk bursa Ballon d’Or. Ia mungkin tidak seklinis Mbappe, tetapi kemampuannya mengubah jalannya pertandingan masih berada di level elite. Dibandingkan pemain muda lain seperti Rodrygo Goes, Arda Guler, atau Brahim Diaz, Vinicius tetap satu tingkat di atas.
Pertanyaan untuk Vinicius Junior

Kini, Real Madrid dihadapkan pada tiga pertanyaan besar: mampukah Vinicius menjaga konsistensi performa kelas dunia?
Bisakah ia menanggalkan drama dan membangun harmoni di ruang ganti? Dan yang tak kalah penting, apakah klub dan pemain bisa menemukan titik temu soal kontrak?
Jika jawabannya tidak, masa depan Vinicius di Santiago Bernabeu bisa berada di ujung tanduk. Bahkan, bukan tak mungkin petualangannya di level tertinggi Eropa akan berakhir lebih cepat, dengan liga di Timur Tengah kembali menjadi tujuan berikutnya.
Sumber: Football Espana
Klasemen La Liga 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hansi Flick Puas dengan Anthony Gordon meski Belum Cetak Gol untuk Barcelona
Liga Spanyol 14 September 2026, 11:52
-
Phil Foden Kena Kartu Merah, Roy Keane Justru Salahkan Bruno Fernandes
Liga Inggris 14 September 2026, 11:22
-
Murka, Lisandro Martinez Sebut Gol Haaland Tidak Seharusnya Disahkan
Liga Inggris 14 September 2026, 10:52
-
Enzo Maresca Yakin Gol Haaland Tidak Offside
Liga Inggris 14 September 2026, 10:22
-
Michael Carrick Murka dengan Penjelasan VAR soal Gol Erling Haaland
Liga Inggris 14 September 2026, 09:52
LATEST UPDATE
-
Barcelona Sudah Cetak 26 Gol dalam 6 Laga, padahal Tanpa 'Nomor 9' Murni
Liga Spanyol 14 September 2026, 15:44
-
Garudayaksa FC Masih Tanpa Kemenangan, Apa yang jadi Penyebabnya?
Bola Indonesia 14 September 2026, 15:12
-
MU Merasa Diperlakukan Secara Zalim
Liga Inggris 14 September 2026, 14:15
-
John Herdman Bidik Trofi Perdana Bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 14 September 2026, 14:13
-
Lamine Yamal Makin Kuat dalam Persaingan Ballon d'Or 2026
Liga Spanyol 14 September 2026, 13:22
-
Guglielmo Vicario Murka Usai Juventus Kalah Dramatis dari Sassuolo
Liga Italia 14 September 2026, 12:52
-
Michael Carrick Salah Taktik Saat MU Kalah dari Man City di Old Trafford?
Liga Inggris 14 September 2026, 12:44
-
Erling Haaland Pecahkan Rekor Gol Derby Manchester di Premier League
Liga Inggris 14 September 2026, 12:22
-
Alasan Michael Carrick Tak Mau Salahkan Pemain MU Usai Kalah dari Man City
Liga Inggris 14 September 2026, 12:16
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33





