Pedri dan Ferran Torres Bongkar Sanksi Gila Hansi Flick di Barcelona, Telat 10 Menit Bisa Kena Rp700 Juta!

Pedri dan Ferran Torres Bongkar Sanksi Gila Hansi Flick di Barcelona, Telat 10 Menit Bisa Kena Rp700 Juta!
Pelatih Barcelona, Hansi Flick. (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Perubahan besar tengah terjadi di ruang ganti Barcelona sejak kedatangan Hansi Flick. Pelatih asal Jerman itu perlahan mengubah budaya disiplin klub menjadi jauh lebih ketat dan terstruktur.

Setiap detail kini diperhatikan dengan serius, terutama soal ketepatan waktu. Flick menjadikan kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam membangun kembali mentalitas skuad.

Tak ada toleransi untuk keterlambatan, sekecil apa pun alasannya. Bagi Flick, datang tepat waktu bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk rasa hormat terhadap tim dan institusi.

Dua bintang Blaugrana, Pedri dan Ferran Torres, pun akhirnya membocorkan seperti apa kerasnya aturan baru tersebut. Mereka mengungkapnya saat tampil bersama di acara televisi populer Spanyol, El Hormiguero.

Pedri: Sekarang Telat Langsung Didenda

Pedri: Sekarang Telat Langsung Didenda

Pemain Barcelona, Pedri, pada laga semifinal Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana antara Barcelona vs Athletic Club di Jeddah, Arab Saudi, Rabu, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Pedri mengakui bahwa aturan soal ketepatan waktu mengalami perubahan signifikan musim ini. Jika sebelumnya ada sanksi teknis seperti dicoret dari skuad pertandingan, kini pendekatannya berbeda.

Gelandang kreatif itu menjelaskan bahwa fokus hukuman sekarang lebih condong ke sanksi finansial. Menurutnya, pendekatan tersebut membuat para pemain berpikir dua kali sebelum datang terlambat.

Pedri mengatakan: "Mengenai ketepatan waktu, kami telah sedikit mengubahnya. Jika Anda terlambat, Anda akan dikenakan denda," ungkapnya, via Goal. Pernyataan itu menegaskan bahwa tidak ada lagi toleransi, siapa pun statusnya di dalam tim.

Sebelumnya, Flick sendiri pernah menegaskan sikapnya soal disiplin waktu. Ia menyatakan: "(Terlambat) adalah kurangnya rasa hormat, bukan untuk saya tetapi untuk rekan setimnya, institusi, dan para penggemar. Tidak sulit untuk datang tepat waktu, ini tidak boleh terjadi dan telah terjadi."

Pertandingan Selanjutnya
La Liga La Liga | 28 Februari 2026
Barcelona Barcelona
22:15 WIB
Villarreal Villarreal

Ferran Torres: 40.000 Euro untuk 10 Menit

Ferran Torres: 40.000 Euro untuk 10 Menit

Ferran Torres tertegun sejenak dalam laga babak 16 besar Copa del Rey antara Racing Santander vs Barcelona di El Sardinero, 16 Januari 2026 (c) AP Photo/Miguel Oses

Jika Pedri membocorkan perubahan sistemnya, Ferran Torres justru mengungkap angka yang membuat banyak orang terkejut. Denda yang diterapkan ternyata tidak main-main.

Torres menyebut bahwa keterlambatan singkat pun langsung berujung hukuman finansial besar. Besarnya nominal itu menjadi sinyal tegas bahwa Flick benar-benar serius menegakkan aturan.

Ia mengungkapkan: "40.000 untuk keterlambatan 10 menit pada hari pertandingan." Jumlah tersebut setara Rp700 juta hanya untuk telat sebentar.

Torres bahkan sempat bercanda soal kemungkinan denda yang lebih besar. Ia mengatakan: "Saya tidak bisa membayangkan berapa banyak uang yang akan dikenakan untuk keterlambatan 20 menit. Anda mungkin lebih baik mengiriminya foto ibuprofen!" sebelum menambahkan bahwa hukuman baru itu "lebih menyakitkan, saya akan memberi tahu Anda itu."

Dari Dicadangkan hingga Denda: Kasus Jules Kounde Jadi Bukti

Dari Dicadangkan hingga Denda: Kasus Jules Kounde Jadi Bukti

Pemain Barcelona Jules Kounde menyundul bola pada laga final Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana melawan Real Madrid di Jeddah, Arab Saudi, Minggu, 11 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Sebelum kebijakan denda besar diterapkan, Flick sempat menggunakan hukuman teknis di lapangan. Salah satu contoh paling nyata adalah yang dialami Jules Kounde.

Bek asal Prancis itu beberapa kali harus menerima konsekuensi karena datang terlambat ke pertemuan tim sebelum pertandingan. Situasi tersebut berdampak langsung pada menit bermainnya.

Musim lalu, Kounde tercatat tiga kali harus memulai laga dari bangku cadangan akibat pelanggaran disiplin tersebut. Keputusan itu menjadi pesan keras bahwa tidak ada pemain yang kebal aturan.

Kini, pendekatan Flick tampaknya berevolusi. Alih-alih hanya hukuman teknis, sanksi finansial besar dipilih sebagai cara yang dinilai lebih efektif untuk menjaga ketertiban dan profesionalisme di dalam skuad Barcelona.