Indonesia Terpuruk di Piala AFF 2018 Karena PSSI Ingin Berhemat
Afdholud Dzikry | 22 November 2018 12:05
Bola.net - - Pergantian pelatih dari Luis Milla ke Bima Sakti hanya dua pekan sebelum Piala AFF 2018 digelar banyak disebut sebagai salah satu blunder PSSI yang berujung terpuruknya prestasi Indonesia di turnamen sepak bola terbesar Asia Tenggara tersebut.
Sejatinya dalam beberapa momen, ada momen ketika Luis Milla hampir meneken perpanjangan kontrak untuk melatih tim nasional Indonesia. Namun mendadak PSSI mengambil keputusan sepihak mendapuk Bima Sakti sebagai arsitek Tim Merah-Putih.
Menurut bocoran yang didapat Bola.com dari lingkar dalam PSSI keputusan membatalkan kesepakatan kontrak baru dengan Luis Milla, karena faktor finansial.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters!
Faktor Finansial Jadi Alasan Berhemat
PSSI kewalahan membayar gaji bulanan pelatih asal Spanyol dan para asistennya yang angkanya hampir Rp 2 miliar. Bandingkan dengan gaji Bima Sakti yang hanya kisaran di bawah 100 juta rupiah per bulan.
PSSI pun masih berutang gaji dua bulan terakhir ke Luis Milla. Kondisi keuangan PSSI yang koyak membuat mereka realistis.
Dengan bayaran besar, sang mantan pemain Barcelona dan Real Madrid tersebut juga gagal merealisasikan target yang dipatok PSSI.
Yang pertama: Timnas Indonesia U-23 Indonesia gagal melaju ke putaran final Piala AFC U-23. Lalu selanjutnya Timnas Indonesia U-22 besutannya hanya mendapatkan medali perunggu di SEA Games 2017, dan terakhir Luis Milla mentok membawa skuat Garuda Muda lolos ke babak 16 besar Asian Games 2018 dari target semifinal yang dipatok Edy Rahmayadi dkk.
"PSSI memiliki catatan-catatan performa Luis Milla baik sisi positif dan negatif, terutama kaitannya dengan tiga target utama (Piala AFC U-23, SEA Games 2017, dan Asian Games 2018) yang PSSI akan tetap jaga kerahasiaannya secara profesional," kata Ratu Tisha, Sekjen PSSI.
Walau PSSI juga mengakui kerap melanggar kesepakatan kontrak, kaitan dengan pembayaran hak Milla dan para asistennya.
“Memang, saat pembayaran gaji itu, kami PSSI sering terlambat, saya akui. Makanya Milla di media sosial mengungkapkan bahwa PSSI itu tidak profesional. Tapi tidak ada niatan kami untuk tak membayar kewajiban kepadanya," ujar Yoyok Sukawi, anggota Komite Eksekutif PSSI kepada wartawan menanggapi curhat Milla yang menyebar di banyak media.
Makan Tuan
Sayang perjudian PSSI menunjuk Bima Sakti jadi senjata makan tuan. Bima yang minim pengalaman ternyata tidak bisa melanjutkan program kerja Luis Milla ke Timnas Indonesia.
Tim Merah-Putih gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2018 secara menyakitkan. Melakoni tiga pertandingan Grup B, Timnas Indonesia hanya meraih satu kemenangan yakni saat menghadapi Timor Leste (3-1).
Dua laga lainnya melawan Thailand dan Singapura berujung kekalahan 1-4 dan 0-1. Seiring hasil imbang 1-1 antara Filipina kontra Thailand, Timnas Indonesia dipastikan tidak bisa melampaui raihan poin kedua pesaingnya itu sekalipun menang pada laga terakhir.
"Kasihan pelatihnya. Membebani pelatih baru untuk pertandingan sebesar ini, merupakan keputusan yang tidak tepat. Kalau saya mengomentari timnya, saya kasihan pelatihnya. Bima Sakti pelatih muda dan langsung mendapat tekanan. Kesalahan ada di pihak yang menunjuk, dalam artian PSSI," sentil Risdianto, mantan pemain Timnas Indonesia era 1970-an dan 1980-an.
Kritikan bernada serupa juga dilontarkan pelatih senior, Freddy Mulli.
"Ini pelajaran bagi tim teknik PSSI, bahwa pengalaman itu sangat berpengaruh, terutama dalam menganalisis jalannya pertandingan dan membuat keputusan setelah skema main yang dirancang tidak jalan. Kemampuan dalam teorinya mungkin bagus, tapi untuk memimpin pertandingan membutuhkan pengalaman," ujar Freddy.
"Menurut saya, PSSI, dan semua pihak harus introspeksi dan melakukan evaluasi untuk mengetahui apa saja kelemahan Timnas di Piala AFF 2018. Setelah itu, diperbaiki yang kurang. Itu jauh lebih penting daripada cari-cari siapa yang salah," terangnya.
Sumber: bola.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil PSG vs LOSC: Verdonk Absen, Lille Remuk di Parc des Princes
Liga Eropa Lain 17 Januari 2026, 05:27
-
Serba-Serbi ASEAN Hyundai Cup 2026: Hasil Undian Sampai Jadwal Timnas Indonesia
Tim Nasional 16 Januari 2026, 10:57
-
Jadwal Lengkap, Hasil, Klasemen, dan Top Skor Piala AFF 2026
Tim Nasional 15 Januari 2026, 20:56
LATEST UPDATE
-
Madrid vs Monaco: Arbeloa Pasang Target 8 Besar UCL dan Misi Damai dengan Suporter
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:22
-
Gelandang Barcelona Ini Bakal Jadi Suksesor Casemiro di Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:21
-
Mbappe Muak Lihat Rekannya di Madrid Dibully: Kritik Timnya, Jangan Orangnya!
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:10
-
Carrick Effect! Kobbie Mainoo Putuskan Bertahan di MU
Liga Inggris 20 Januari 2026, 09:51
-
Real Madrid vs Monaco, Mbappe: Terima Kasih Mantan, Tapi Madrid Wajib Menang!
Liga Champions 20 Januari 2026, 09:50
-
Manchester United Incar Niko Kovac, Bagaimana Nasib Michael Carrick?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 09:43
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26











