Firas Al-Buraikan yang Gagal Dijinakkan dan Harapan Menipis Timnas Indonesia
Gia Yuda Pradana | 9 Oktober 2025 10:41
Bola.net - Harapan sempat membumbung tinggi ketika Timnas Indonesia membuka laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Timnas Arab Saudi dengan cara sempurna. Dalam pertandingan Grup B yang digelar Kamis (9/10) dini hari WIB itu, Skuad Garuda unggul lebih dulu, tetapi kegagalan menjinakkan Firas Al-Buraikan mengubah segalanya.
Gol cepat Kevin Diks lewat titik putih pada menit ke-11 membuat Indonesia memimpin 1-0. Penalti itu diberikan setelah wasit melihat handball di kotak terlarang Arab Saudi. Keunggulan tersebut sempat memberi kepercayaan diri besar bagi pasukan Patrick Kluivert.
Sayangnya, momentum itu tak bertahan lama. Enam menit berselang, Saleh Al-Shamat menyamakan kedudukan. Situasi makin berat ketika Firas Al-Buraikan mencetak gol dari penalti pada menit ke-34 dan membuat Arab Saudi berbalik unggul 2-1.
Petaka berlanjut di babak kedua. Al-Buraikan kembali menjebol gawang Maarten Paes pada menit ke-63. Meski Indonesia sempat memperkecil kedudukan, skor akhir 3-2 tak berubah meski Arab Saudi bermain dengan 10 orang di pengujung laga.
Al-Buraikan Tak Terbendung

Nama Firas Al-Buraikan menjadi kunci kemenangan Arab Saudi. Striker andalan Al Ahli tersebut tampil sangat dominan dan nyaris tak bisa dikendalikan lini belakang Indonesia. Dua gol yang ia ciptakan — satu dari titik penalti dan satu dari permainan terbuka — menjadi pembeda nyata.
Sepanjang 76 menit bermain, Al-Buraikan mencatat empat tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran. Ia juga menciptakan tiga peluang bagi rekan-rekannya, menjadi pemain yang paling banyak dilanggar (lima kali), dan menjadi sumber tekanan utama bagi Indonesia.
Penampilannya begitu efektif hingga FotMob memberikan rating 9,2 dan gelar Man of the Match. Di setiap pergerakannya, Al-Buraikan memperlihatkan kualitas seorang finisher tajam yang juga cerdas dalam membuka ruang.
Kehadirannya bukan sekadar mencetak gol, melainkan juga menciptakan rasa cemas di setiap lini pertahanan lawan. Untuk Timnas Indonesia, sosok Al-Buraikan benar-benar menjadi teror yang tak mudah dilupakan.
Harapan Menipis, Laga Pemungkas Jadi Penentu

Kekalahan ini membuat peluang Indonesia untuk lolos otomatis menipis. Satu-satunya harapan kini ada pada pertandingan terakhir Grup B melawan Irak.
Laga itu akan menjadi momen penentuan: menang atau tersingkir. Jika mampu mengalahkan Irak, Indonesia akan mengoleksi tiga poin dan membuka kembali peluang untuk finis sebagai runner-up grup. Namun, skenarionya tidak sesederhana itu.
Hasil pertandingan Arab Saudi melawan Irak juga akan sangat berpengaruh. Jika ketiga tim berakhir dengan jumlah poin sama, selisih gol akan menentukan siapa yang melangkah lebih jauh.
Beban berat kini ada di pundak Skuad Garuda. Satu kemenangan akan menjaga asa, tetapi lebih dari itu, mental baja dan ketenangan di momen krusial akan menjadi kunci. Saat tekanan memuncak, semangat pantang menyerah harus kembali menyala.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Bukan Kurang Semangat, Kekalahan Timnas Indonesia Datang dari Keputusan yang Salah
- Andai Saja Ritme Permainan Timnas Indonesia Bisa Dijaga, Hasilnya Mungkin Berbeda
- Timnas Indonesia Kalah 2-3 dari Arab Saudi: Kurang Fokus, Ruang Kosong, Tembakan Jarak Jauh yang Mematikan
- Kekalahan Timnas Indonesia Akibat Persiapan Tim yang Kurang Optimal?
- 3 Kekurangan yang Membuat Timnas Indonesia Takluk dari Arab Saudi
- Hilangnya Kestabilan di Pusat Permainan Timnas Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rafael Leao Jadi Penyelamat Milan, Allegri Ungkap Perubahan Penting Sang Bintang
Liga Italia 11 Januari 2026, 10:55
-
Transfer Panas! Chelsea Siap Jual Palmer, Man United Siap Beli Dengan Dana Jumbo!
Liga Inggris 11 Januari 2026, 09:59
-
5 Pemain Kunci Barcelona untuk Kalahkan Real Madrid di Final Piala Super Spanyol
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 08:00
-
Jadwal Semifinal Piala Afrika 2025: Senegal vs Mesir, Nigeria vs Maroko
Bola Dunia Lainnya 11 Januari 2026, 07:00
-
Persita vs Borneo FC: Alasan Kekalahan Borneo FC di Tangan Persita
Bola Indonesia 11 Januari 2026, 06:59
LATEST UPDATE
-
Bukan Hanya Masalah Mental, Ini Peringatan Fletcher untuk Calon Pelatih Baru MU
Liga Inggris 12 Januari 2026, 06:15
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 12 Januari 2026, 05:36
-
Rapor Pemain Man United vs Brighton: Tetap Kalah Meski Main 4 Bek Plus Kobbie Mainoo
Liga Inggris 12 Januari 2026, 05:30
-
Jadwal Drawing Putaran Keempat Piala FA 2025/2026
Liga Inggris 12 Januari 2026, 05:17
-
Dua Kali Imbang Lawan Tim Papan Bawah, Allegri Semprot Fokus Pemain Milan: Konyol!
Liga Inggris 12 Januari 2026, 05:17
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Scott McTominay
Liga Italia 12 Januari 2026, 05:04
-
Man of the Match Barcelona vs Real Madrid: Raphinha
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Inter vs Napoli: Dua Gol McTominay Gagalkan Kemenangan Nerazzurri
Liga Italia 12 Januari 2026, 04:52
-
Update Transfer AC Milan: Maignan Bertahan, Nasib Nkunku Akhirnya Terjawab
Liga Italia 12 Januari 2026, 04:44
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52





