3 Alasan Timnas Indonesia U-17 Kalah dari Zambia di Piala Dunia U-17 2025: Lubang di Sisi Kiri Pertahanan
Tim Bolanet | 5 November 2025 01:05
Bola.net - Timnas Indonesia U-17 menelan kekalahan saat memainkan matchday pertama Grup H Piala Dunia U-17 2025, Selasa (4/10) malam WIB. Berjumpa Zambia U-17 di Lapangan 7 Aspire Zone Qatar, Garuda Muda kalah dengan skor 1-3.
Indonesia sejatinya mampu unggul lebih dulu pada menit ke-12. Evandra Florasta mampu melewati dua pemain sebelum melepas umpan crossing yang dituntaskan Zahaby Goly untuk menjadi gol bagi pasukan Nova Arianto.
Namun, Zambia mampu bangkit dan mencetak tiga gol dalam durasi tujuh menit yakni antara menit ke-35 hingga 41. Dua gol dicetak oleh Abel Nyirongo dan satu gol lain lahir dari aksi Lokonde Mwale.
Hasil ini tentu harus jadi bahan evaluasi bagi pelatih Nova Arianto. Sebab, pada matchday kedua Grup H, Indonesia bakal berjumpa Brasil. Lantas, apa yang jadi alasan Indonesia kalah dari Zambia?
Simak ulasannya di bawah ini ya Bolaneters.
1. Lubang di Sisi Kiri

Gol Zambia pada menit pertama seharusnya jadi alarm bagi kubu Indonesia. Mereka mengincar sisi kiri pertahanan Skuad Garuda yang dijaga oleh Fabio Azkairawan. Namun, faktor itu tidak diantisipasi dengan baik.
Kelvin Chipelu berulang kali lolos dan melepas umpan silang, dua diantaranya jadi gol. Masing-masing dicetak oleh Abel Nyirongo dan Lukonde Mwale.
Pelatih Nova Arianto mengubah komposisi pemain di sektor kiri pada babak kedua. Nova memainkan Fadly Alberto jadi bek kiri, dari posisi awal winger kanan. Keputusan yang cukup sukses karena Alberto cukup disiplin.
2. Sulit Antisipasi Pressing Agresif Zambia

Zambia terlihat melakukan pressing ketat pada Indonesia, terutama babak pertama. Mereka punya kekuatan fisik mumpuni untuk bisa memberikan tekanan setiap kali pemain Indonesia menguasai bola.
Gol kedua dan ketiga Zambia tercipta dari upaya pressing itu, yang berdampak pada pemain Indonesia kehilangan penguasaan bola.
Pada proses gol kedua Zambia, ada Nazriel Alvaro yang kehilangan bola di area tengah. Sementara, pada gol ketika, Matthew Baker yang kehilangan bola karena pressing lawan. Dia tak punya opsi umpan karena pemain Zambia sangat agresif.
3. Efektivitas Lini Depan

Indonesia U-17 sejatinya cukup merepotkan lini belakang Zambia. Bahkan, pasukan Nova Arianto mampu mencetak gol. Hanya saja, ada satu catatan penting tentang efektivitas tim saat menyerang.
Pada babak kedua, Indonesia sejatinya punya banyak peluang. Salah satunya lewat Mierza Firjatullah yang berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Lalu, ada sepakan Rafi Rasyiq yang mengenai tiang gawang.
Hanya saja, peluang-peluang yang didapat gagal dikonversi menjadi gol. Selain efektivitas, Indonesia juga harus lebih kolektif saat menyerang. Garuda Muda tak bisa terus mengandalkan aksi individu Evandra Florasta.
Baca Ini Juga:
Roberto Donadoni Bakal Kembali Melatih: Bukan ke Timnas Indonesia, tapi untuk Selamatkan Spezia di Serie B
RESMI: FIFA Tolak Banding FAM, Kasus 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Berujung Skandal Besar!
Exco PSSI Tegaskan Tak Pernah Ada Pembahasan Kembalinya Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia
Piala Dunia U-17 2025, Peluang Emas Pemain Timnas Indonesia U-17 untuk Pikat Talent Scout dari Luar Negeri
Mees Hilgers Usai Cedera ACL, Harus Dioperasi, dan Absen Sampai Akhir Musim: Saya Bakal Beri Kabar Terbaru ke Semuanya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 13:36
-
Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia vs Malaysia 28 September
Tim Nasional 21 September 2026, 13:33
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Jay Idzes Absen
Tim Nasional 18 September 2026, 20:18
LATEST UPDATE
-
Man Utd Pertimbangkan Serhou Guirassy di Tengah Cedera Sesko
Liga Inggris 22 September 2026, 07:20
-
Marc Bernal, Situasi Kontraknya di Barcelona Bisa Bikin Chelsea Gigit Jari
Liga Inggris 22 September 2026, 07:11
-
Hanya Cedera yang Bisa Mengganggu Perjalanan Barcelona
Liga Spanyol 22 September 2026, 07:05
-
Keuntungan Tersembunyi untuk Barcelona dari Jeda Internasional
Liga Spanyol 22 September 2026, 06:59
-
Ballon d'Or 2026, Raphinha Tegaskan Dukungan untuk Lamine Yamal
Liga Spanyol 22 September 2026, 06:22
-
Real Madrid Tak Membutuhkan Jose Mourinho yang Lunak
Liga Spanyol 22 September 2026, 06:16
-
Vinicius Junior Menurun, Keputusan Xabi Alonso Dulu Kini Terlihat Masuk Akal
Liga Spanyol 22 September 2026, 06:11
-
Jose Mourinho Tak Boleh Ulangi Kesalahan dengan Bernardo Silva
Liga Spanyol 22 September 2026, 06:07
-
Dean Huijsen, Kartu Merah, dan Pola Pelanggaran yang Terus Terulang
Liga Spanyol 22 September 2026, 06:02
-
Pesan Keras untuk Real Madrid
Liga Spanyol 22 September 2026, 05:37
-
Bernardo Silva Mulai Tersisih di Real Madrid, Hanya Main 8 Menit dalam 2 Laga
Liga Spanyol 22 September 2026, 00:06
-
Cole Palmer, Declan Rice, dan Marcus Rashford Absen Bela Timnas Inggris
Piala Eropa 21 September 2026, 23:31
-
Pelatih Malaysia Sebut Indonesia Favorit di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 23:08
-
7 Perubahan Besar yang Dilakukan Hansi Flick di Barcelona
Liga Spanyol 21 September 2026, 22:56
-
Italia Kehilangan Federico Dimarco, Roberto Mancini Panggil Bek Aston Villa
Piala Eropa 21 September 2026, 22:21
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


