Dampak Erupsi Kelud, TC Timnas U-19 Bisa Pindah ke Luar Pulau Jawa
Editor Bolanet | 14 Februari 2014 23:26
"Dampak bencana Kelud, termasuk kategori Force Majeur. Kami sudah berkoordinasi dengan semua elemen level Timnas. Kami belum memutuskan apa pun terkait soal ini. Yang pasti, kami menyiapkan antisipasi atas kejadian ini," terang Sekretaris Badan Tim Nasional (BTN), Sefdin Syaifudin.
Hujan abu akibat dampak letusan Gunung Kelud, telah menerpa hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Yogyakarta, notabene lokasi TC Timnas U-19. Jarak antara Yogyakarta dan Gunung Kelud, yakni sekitar 200 km.
"Sejauh ini, laga Timnas U-19 versus PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (14/2), aman berlangsung. Tapi, untuk preparasi Timnas U-23 yang mungkin kembali ke Yogyakarta, tentu harus diantisipasi," tegas sosok yang gemar mengenakan kaca mata hitam tersebut.
Lebih jauh dikatakan Sefdin, dampak kesehatan dari material abu letusan Kelud, bisa pengaruhi kondisi kesehatan pemain. Karenanya, BTN masih menunggu saran dari tim kesehatan Timnas. Selain itu, infrastruktur terkait lapangan latihan, juga menjadi catatan penting.
"Seminggu ke depan, kondisi ini akan kami pantau terus, termasuk oleh Dokter Timnas. Andaikata, kondisi ini berlangsung lama, bisa saja, TC Timnas U-23 dan Tur Nusantara Timnas U-19, akan di revisi. TC bisa pindah ke luar pulau Jawa," tukasnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan hujan abu menyebar di beberapa wilayah, seperti Kediri, Malang, Blitar, Surabaya, Ponorogo, hingga Pacitan, Solo, Yogya, Boyolali, Magelang, Purworejo, serta Temanggung.
Bahkan, kesulitan mobilitas Timnas juga bisa terganggu. Penerbangan domestik dan segala aktivitasnya, di beberapa Bandara, mulai Jumat (14/3) pagi, mengalami penundaan.
Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), pada Jumat (14/2) siang, menyebutkan, tiga bandara ditutup setelah letusan Gunung Kelud.
"Penutupan bandara dilakukan di Surabaya, Solo, dan Yogyakarta," kata Direktur Keselamatan dan Standar LPPNPI Wisnu Darjono.
Diterangkannya, penutupan Bandara dilakukan lantaran jarak pandang kurang dari 500 meter. Wisnu menuturkan bahwa dalam penerbangan dibutuhkan jarak pandang minimal 1.000 meter.
Para pemandu lalu lintas udara atau air traffic controllers (ATC) sudah meminta seluruh maskapai untuk tidak melakukan penerbangan ke bandara-bandara tersebut. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






