Alex Pastoor Akan Terapkan Skema 9-0-1 di Timnas Indonesia? Itu Sah-sah Saja!
Dimas Ardi Prasetya | 6 Februari 2025 07:11
Bola.net - Pengamat sepak bola nasiona, Tony Ho, menyebut pemakaian skema 9-0-1 di Timnas Indonesia yang dicanangkan Alex Pastoor tak akan jadi masalah karena di dunia sepak bola, hal yang paling penting adalah hasil akhirnya.
Pastoor, yang merupakan asisten Patrick Kluivert di Timnas Indonesia, sebelumnya mengeluarkan pernyataan akan memakai formasi 9-0-1 untuk timnya pada laga lanjutan putaran ketiga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Setelah dimatangkan, rencananya taktik itu akan digunakan saat melawan Timnas Australia pada 20 Maret mendatang di Sydney, Australia.
Berikutnya jika Patrick Kluivert menyetujui, taktik 9-0-1 itu bisa dilanjutkan ketika Jay Idzes dkk. menjamu Timnas Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 25 Maret 2025.
Ide Alex Pastoor tersebut memunculkan pro dan kontra di medsos dan pergaulan sehari-hari. Namun menurut Toni Ho, tak ada yang aneh dengan taktik ala parkir bus tersebut.
"Otoritas total sebuah tim ada di tangan pelatih. Karena yang tahu kualitas materi pemain tentu si pelatih. Saya kira formasi 9-0-1 bukan hal aneh dan perlu diperdebatkan. Sepak bola itu yang penting hasil akhir," tegas Tony Ho.
Tetap Dukung Timnas Indonesia

Toni Ho yang telah berpengalaman melatih beberapa klub di Indonesia meminta publik sepak bola tetap mendukung Timnas Indonesia. Apapun kebijakan yang akan dilakukan Patrick Kluivert dkk. nanti.
"Kita yang berada di luar sistem tak punya hak untuk intervensi. Kita harus dukung apapun kebijakan pelatih. Biarkan para pelatih bekerja dengan tenang. Bagi kita, bagaimana Patrick Kluivert dan asistennya bisa memenuhi target meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026," ujarnya.
Pria asal Makassar tersebut menoleh ke belakang era Timnas Indonesia ditangani Shin Tae-yong selama lima tahun lalu.
"Formasi bertahan Shin Tae-yong banyak dikecam publik. Terutama oleh pengamat yang merasa lebih tahu sepak bola. Tapi apakah pengkritik itu tahu apa alasan Shin Tae-yong memilih formasi defensif? Yang paham tetap Shin Tae-yong sendiri," ucapnya.
Belum Siap Tampil Ofensif

Tapi dari kacamata pribadi, Toni Ho mengamati memang materi pemain Timnas Indonesia yang sebagian besar dari diaspora belum siap jika dipaksa bermain dengan formasi ofensif.
"Saya juga pelatih, saya harus obyektif. Kalau Shin Tae-yong, dan sekarang Alex Pastoor ingin memakai formasi bertahan itu sah-sah saja. Saya amati memang kualitas pemain Timnas Indonesia belum mampu tampil agresif. Jika dipaksakan, Timnas Indonesia bisa babak-belur bos," jelasnya.
Namun, lanjut Toni Ho, meski pola yang akan dipraktekkan defensif bukan berarti Timnas Indonesia bertahan sepanjang pertandingan.
"Pelatih pasti punya skema kapan harus bertahan dan bagaimana caranya bertahan. Begitu pula saat menyerang, bagaimana caranya menyerang terbaik yang tujuannya mencetak gol," tuturnya.
Tim Yang Gunakan Formasi Bertahan
Dari pengamatan Toni Ho selama dua edisi Piala Dunia terakhir, beberapa pelatih memakai formasi bertahan. Dia mengambil contoh Piala Dunia 2022 Qatar. Termasuk taktik bertahan yang dilakukan pelatih di Liga Eropa.
"Arab Saudi berhasil mempermalukan Argentina 2-1 di partai pembuka fase grup dengan cara bertahan. Begitu pula pada final saat Prancis bertemu Argentina yang diakhiri dengan adu penalti."
"Persentase bertahan Arab Saudi dan Prancis lebih besar, tapi pada momen tertentu mereka melakukan serangan berbahaya," papar mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut.
Disadur dari: Bola.com/Gatot Sumitro/Rizki Hidayat
Published: 05/02/2025
Baca Juga:
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia U-20 2025
Jadwal Lengkap Piala Asia U-20 2025
Tampil Apik Bersama NEC, Legenda Belanda ini Rekomendasikan PSV Agar Rekrut Calvin Verdonk
Lamak Bana! Pasca Wawancara Pelatih, Patrick Kluivert & Para Asistennya Cicipi Nasi Padang
Demi Susul Indonesia ke Piala Asia 2027, Skuad Malaysia Bakal Digembleng Habis-habisan Oleh Pelatih Barunya
Bocoran Hamdan Hamedan: Ada Satu Bintang Timnas Indonesia yang Ngebet Main di Eropa, Dipuji Agen Paulo Dybala
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gavi Tulis Pesan Emosional usai Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:48
-
Marcus Rashford dan MU, Cinta Lama yang Bersemi Kembali!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 14:40
-
Chelsea Tikung Rogers, Arsenal Kejar Pemain Timnas Spanyol Ini Lagi
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:21
LATEST UPDATE
-
Baru Punya Satu Bek Kiri, Persib Bakal Mafaatkan Fleksibelitas Pemain
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 19:26
-
Singapura Umumkan Skuad Resmi, Siap Tebar Ancaman di Piala AFF 2026
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 19:02
-
Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
Liga Inggris 21 Juli 2026, 19:00
-
3 Cara Xabi Alonso Memaksimalkan Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 21 Juli 2026, 18:18
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
-
Zinedine Zidane Sudah Teken Kontrak sebagai Pelatih Timnas Prancis
Piala Dunia 21 Juli 2026, 17:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










