Andai Timnas Indonesia Hengkang dari AFF dan Gabung EAFF, Apa Keuntungan dan Kerugiannya?
Ari Prayoga | 18 Juli 2022 07:25
Bola.net - Wacana yang digulirkan netizen agar Timnas Indonesia dan PSSI berpindah naungan dari AFF (Asia Tenggara) ke EAFF (Asia Timur) kini sedang ramai diperbincangkan.
Seperti seperti AFF dengan Piala AFF-nya, maka EAFF juga memiliki turnamen regional rutin yang bertajuk Piala EAFF.
Jika Piala AFF berisikan tim-tim dari Asia Tenggara, maka Piala EAFF melibatkan negara-negara di Asia Timur. Tahun ini, empat tim yang ikut serta adalah China, Hongkong, Jepang, dan Korea Selatan.
Piala EAFF juga juga menggelar kompetisi untuk tim putri. Mereka adalah China, Chinese Taipei, Jepang, dan Korea Selatan.
Timnas Indonesia Ikut EAFF?

Adapun wacana mengenai keikutsertaan Timnas Indonesia di ajang Piala EAFF dikemukakan secara tidak resmi oleh netizen Tanah Air. Ini bermula dari kekecewaan terhadap penyelenggaraan Piala AFF U-19 2022.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia U-19 gagal lolos ke fase gugur Piala AFF U-19 2022 karena dianggap kalah head to head dengan Thailand dan Vietnam meski menang telak menyoal agresivitas gol.
Akun ofisial EAFF kemudian diserbu oleh warganet Indonesia yang berharap agar Timnas Indonesia mendapatkan undangan untuk bertanding di Piala EAFF. Artinya, PSSI tidak mengagendakan hal tersebut meski suatu saat nanti bisa saja menyurati secara resmi.
PSSI, di sisi lain, juga dituntut oleh netizen untuk tidak lagi mengikuti Piala AFF, baik kategori usia maupun senior. Mereka mendesak induk sepak bola tertinggi Indonesia ini untuk menimbang wacana mengikuti Piala EAFF.
Jalur Undangan

Jika mengamati desakan netizen, sebetulnya apa yang diharapkan adalah EAFF mengundang Timnas Indonesia untuk ikut serta. Toh, Piala AFF U-19 biasa mengundang negara lain turut berkompetisi.
Hal ini bisa saja terlaksana, hanya akan ada plus minus atau untung rugi jika Timnas Indonesia memilih menanggalkan Piala AFF dan bertarung di Piala EAFF.
Berikut ini Bola.com mengulasnya:
Kerugian

Sebagai kesebelasan yang selalu masuk kandidat pemenang, Timnas Indonesia selalu kandas alias tak pernah juara Piala AFF. Meninggalkan turnamen ini tanpa goresan sejarah jelas akan jadi sesuatu yang memberatkan.
Selain itu, banyak memori yang tercipta selama Piala AFF. Lusinan pemain juga mengorbit dari kompetisi yang jadi tolok ukur kekuatan sepak bola di Asia Tenggara ini.
Kemudian, rivalitas yang sudah terbentuk akan sirna begitu saja. Tidak akan ada lagi duel panas Timnas Indonesia vs Malaysia misalnya, di Piala AFF.
Lagipula, Timnas Indonesia mungkin akan melewati babak yang berlapis-lapis. Sebab perlu diketahui, Piala EAFF menerapkan sistem kualifikasi, di mana tim-tim Asia Timur biasanya langsung bertanding di babak ketiga.
Buat Timnas Indonesia kondisi tersebut tidak melulu menguntungkan. Pasalnya, Merah Putih akan lebih dulu menghadapi tim-tim lemah. Berbeda dengan di Piala AFF yang punya kekuatan relatif setara.
Keuntungan

Bermain di Piala EAFF juga memiliki keuntungan. Jika Timnas Indonesia mampu lolos ke babak ketiga, maka akan ada kesempatan untuk meladeni tim-tim seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.
Menghadapi tim-tim tersebut tentu saja akan menambah pengalaman bertanding, terlebih Timnas Indonesia seringkali gagal menuai hasil positif tiap kali bertemu negara Asia Timur.
Selain itu, tiap kali melakukan pertandingan tandang akan jadi nilai positif buat Timnas Indonesia agar lebih mudah beradaptasi dengan iklim dan cuaca di sana. Hal ini akan sulit ditemukan jika lawan yang dihadapi adalah kontestan dari Asia Tenggara juga.
Disadur dari: Bola.com (Gregah Nurikhsani) 18 Juli 2022
Jangan Lewatkan!
Suporter Timnas Indonesia Desak PSSI Tinggalkan AFF dan Pindah ke EAFF
Catat! Inilah Sisa Jadwal Lengkap Timnas Indonesia Sepanjang Tahun 2022
Menpora Optimis Indonesia Bisa Kalahkan Qatar dalam Penunjukan Tuan Rumah Piala Asia 2023
30 Bulan Tangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Masih Punya Rapor Merah Lawan Vietnam dan Thailand
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
LATEST UPDATE
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







