Bukan cuma Shin Tae-yong dan Indra Sjafri, Pelatih Timnas Indonesia U-16 juga Teladani Eks Pelatih Arema Indonesia
Gia Yuda Pradana | 14 Maret 2024 14:44
Bola.net - Nova Arianto buka suara soal sosok-sosok pelatih yang mempengaruhi gaya dan metode kepelatihannya. Pelatih Timnas Indonesia U-16 ini mengaku sangat terpengaruh metode kepelatihan eks pelatih Arema Indonesia, Dejan Antonic.
Pelatih kelahiran 4 November 1979 tersebut sempat bekerja sama dengan Dejan di Pelita Bandung Raya. Waktu itu, Dejan sebagai pelatih, sementara Nova menjadi pemain dan salah satu asisten Dejan di tim kepelatihan.
"Terakhir, saya sama Dejan waktu itu di Pelita Bandung Raya itu sama. Pada persiapan awal, tiap hari isinya lari dan gym waktu itu. Namun, hasilnya, bisa kita lihat waktu itu hasilnya Pelita Bandung Raya bisa lolos sampai di semifinal," kata Nova, dalam siniar di kanal Sport77 Official.
"Akhirnya, saya berpikir, apakah yang dibuat Dejan itu jadi metode terbaik untuk bagaimana kita bisa membentuk fisik pemain, untuk bisa bermain 2x45 menit dan bermain konstan dari awal kompetisi sampai akhir kompetisi," sambungnya.
Nova menilai, metode yang diterapkan Dejan ini tepat. Pasalnya, selama pertandingan, pemain tak terlalu banyak beraksi dengan bola. Sebaliknya, mereka justru banyak bergerak dan beraksi tanpa bola.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Indonesia Perlu Metode Latihan Berbeda

Menurut Nova, sepak bola di Indonesia memerlukan metode latihan berbeda dibanding di Eropa. Hal ini, menurut salah seorang mantan pemain belakang terbaik di Indonesia tersebut, karena adanya perbedaan mental dengan pesepak bola di luar negeri.
"Pemain Indonesia perlu latihan yang secara metode nggak bisa dengan bola. Contoh kita di game. Kalau di Eropa, kita buatnya, saat bertahan, mereka harus sprint lari. Saat menyerang harus ikut lari. Kalau di Indonesia, saat yang depan menyerang, yang belakang jalan saja. Secara fisik kan nggak dapat. Ada yang sprint, ada yang cuma jalan. Jadi, fisiknya nggak dapat," tutur Nova.
"Inilah yang dianalisis Coach Dejan dan Coach Shin (Tae-yong). Liga di Indonesia kelemahannya seperti itu," sambungnya.
Belajar dari Indra Sjafri dan Shin Tae-yong

Selain Dejan Antonic, menurut Nova, ada dua sosok lain yang juga mempengaruhi metode kepelatihannya. Dua sosok lain tersebut adalah Indra Sjafri dan Shin Tae-yong.
"Saya bersyukur bisa bersama Coach Indra pada 2019 lalu saya bisa bersama dengan Coach Shin. Saya berpikir bisa menggabungkan dua kolaborasi tersebut antara Coach Indra dan Coach Shin," ungkap Nova.
"Jadi, apa yang mau saya buat dari tim Indonesia U-16 ini adalah sepak bola yang progresif dan possession. Secara possession kita ambil dari Coach Indra. Secara progresif, kita ambil dari Coach Shin," tandasnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Manajer Wolves Ungkap Alasan Pinjamkan Justin Hubner ke Cerezo Osaka
Profil 5 Pemain Diaspora yang Dipanggil ke Timnas Indonesia U-20: Siapa Marselinus Ama dan Eros Dermawan?
Ketua DPR RI Sudah Tanda Tangan, Proses Naturalisasi Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen Lanjut
Tanpa Amunisi Terbaik, Shin Tae-yong Optimistis Indonesia Kalahkan Vietnam
Jay Idzes Tak Sabar Debut Bersama Timnas Indonesia
Marc Klok di Mata Media Vietnam: Si Ahli Drama!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
LATEST UPDATE
-
Usai Rogers, Chelsea Kebut Transfer Bek Timnas Prancis Ini
Liga Inggris 21 Juli 2026, 08:30
-
Spanyol Juara Dunia, Luis De La Fuente: Mana Tatto-mu, Cucurella?
Piala Dunia 21 Juli 2026, 06:00
-
Tes Medis Kelar, Chelsea Perkenalkan Morgan Rogers Hari Ini
Liga Inggris 21 Juli 2026, 05:34
-
Spanyol Memang Sebagus Itu
Piala Dunia 20 Juli 2026, 23:59
-
Ferran Torres, Ia yang Terus Melangkah hingga Takdir Menemukan Namanya
Piala Dunia 20 Juli 2026, 23:44
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55















