Alfred Riedl dan Kenangannya Bersama 9 Klub di 6 Negara
Gia Yuda Pradana | 9 September 2020 09:08
Bola.net - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, meninggal dunia pada usia 70 tahun. Sebelum tutup usia, Alfred tercatat pernah menangani sembilan klub di berbagai negara.
Sejak memulai karier sebagai pelatih pada 1989, mantan striker Timnas Austria itu pernah menjadi pelatih timnas di enam negara.
Masing-masing adalah Austria (1990-1991), Lichtenstein (1997-1998), Vietnam (1998-2000, 2003-2004, 2005-2007), Palestina (2004-2005), Laos (2009-2010), dan terakhir Indonesia (2010-2011, 2013-2014, 2016).
Di level klub, Alfred Riedl pernah bergabung dengan 10 klub yang berbeda. Namun, satu di antaranya bertindak sebagai direktur teknik saat bersama CS Vise, klub asal Belgia.
Riedl tercatat telah menangani sembilan klub, di enam negara berbeda dan belum mencatatkan prestasi mengesankan. Dia memulainya dengan melatih Wiener SC yang berkompetisi di kasta tertinggi Austria pada 1989-1990.
Tak banyak yang bisa dibuatnya dengan membawa klub tersebut finis di peringkat ke-11 dari 12 kontestan. Wiener juga hanya meraup 11 poin dari 12 laga sehingga tidak bisa melaju ke babak perebutan juara.
Berikutnya, Alfred pindah ke Favoritner SC, klub kasta kedua Austria, selama dua musim pada 1991-1993. Pada musim pertama, dia gagal membawa klubnya masuk promosi. Musim kedua lebih baik, dengan masuk play-off promosi, meski Favoritner gagal juga mendapat slot ke kasta tertinggi.
Masih di Austria, pria yang semasa bermain membukukan empat caps untuk Timnas Austria itu menangani klub kasta kedua, yaitu SC Obewart. Belum sampai musim 1993-1994 rampung, dia hengkang saat tim itu di papan bawah.
Pada musim yang sama, Alfred Riedl mengembara ke Afrika dengan menerima pinangan dari klub kasta teratas Maroko, Olympique Khouribga. Tak sampai merampungkan musim 1994, dia memutuskan pergi dan klub tersebut terdegradasi.
Kiprah di Mesir

Prestasi cukup apik dicatatkan Alfred Riedl saat memutuskan hengkang ke Mesir. Dia bergabung dengan satu di antara klub raksasa Negeri Firaun, El Zamalek, klub tua yang berdiri sejak 1911.
Zamalek merupakan klub besar yang jarang terlempar dari tiga besar Liga Primer Mesir. Hanya saja, Alfred datang saat Al Ahly, yang merupakan rival berat Zamalek, sedang digdaya menguasai kompetisi itu beberapa musim sebelumnya.
Pada musim 1994-1995, Alfred hanya selama paruh musim saja, tepatnya putaran pertama Liga Primer Mesir. Lagi-lagi dia hengkang saat kompetisi belum selesai. Zamalek akhirnya finish pada posisi kedua di bawah Al Ahly.
Dua tim itu menjadi kolektor gelar kasta tertinggi Liga Mesir terbanyak. Al Ahly yang sangat mendominasi saat ini telah mengumpulkan 41 gelar, sementara Zamalek di bawahnya hanya memiliki 12 titel.
Puas di Negara Maghrib, Riedl mencoba peruntungan ke Asia. Sempat menangani beberapa timnas, dia akhirnya menambatkan hati untuk klub kasta kedua Vietnam, Khatoco Khanh Hoa, pada 2001. Tak ada catatan resmi prestasi apa yang berhasil dibuatnya di klub ini.
Hengkang ke Jazirah Arab

Alfred kemudian pergi ke jazirah Arab dengan mengangani klub asal Kuwait, Al Samiya. Dua musim di sana, dia cukup memberikan dampak untuk klub.
Ia membawa tim ke papan atas dengan menduduki posisi keempat dengan kompetisi Liga Primer yang dijuarai Al Arabi pada 2001-2002.
Berikutnya, dia kembali Vietnam, kali ini menangani klub kasta pertama Hai Phong, dua musim pada 2008 dan 2009. Musim pertama diselesaikannya dengan finis peringkat ketiga, musim berikutnya harus puas dengan posisi ketujuh klasemen akhir.
Urung Melatih PSM dan Persebaya
Setelah itu, kariernya mulai dihabiskan bersama beberapa timnas, seperti Laos dan Indonesia. Alfred baru kembali menangani klub saat menerima tawaran dari PSM Makassar pada awal 2015, yang jadi catatan sejarah baru buatnya.
Namun, dia tak sampai menjalani debut sebagai pelatih di kompetisi Indonesia. Sebelum ISL 2015 digulirkan, dia memutuskan mundur dengan alasan kesehatan. Liga 1 2015 kemudian dibekukan akibat banyaknya masalah di sepak bola Indonesia.
Urung menangani PSM Makassar, Alfred Riedl beberapa kali dilirik klub-klub di Tanah Air. Setelah lima tahun batal melatih PSM, ia akhirnya menerima tawaran dari Persebaya Surabaya.
Bahkan, Alfred akan diumumkan sebagai pelatih anyar Tim Bajul Ijo pada Agustus 2019. Namun lagi-lagi, Alfred Riedl tak jadi menangani klub di Indonesia untuk pertama kalinya.
Alfred tidak dapat datang ke Surabaya karena ginjal dan kakinya bermasalah. Alasan kesehatan membuatnya harus batal memoles Persebaya Surabaya.
Kini, pelatih kawakan tersebut telah tutup usia. Alfred Riedl wafat pada usia 70 tahun akibat penyakit kanker. Ia juga punya riwayat penyakit ginjal dan jantung.
Selamat jalan, Coach.
Disadur dari: Bola.com/Aditya Wany/Rizki Hidayat
Published: 9 September 2020
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
4 Pelajaran Timnas Indonesia U-19 saat Dihajar Timnas Kroasia U-19
Bayu Pradana: Alfred Riedl Punya Pengaruh Besar dalam Karir Saya
Andik Vermansah Membuka Kenangannya Bersama Alfred Riedl
Sesmenpora Kenang Momen Menyambut Alfred Riedl Usai Piala AFF 2016
Cerita Evan Dimas soal Alfred Riedl: Pesan Paling Diingat dan Momen Termanis di Timnas Indonesia
Bayu Gatra dan Samsul Arif Munip Mengenang Sosok Alfred Riedl
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




