Zidane Bukan Satu-satunya Pelatih yang Tak Bisa 'Move On'
Yaumil Azis | 12 Maret 2019 22:37
Bola.net - - Hanya butuh waktu sembilan bulan sebelum akhirnya Zinedine Zidane memutuskan untuk kembali ke klub lamanya, Real Madrid. Rupanya, pelatih asal Prancis itu bukanlah satu-satunya sosok yang tak bisa 'move on' dari klub lamanya.
Tepat pada Selasa (12/3) dini hari tadi, Zidane diangkat sebagai pelatih tetap Real Madrid dengan kontrak hingga tahun 2022 mendatang. Ia menggantikan Santiago Solari yang dinilai telah gagal membawa Los Merengues kembali ke jalur kemenangan.
Padahal, ia belum lama angkat kaki dari Santiago Bernabeu. Publik masih ingat betul bagaimana Zidane mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan Real Madrid beberapa hari setelah mengalahkan Liverpool di final Liga Champions.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Pelatih yang Tak Bisa 'Move On'
Publik boleh bersepakat, bahwa Zidane bisa dikategorikan sebagai pelatih yang tak bisa move on dari klub lamanya. Namun ia bukanlah satu-satunya orang yang mendapatkan predikat seperti itu. Masih ada sosok lainnya seperti dia. Berikut di antaranya.
1. Jupp Heynckes (Bayern Munchen)
Diketahui bahwa Jupp Heynckes pernah melatih Bayern Munchen sebanyak tiga kali, yakni di tahun 1987-1991, lalu 2011-2013, dan 2017-2018. Tahun 2013 menjadi masa yang paling bisa dikenang, di mana ia sukses mengantarkan Munchen meraih treble.
Setelah meraih treble, ia memutuskan untuk hengkang dari Allianz Arena dan memberikan petunjuk bahwa dirinya pensiun dari dunia sepak bola. Namun saat Die Bavarians runtuh pasca era Carlo Ancelotti, ia memutuskan untuk kembali di tahun 2017.
2. Kenny Dalglish (Liverpool)
'King Kenny', begitu ia dijuluki oleh penggemar Liverpool. Pada tahun 1985, ia menjadi pelatih The Reds dan mempersembahkan serangkaian gelar dari berbagai ajang. Setelah melalui enam tahun fantastis di Anfield, ia memutuskan hengkang ke Blackburn Rovers.
20 tahun berselang, ia memutuskan untuk kembali mengisi kursi kepelatihan Liverpool. Pada musim perdananya, ia mempersembahkan gelar juara Carabao Cup. Sayang, menjadi penghuni peringkat delapan Premier League tidak cukup untuk membuatnya bertahan.
Pelatih Lainnya
3. Fabio Capello (Real Madrid)
Untuk yang satu ini, ia terbilang cukup sering melatih klub yang pernah ia tukangi. Selain AC Milan, Capello juga kerap bolak-balik ke Real Madrid. Tapi kisahnya bersama Los Merengues terbilang cukup menyedihkan.
Pada musim 1996-1997, Capello sukses mempersembahkan gelar La Liga namun dipecat oleh manajemen. Di tahun 2006-2007, ia kembali memberikan gelar yang sama dan harus menerima surat pemecatan beberapa pekan setelahnya.
4. Marcello Lippi (Juventus)
Di rentang tahun 1994-1999, Lippi berhasil mempersembahkan total sembilan gelar dari berbagai ajang, salah satunya Liga Champions. Usai dari Juventus, ia memilih Inter Milan sebagai klub labuhan selanjutnya.
Setelah melalui satu musim bersama Nerazzurri, Lippi memutuskan kembali ke Juventus. Selama tiga musim, ia hanya mampu memberi satu gelar Serie A dan dua Supercoppa Italiana sebelum akhirnya dipanggil menukangi Timnas Italia pada tahun 2004.
Saksikan Juga Video Ini
Berita video Carles Puyol menyapa para fans Indonesia dalam acara UEFA Champions League Trophy Tour presented by Heineken.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Madrid Krisis Lini Tengah, Inter Punya Modal Sempurna
Liga Champions 8 September 2026, 12:53
-
Inter Berjalan Menuju Perangkap Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Champions 8 September 2026, 12:48
-
Akankah Jose Mourinho Bereksperimen dengan Trent Alexander-Arnold?
Liga Champions 8 September 2026, 12:44
-
Kylian Mbappe Masih Belum Memahami Inti Kritik yang Diarahkan Kepadanya
Liga Champions 8 September 2026, 12:38
-
Reuni Jose Mourinho dan Inter Milan di Liga Champions
Liga Champions 8 September 2026, 12:31
LATEST UPDATE
-
Prediksi Liverpool vs Atletico Madrid 10 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 18:20
-
Shin Tae-yong Pede Persija Tampil Lebih Baik saat Hadapi Persib
Bola Indonesia 8 September 2026, 18:20
-
Porto vs Man City: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 8 September 2026, 18:19
-
Prediksi Napoli vs Arsenal 10 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 18:09
-
Manuel Locatelli Terancam Absen 3 Bulan, Juventus Hadapi Krisis Lini Tengah
Liga Italia 8 September 2026, 17:56
-
Prediksi Stuttgart vs Viking 9 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 17:39
-
Ezri Konsa Nikmati Debut Penuh Bersama Arsenal saat Tekuk Chelsea
Liga Inggris 8 September 2026, 17:21
-
AEK Athena vs LASK Linz: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 8 September 2026, 17:13
-
Prediksi Chelsea vs Leeds, 10 September 2026
Liga Inggris 8 September 2026, 17:00
-
Lautaro Martinez Tegaskan Liga Champions Bukan Obsesi Inter Milan
Liga Champions 8 September 2026, 16:46
-
Club Brugge vs Aston Villa: Fakta dan Statistik Jelang Laga Matchday 1 Liga Champions
Liga Champions 8 September 2026, 16:17
-
Prediksi Susunan Pemain Porto vs Manchester City: Haaland Jadi Andalan di Lini Depan
Liga Champions 8 September 2026, 16:11
-
Prediksi PSG vs Slovan Bratislava 10 September 2026
Liga Champions 8 September 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


