Di Asian Games 2018, Son Heung-min Tak Ingin Korsel Seperti Jerman
Afdholud Dzikry | 14 Agustus 2018 10:00
- Penyerang top Korea Selatan, Son Heung-min sudah tiba di Indonesia. Pemain Tottenham Hotspur tersebut tiba di Bandung, Jawa Barat, Senin (13/8) untuk menyusul rekan-rekannya jelang tampil di Asian Games 2018.
Son serta klubnya, Tottenham Hotspur, memenuhi janji mereka. Setelah tampil pada laga perdana di Liga Premier 2018-2019 melawan Newcastle United (11/8/2018), Son terbang ke Indonesia.
Ia jadi pemain terakhir yang gabung Timnas Korea Selatan U-23 lantaran rekan satu timnya sudah tiba lebih dulu di Bandung pada Minggu (12/8/2018).
Sepanjang penerbangan saya ke Indonesia, saya banyak memikirkan perihal Asian Games. Saya merasa lebih bertanggung jawab dengan status sebagai pemain wild card dan saya harus memainkan permainan bagus, ujar Son.
Son merupakan satu dari tiga pemain wild card (lebih dari usia 23 tahun) yang dibawa pelatih Kim Hak-bum ke Asian Games 2018. Dua pemain lain adalah Cho Hyun-woo (kiper) dan Hwang Ui-jo (penyerang).
Kim Hak-bum lantas mengumumkan Son akan mengenakan ban kapten alias berstatus kapten Timnas Korea Selatan U-23 di Asian Games 2018. Son pernah menjabat kapten tim saat Korsel mengalahkan Jerman 2-0 pada penyisihan Grup F Piala Dunia 2018.
Pemain 26 tahun itu menegaskan jadwalnya yang padat serta perjalanan panjang dari London Utara menuju Indonesia tidak akan jadi masalah besar buatnya.
Saya masih muda, jadi saya merasa baik-baik saja. Saya hanya harus mengatasi jetlag. Itu sebuah alasan untuk mengatakan saya letih karena perjalanan panjang, ucapnya seperti dilansir Yonhap.
Tak Ingin Seperti Jerman

Di Timnas Korsel U-23, Son akan jadi jagoan di lini depan. Bersama penyerang lain semisal Ui-jo, Lee Seung-woo, dan Hwang Hee-chan, mereka akan jadi ancaman bagi setiap pertahanan tim lawan.
Saya harus akrab dengan pemain-pemain yang lebih muda. Saya akan melakukan pendekatan lebih dulu terhadap mereka dan memberi sejumlah masukan. Sudah jadi tugas saya untuk membuat mereka menampilkan permainan terbaik, tutur pencetak dua gol Timnas Korsel di Piala Dunia 2018 itu.
Son juga menyebut ia dan rekan satu timnya tak akan meremehkan setiap tim lawan yang dijumpai di Asian Games 2018. Ia belajar dari kekalahan Jerman dari Korsel.
Seperti kami bisa mengalahkan Jerman di Piala Dunia, kami juga bisa kalah dari tim Asian lain. Sepak bola itu olahraga 11 vs 11 saling bersaing. Kami harus tetap fokus. Perjalanan menuju final sangat panjang. Penting bagi kami untuk menganggap setiap pertandingan adalah final, tutur Son.
Timnas Korea Selatan U-23 akan bersaing dengan Malaysia, Bahrain, dan Kirgizstan agar lolos dari penyisihan Grup E Asian Games 2018 untuk melaju ke fase selanjutnya serta mempertahankan gelar juara yang mereka capai pada Asian Games 2014 Icheon.(bola/dzi)
Sumber: bola.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Joao Cancelo Beri Barcelona Kebebasan Taktis yang Lama Hilang
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 14:23
-
AC Milan dan Makna Penting 3 Poin di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 13:59
-
Allegri Tanggapi Rumor Real Madrid: Apa Kata Pelatih AC Milan Ini?
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 13:34
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23













