Digembosi 3 Kartu Merah Lawan Indonesia, Pelatih Singapura Tak Mau Hakimi Keputusan Wasit
Gia Yuda Pradana | 26 Desember 2021 07:34
Bola.net - Timnas Indonesia mengalahkan tuan rumah Singapura 4-2 lewat extra time pada leg kedua babak semifinal Piala AFF 2020, Sabtu 25 Desember 2021. Tiga pemain Singapura dikartu merah di laga ini. Skuad Garuda akhirnya menang agregat 5-3 dan lolos ke final.
Empat gol Indonesia didapatkan melalui Ezra Walian menit 11, Pratama Arhan menit 87, Shawal Anuar menit 91 (bunuh diri), dan Egy Maulana Vikri menit 105+2. Dua gol Singapura diciptakan oleh Song Ui-young menit 45+4 dan Shahdan Sulaiman menit 74.
Kiper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata, melakukan penyelamatan penalti krusial saat mementahkan eksekusi Faris Ramli menit 90+1.
Singapura mengakhiri laga dengan delapan pemain. Tiga pemain mereka dikartu merah di laga ini, yakni Safuwan Baharudin menit 45+2, Irfan Fandi menit 67, dan kiper Hassan Sunny menit 119.
Meski kekuatan Singapura digembosi dengan tiga kartu merah itu, sang pelatih Tatsuma Yoshida tak mau menghakimi keputusan wasit.
Harus Diterima

"Saya tidak ingin menghakimi keputusan wasit," kata Tatsuma Yoshida.
"Pertandingan sudah selesai, dan wasit adalah wasit. Mereka katakan pelanggaran, ya pelanggaran."
"Mereka katakan kartu merah, ya kartu merah. Kami harus menerima itu. Saya telah katakan kepada pemain saya, jangan komplain kepada wasit," imbuhnya.
Namun, Dia Juga Kurang Setuju

Namun, Yoshida juga merasa kalau satu kartu merah dari total tiga yang didapat skuad asuhannya saat bersua Timnas Indonesia di leg kedua semifinal Piala AFF 2020 sama sekali tidak layak.
"Kartu kuning pertama Safuwan (Baharudin) seharus bukan pelanggaran, sedangkan kartu merah Irfan (Fandi) dan Hassan (Sunny) adalah murni akibat kesalahan mereka. Sulit untuk menerimanya, akan tetapi akan saya coba," ujar Yoshida.
"Pada pertandingan sepak bola kita harus mengikuti dan melakukan permainan dengan wasit yang bagus. Selama pertandingan saya berjuang dengan bersama pemain dan terkadang melakukan komplain ke wasit."
"Setelah pertandingan ya kita harus menerima keluhan itu dan meskipun sulit rasanya. Namun, saya mencoba menerimanya," pungkas sang pelatih.
Disadur dari: Bola.com/Hendry Wibowo
Published: 26 Desember 2021
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Indonesia 4-2 Singapura: Apa yang Dibilang Asnawi ke Faris Ramli usai Gagal Penalti?
- Indonesia Singkirkan Singapura dan ke Final Piala AFF 2020: Nadeo Rasa Kepa, Nadeo Adalah Koentji!
- Ampun Suhu! Prediksi Akurat Diego Michiels tentang Arah Penalti Faris Ramli yang Ditepis Nadeo
- Respek Pendukung Indonesia untuk Hassan Sunny: De Gea Korwil Singapura, Salut untuk Anda!
- Piala AFF 2020: Kuras Energi Lawan Singapura, Timnas Indonesia Siap untuk Final?
- Dipukul Indonesia di Semifinal Piala AFF 2020, Pelatih Singapura: Tak Perlu Disesali
- Timnas Indonesia di Piala AFF: 9 Kali Injakkan Kaki di Semifinal, 6 Kali Maju ke Final
- Disingkirkan Indonesia di Semifinal Piala AFF 2020, Pemain Singapura: Kami Sangat Kecewa
- Timnas Indonesia Bisa Raih Hasil Lebih Baik Andai Bisa Antisipasi Set Piece Singapura
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persib vs Persik: Maung Bandung Hanya Ingin Menang
Bola Indonesia 9 Maret 2026, 01:00
LATEST UPDATE
-
Alasan Inter Kalah di Derby: Tidak Mampu Bongkar Blok Pertahanan Milan!
Liga Italia 9 Maret 2026, 10:28
-
Bobol Gawang Inter Milan, Estupinan: Ini Gol Terpenting dalam Karir Saya!
Liga Italia 9 Maret 2026, 10:11
-
Panas! Manchester United dan Tottenham Berebut Roberto De Zerbi
Liga Inggris 9 Maret 2026, 09:45
-
Milan Punya 'Semangat Sergio Ramos' Saat Tumbangkan Inter di Derby
Liga Italia 9 Maret 2026, 09:31
-
Inter Kalah dari Milan: Memang Sulit, tapi Tenang Masih Unggul 7 Poin!
Liga Italia 9 Maret 2026, 09:00
-
Man of the Match laga Milan vs Inter: Pervis Estupinan
Liga Italia 9 Maret 2026, 05:05
















