4 Gaya Bermain John Herdman, Bakal Cocok dengan Timnas Indonesia?
Serafin Unus Pasi | 3 Januari 2026 16:42
Bola.net - PSSI baru saja membuat pengumuman yang mengejutkan. Induk Sepak Bola Indonesia itu resmi menunjuk John Herdman sebagai juru taktik Timnas Indonesia yang baru.
Seperti yang sudah diketahui, Timnas Indonesia sudah beberapa bulan terakhir tidak memiliki pelatih kepala. Penyebabnya karena PSSI memecat Patrick Kluivert seusai gagal membawa Skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.
Setelah menunggu sekitar tiga bulan lamanya, PSSI akhirnya menemukan pengganti Kluivert. Hari ini, Sabtu (3/1/2025), PSSI resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia yang baru.
Herdman sendiri punya reputasi yang oke, di mana ia berhasil meloloskan Timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 yang lalu. Lantas gaya bermain seperti apa yang dimiliki oleh Herdman? Apakah gaya bermain itu cocok untuk Timnas Indonesia?
Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Pemilihan Formasi Herdman
Dari sejumlah data yang Bola.net pelajari, Herdman punya penggunaan formasi yang cukup fleksibel.
Ia biasanya menggunakan taktik awal yaitu 3-4-3. Namun di pertengahan pertandingan, formasi ini bisa berubah bentuk menyesuaikan tim lawan.
Dari 3-4-3, formasi yang diterapkan Herdman bisa bertransformasi menjadi 4-4-2 atau 4-2-3-1. Sehingga gaya bermainnya bakal lebih luwes di atas lapangan.
Gunakan Build Up dari Belakang
Herdman juga merupakan tipikal pelatih modern yang suka melakukan build up dari belakang.
Penjaga gawang diminta tidak langsung menendang bola ke depan saat melakukan tendangan gawang. Sang kiper akan mengalirkan bola ke para bek.
Nantinya bek ini akan membawa bola hingga tengah lalu mendistribusikannya ke para gelandang yang akan membantu maju untuk membantu serangan.
Lakukan Pressing Ketat
Salah satu gaya bermain yang paling jelas terlihat dari tim yang dibesut Herdman adalah pressing yang ketat.
Ia menginstruksikan para pemainnya untuk memasang garis pertahanan yang tinggi. Lalu setiap pemain mulai dari penyerang hingga bek untuk melakukan pressing saat lawan membawa bola.
Dengan gaya bermain seperti ini, para pemain Timnas Indonesia nantinya dituntut untuk memiliki stamina yang besar, karena mereka dituntut untuk terus melakukan pressing ke lawan.
Maksimalkan Serangan Balik
Di Timnas Kanada, John Herdman memiliki gaya bermain yang cukup khas.
Ia selalu ingin timnya menguasai bola. Namun ketika timnya tidak bisa menguasai bola, ia akan fokus membuat timnya untuk cepat merebut bola dan melakukan serangan balik cepat.
Herdman biasanya memanfaatkan kecepatan dari kedua sisi sayap untuk melaukan serangan balik. Gaya bermain ini cukup cocok dengan Timnas Indonesia karena skuad Garuda memiliki banyak winger yang cepat.
Baca Juga:
- John Herdman Double Job Melatih Timnas Indonesia dan U-23, Dikontrak 2 Tahun dengan Opsi Perpanjangan Sampai 2029
- 4 Fakta John Herdman, Pelatih Baru Timnas Indonesia: Alumni Piala Dunia yang jadi Otak Generasi Emas Kanada
- John Herdman Unggul dari Shin Tae-yong dan Kluivert dalam Rataan Kemenangan
- Bedah Taktik John Herdman yang Bisa Bikin Timnas Indonesia Bangkit: Gegenpressing dalam Formasi 3-4-2-1
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
-
Hasil Race 1 WorldSBK Australia 2026: Ducati Sapu Bersih 3 Podium, Nicolo Bulega Menang
Otomotif 21 Februari 2026, 12:43
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09





