Dilema Besar Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert: Memilih Ubah Indentitas atau Hasil?
Asad Arifin | 21 Maret 2025 11:13
Bola.net - Patrick Kluivert dihadapkan pada dilema besar di Timnas Indonesia. Sang pelatih dihadapkan pada dua pilihan penting yakni konsisten mengubah gaya bermain atau lebih mengejar hasil akhir.
Kluivert baru saja menjalani debut bersama Timnas Indonesia. Melawan Australia pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (20/3) petang WIB, Indonesia kalah dengan skor 1-5 dari sang tuan rumah.
Hasil laga di Stadion Sidney itu mendapat sorotan tajam dari publik. Sebab, Skuad Garuda dinilai mendapatkan hasil yang tak sesuai harapan. Indonesia kalah dengan skor telak dan mengecewakan.
Di sisi lain, kehadiran Kluivert langsung membawa perubahan dari sisi permainan. Gaya bermain Indonesia sangat berbeda jika dibanding era Shin Tae-yong. Simak ulasan lebih lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Perubahan Besar yang Dihadirkan Kluivert

Kluivert memakai formasi 3-4-2-1 dan memainkan mayoritas pemain yang dulu juga jadi andalan Shin Tae-yong. Namun, dari segi gaya bermain, Kluivert mengambil sisi yang sama sekali berbeda dibanding Shin Tae-yong.
Kluivert secara mengejutkan membawa Timnas Indonesia bermain sangat agresif pada duel lawan Australia, walau sebagai tim tamu. Indonesia mendapatkan dua peluang bagus saat laga baru berjalan dua menit.
Namun, perubahan itu belum sempurna. Cara menyerang Indonesia belum terstruktur dengan ideal. Sedangkan, di pertahanan, ada kepanikan pada situasi serangan balik dan antisipasi bola mati.
"Beralih dari tim direct, transisi dan lebih pasif dengan blok tengah-rendah ke tim yang menekan tinggi, berorientasi pada pemain dan build-up lewat serangan posisional panjang adalah proses yang membutuhkan waktu," tulis pemain PSIS Semarang, Roger Bonet, lewat akun X miliknya.
Kluivert Pilih Proses atau Hasil?

Menurut Roger Bonet, Kluivert butuh waktu agar Indonesia bisa bermain dengan gaya baru yang dibawanya. Alih-alih revolusi, Roger Bonet menilai Indonesia akan berevolusi. Di sisi lain, Indonesia butuh hasil.
Indonesia kini berada dalam situasi yang genting di Kualifikasi Piala Dunia 2026, dengan tiga laga tersisa. Jika gagal menang lawan Bahrain (25/3) nanti, Skuad Garuda akan berada dalam situasi pelik.
"Apakah mereka tetap berkomitmen pada visi mereka atau beradaptasi dengan tuntutan? Berpegang pada filosofi mereka atau menyesuaikan diri untuk bisa bertahan? Dilema yang sulit bagi pelatih mana pun," sambung Roger Bonet.
Hasil dan Klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026
5 September 2024
- Jepang 7-0 China
- Australia 0-1 Bahrain
- Arab Saudi 1-1 Timnas Indonesia
10 September 2024
- China 1-2 Arab Saudi
- Timnas Indonesia 0-0 Australia
- Bahrain 0-5 Jepang
10 Oktober 2024
- Australia 3-1 China
- Bahrain 2-2 Timnas Indonesia
- Arab Saudi 0-2 Jepang
15 Oktober 2024
- Jepang 1-1 Australia
- China 2-1 Timnas Indonesia
- Arab Saudi 0-0 Bahrain
14 November 2024
- Australia 0-0 Arab Saudi
- Bahrain 0-1 China
15 November 2024
- Timnas Indonesia 0-4 Jepang
19 November 2024
- China 1-3 Jepang
- Timnas Indonesia 2-0 Arab Saudi
- Bahrain 2-2 Australia
20 Maret 2025
- Australia 5-1 Timnas Indonesia
- Jepang 2-0 Bahrain
- Arab Saudi 1-0 China
25 Maret 2025
- Jepang vs Arab Saudi
- China vs Australia
- Timnas Indonesia vs Bahrain
5 Juni 2025
- Australia vs Jepang
- Bahrain vs Arab Saudi
- Timnas Indonesia vs China
10 Juni 2025
- Jepang vs Timnas Indonesia
- Arab Saudi vs Australia
- China vs Bahrain
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil BRI Super League: PSIM Yogyakarta Comeback dan Taklukkan Borneo FC
Bola Indonesia 1 November 2026, 17:34
-
Michael Carrick Tak Gentar Manchester United Terancam Masuk Zona Degradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 15:15
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
LATEST UPDATE
-
Bukan Sekadar Menang, Arsenal Catat Rekor Pertahanan Istimewa di Markas Liverpool
Liga Inggris 2 November 2026, 15:31
-
Jamu AS Roma, Apakah Michael Carrick Masih jadi Manajer MU?
Liga Champions 2 November 2026, 15:25
-
Prediksi LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026
Liga Champions 2 November 2026, 14:11
-
Prediksi Man Utd vs Roma 4 November 2026
Liga Champions 2 November 2026, 13:05
-
Prediksi Barcelona vs Aston Villa 4 November 2026
Liga Champions 2 November 2026, 12:39
-
Prediksi Villarreal vs PSG 4 November 2026
Liga Champions 2 November 2026, 12:02
-
Prediksi Atletico Madrid vs Bayern 4 November 2026
Liga Champions 2 November 2026, 11:56
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Lille 4 November 2026
Liga Champions 2 November 2026, 11:26
-
Prediksi Feyenoord vs Inter 4 November 2026
Liga Champions 2 November 2026, 10:28
-
Prediksi Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026
Liga Champions 2 November 2026, 10:21
-
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026
Liga Champions 2 November 2026, 10:13
-
Rating Pemain Juventus usai Bungkam Napoli 2-0: Tiga Pemain Nilai 8, Alajbegovic 9
Liga Italia 2 November 2026, 08:08
-
Kimi Antonelli Juara Dunia F1 2026, Pecahkan Rekor Sebagai Juara Termuda
Otomotif 2 November 2026, 08:04
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




