Firman Utina: Alfred Riedl Sempurna, Segalanya bagi Pemain di Timnas Indonesia
Gia Yuda Pradana | 9 September 2020 12:11
Bola.net - Alfred Riedl segalanya bagi Firman Utina. Pelatih asal Austria itu adalah sosok yang membawa Timnas Indonesia kembali bangkit di percaturan sepak bola Asia Tenggara pada Piala AFF 2010.
Di tangan Riedl, Timnas Indonesia mampu melaju ke babak final Piala AFF 2010. Firman menjadi salah satu pemain yang paling diandalkannya sepanjang turnamen.
Kemarin, Selasa (8/9/2020), Riedl mengembuskan nafas terakhirnya pada usia ke-70. Begitu banyak kenangan yang diingat Firman terhadap pelatih yang akrap disapa Opa itu.
"Beliau sosok pelatih yang berkharisma. Sosok pelatih yang sangat memperhatikan pemain-pemainnya. Sosok pelatih yang sangat ingin tahu bahwa pemainnya sehat atau tidak," ujar Firman kepada Bola.net.
"Sangat perhatian bukan hanya di lapangan, juga menjaga pemain dari hal-hal yang tidak dia inginkan kelak yang merugikan pemain itu."
"Coach Riedl sosok yang baik. Sudah seperti orang tua di mata kami. Sosok pelatih yang sangat disiplin, dan sosok pelatih yang tidak ingin pemainnya lengah atau lemah bermain untuk negaranya," katanya menambahkan.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.
Berpengaruh Besar terhadap Karier Pemain

Tiga kali Riedl melatih Timnas Indonesia yaitu pada 2010-2011, 2013-2014, dan 2016. Firman dua kali dipercaya untuk masuk skuad.
Pertama di Piala AFF 2010. Kedua di Piala AFF 2014. Pada turnamen terakhir itu, ia bahkan didapuk sebagai kapten tim.
Di mata Firman, keberadaan Riedl berpengaruh besar terhadap karier pemain yang pernah didiknya.
"Saat itu, beliau berpengaruh sekali. Mengangkat derajat Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi. Sangat memotivasi pemain sehingga pemain ingin selalu berada di dalam skuad yang beliau pegang," tutur Firman.
"Pemain semua bersaing untuk dapat masuk sebagai starter. Dia sosok pelatih yang bukan hanya mementingkan dirinya sendiri, coach Riedl sangat perhatian kepada pemain. Bahkan coach Riedl selalu ada ketika pemain dalam tekanan, baik di dalam maupun luar lapangan."
"Coach Riedl sudah seperti orang tua bagi saya. Sangat memotivasi saya pada saat itu. Saat saya di lapangan, saya ingin bermain untuknya karena beliau sangat memercayai saya. Saya takut kalah karena khawatir mengecewakan beliau. Saya takut teman-teman berbuat tidak disiplin karena takut melihat coach Riedl marah. Sebab betapa baiknya beliau saat itu bersama tim dan sangat melindungi kami sebagai pemain," imbuhnya.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Timnas Indonesia U-19 Dihajar Kroasia 1-7, Netizen: Selevel Brasil
Jejak Kepelatihan Alfred Riedl di Liga Indonesia
VIDEO: Ucapan Belasungkawa Ketua Umum PSSI Atas Meninggalnya Alfred Riedl
VIDEO: Kenangan Wawancara dengan Alfred Riedl tentang Keunikan Timnas Indonesia
Alfred Riedl dan Kenangannya Bersama 9 Klub di 6 Negara
Timnas Indonesia U-19 Dibantai Kroasia, Shin Tae-yong: Hasil Ini Mengecewakan
4 Pelajaran Timnas Indonesia U-19 saat Dihajar Timnas Kroasia U-19
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





