Indra Sjafri Terus Terapkan Sistem Promosi dan Degradasi
Asad Arifin | 27 Maret 2017 20:35Bola.net - - Tim nasional U-19 Indonesia akan terus menggunakan sistem promosi dan degradsi dalam proses seleksinya. Hal tersebut dilakukan sampai pelatih timnas U-19, Indra Sjafri menemukan skuat yang sesuai keinginannya.
Setelah melakukan pencarian pemain ke seluruh pelosok Indonesia, Indra akhirnya mendapatkan 36 pemain dari berbagai daerah. Dia menyeleksi para pemain itu demi membentuk tim yang nantinya akan berlaga di pentas Piala AFF 2017 pada bulan September di Myanmar.
Indra melakukan seleksi di Lapangan Atang Sutrisna, Cijantung, Jakarta Timur, sejak pekan lalu. Dalam proses seleksi itu, Indra memberlakukan sistem promosi dan degradasi, di mana dia akan mengeliminasi sejumlah pemain tiap pekannya dan mendatangkan pemain baru sebagai gantinya.
Indra ditanya sampai kapan dia akan menerapkan sistem tersebut. Dikatakannya, dia akan terus melakukannya sampai menemukan komposisi tim yang sesuai.
Sampai saya puas karena pendaftaran pemain itu satu minggu sebelum berangkat ke Piala AFF masih bisa diganti, ujar Indra di Lapangan Atang Sutrisna, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (27/3/2017).
Sementara itu, sistem bongkar pasang tersebut dikhawatirkan akan bisa membuatnya kesulitan menemukan komposisi skuat yang ideal. Namun Indra menegaskan hal itu tak akan memberikan efek negatif pada tim asuhannya.
Yang 22 kemarin apa, kan berlatih terus mereka. Itu berarti yang 22 itu sudah menjadi bagian dari kerangka tim karena saya masih harus menunggu anak-anak yang dari luar negeri, tutur mantan pelatih Bali United ini.
Kalau itu selesai, tanggal 10 persiapan umum saya selesai. Baru masuk saya ke spesifik, saya sudah mulai bangun kerangka tim. Habis lewat tanggal 10 itu sudah kita tahu rangka tim kita, terangnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bedah Statistik Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025: 3 Gol dari 36 Shots
Tim Nasional 12 Desember 2025, 22:08
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






