Gagal di SEA Games, Timnas U-23 Tak Dapat Bonus Dari Menpora
Editor Bolanet | 25 Juni 2015 23:09
- Kegagalan merealisasikan target medali emas, bahkan pulang tanpa medali apapun di SEA Games 2015, di Singapura, membuat cabang olahraga (cabor) sepak bola yang diwakili tim nasional Indonesia U-23, harus gigit jari.
Pasalnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan memberikan bonus kepada olahragawan peraih medali pada SEA Games 2015. Yang berbeda dari penyerahan bonus SEA Games kali ini, Kemenpora tidak hanya memberikannya kepada atlet dan pelatih, tapi juga bagi cabang olahraga (PB/PP) yang mampu memenuhi atau melebihi target medali yang ditetapkan pada pesta olahraga dua tahunan tersebut.
Kita memang kecewa dan harus berbenah karena hanya menempati peringkat kelima pada SEA Games 2015. Namun demikian, kami tetap memperhatikan bahwa ternyata ada cabor yang bisa memenuhi target, bahkan bisa menjadi juara umum. Reward pantas diberikan kepada cabor-cabor memenuhi atau melebihi target medali untuk merangsang pengurus cabor lain agar meningkatkan prestasi, terang Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi.
Cabor yang mendapatkan bonus karena telah memenuhi atau melampaui target tersebut adalah judo, bulu tangkis, atletik, wushu, panahan, kano/rowing/perahu naga dan ski air. Menpora Imam juga memberikan piagam penghargaan kepada perwakilan pengurus cabor berprestasi tersebut saat acara Evaluasi SEA Games 2015, di Aula Wisma Pemuda Kemenpora, Jakarta, Kamis (25/6).
Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menegaskan, bahwa pihaknya juga akan merealisasikan janji untuk segera mungkin menyerahkan bonus SEA Games. Yakni, sebelum lebaran dan sudah direncanakan tanggalnya yakni pada 9 Juli mendatang.
Bonus ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dan komitmen pemerintah untuk dapat memacu prestasi, tambah Cak Imam- sapaan akrab Imam Nahrawi.
Nantinya, besaran bonus SEA Games 2015 sama dengan sebelumnya. Yaitu atlet peraih medali emas perorangan akan menerima bonus sebesar Rp200 juta, peraih medali perak Rp50 juta dan perunggu Rp30 juga.
Sedangkan untuk nomor beregu, peraih emas akan mendapatkan Rp100 juta, perak Rp30 juta dan perunggu Rp25 juta. Bonus juga akan diberikan kepada para pelatih yang mendampingi atlet peraih medali sesuai dengan pagu yang sudah ditentukan.
Khusus untuk bonus cabor yang mampu memenuhi atau melebihi target medali yang ditetapkan, akan diberikan voucher Rp 200juta untuk mengikuti kejuaraan internasional.
Dana yang digunakan untuk memberikan atlet yang berprestasi pada SEA Games 2015, berasal dari APBN melalui Asisten Deputi Promosi dan Penghargaan Kemenpora. Pada SEA Games 2015 di Singapura, kontingen Indonesia mampu mengumpulkan sebanyak 47 medali emas, 61 perak dan 74 perunggu. (esa/dzi)
Pasalnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan memberikan bonus kepada olahragawan peraih medali pada SEA Games 2015. Yang berbeda dari penyerahan bonus SEA Games kali ini, Kemenpora tidak hanya memberikannya kepada atlet dan pelatih, tapi juga bagi cabang olahraga (PB/PP) yang mampu memenuhi atau melebihi target medali yang ditetapkan pada pesta olahraga dua tahunan tersebut.
Kita memang kecewa dan harus berbenah karena hanya menempati peringkat kelima pada SEA Games 2015. Namun demikian, kami tetap memperhatikan bahwa ternyata ada cabor yang bisa memenuhi target, bahkan bisa menjadi juara umum. Reward pantas diberikan kepada cabor-cabor memenuhi atau melebihi target medali untuk merangsang pengurus cabor lain agar meningkatkan prestasi, terang Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi.
Cabor yang mendapatkan bonus karena telah memenuhi atau melampaui target tersebut adalah judo, bulu tangkis, atletik, wushu, panahan, kano/rowing/perahu naga dan ski air. Menpora Imam juga memberikan piagam penghargaan kepada perwakilan pengurus cabor berprestasi tersebut saat acara Evaluasi SEA Games 2015, di Aula Wisma Pemuda Kemenpora, Jakarta, Kamis (25/6).
Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menegaskan, bahwa pihaknya juga akan merealisasikan janji untuk segera mungkin menyerahkan bonus SEA Games. Yakni, sebelum lebaran dan sudah direncanakan tanggalnya yakni pada 9 Juli mendatang.
Bonus ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dan komitmen pemerintah untuk dapat memacu prestasi, tambah Cak Imam- sapaan akrab Imam Nahrawi.
Nantinya, besaran bonus SEA Games 2015 sama dengan sebelumnya. Yaitu atlet peraih medali emas perorangan akan menerima bonus sebesar Rp200 juta, peraih medali perak Rp50 juta dan perunggu Rp30 juga.
Sedangkan untuk nomor beregu, peraih emas akan mendapatkan Rp100 juta, perak Rp30 juta dan perunggu Rp25 juta. Bonus juga akan diberikan kepada para pelatih yang mendampingi atlet peraih medali sesuai dengan pagu yang sudah ditentukan.
Khusus untuk bonus cabor yang mampu memenuhi atau melebihi target medali yang ditetapkan, akan diberikan voucher Rp 200juta untuk mengikuti kejuaraan internasional.
Dana yang digunakan untuk memberikan atlet yang berprestasi pada SEA Games 2015, berasal dari APBN melalui Asisten Deputi Promosi dan Penghargaan Kemenpora. Pada SEA Games 2015 di Singapura, kontingen Indonesia mampu mengumpulkan sebanyak 47 medali emas, 61 perak dan 74 perunggu. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Timnas Indonesia U-22 Gagal Total di SEA Games 2025, PSSI Pecat Indra Sjafri
Tim Nasional 16 Desember 2025, 20:32
-
Bung Towel Kritik Zainudin Amali usai Timnas Indonesia U-22 Gagal di SEA Games 2025
Tim Nasional 13 Desember 2025, 23:11
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Spanyol 2026 di Vidio, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:55
-
Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:43
-
Jadwal Live Streaming Seri 1 Mandalika Racing Series 2026, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:39
-
Jadwal Lengkap Balapan Pertamina Mandalika Racing Series 2026
Otomotif 20 April 2026, 10:55
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00















