Inilah Alasan Indra Sjafri Pertahankan Skuat Lama Garuda Jaya
Editor Bolanet | 8 Januari 2014 18:10
- Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, menepis adanya anggapan lebih memilih mempertahankan kerangka tim yang berlaga di Piala AFF 2013 dan Pra Piala Asia.
Karena itu, banyak pemain seleksi yang berguguran dalam proses seleksi di pemusatan latihan. Pada Minggu (5/1), lima pemain dicoret dan gagal mengikuti training centre (TC)/pemusatan latihan tahap kedua di Yogyakarta. Masing-masing yakni, Dio Permana (tengah), Angga Febrianto (depan), Dimas Sumantri (belakang), Vicky Meilano (tengah), dan Rosad Setiawan (belakang).
Sedangkan jauh sebelum, Indra juga mencoret lima pemain, Dikri Yusron Afafa (kiper), Rully Desrian (kiper), Terens Puhiri (depan), Dalmiansah Matutu (depan), Untung Wibowo (gelandang), dan M Junda Irawan (belakang).
Pertimbangan utama proses seleksi tahap pertama, adalah murni prestasi. Kalau pemain tersebut memenuhi standar yang ditetapkan, maka akan terpilih. Kalau tidak bisa memenuhi standar, tentu dicoret. Buktinya, ada pemain lama yang tercoret seperti Dio Permana, Dimas Sumantri dan Angga Febrianto, terang Indra.
Intinya, pemain yang dipertahankan itu yang terbaik. Bukannya pemain lama atau baru, tapi itu adalah yang terbaik. Kebetulan saja yang tercoret itu banyak yang baru, sambungnya.
Kini, sebanyak 29 pemain mulai menjalani TC tahap kedua di Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, dilanjutkan Indra, bakal lebih difokuskan pada taktik.
Selain itu, ada juga serangkaian uji coba. Tapi, uji coba bukan di Yogyakarta. Yakni, dengan tur Nusantara, tur Timur Tengah, dan tur Eropa. Kemudian, masih berlanjut dalam Mini Turnamen, tuntasnya.[initial]
(esa/dzi)
Karena itu, banyak pemain seleksi yang berguguran dalam proses seleksi di pemusatan latihan. Pada Minggu (5/1), lima pemain dicoret dan gagal mengikuti training centre (TC)/pemusatan latihan tahap kedua di Yogyakarta. Masing-masing yakni, Dio Permana (tengah), Angga Febrianto (depan), Dimas Sumantri (belakang), Vicky Meilano (tengah), dan Rosad Setiawan (belakang).
Sedangkan jauh sebelum, Indra juga mencoret lima pemain, Dikri Yusron Afafa (kiper), Rully Desrian (kiper), Terens Puhiri (depan), Dalmiansah Matutu (depan), Untung Wibowo (gelandang), dan M Junda Irawan (belakang).
Pertimbangan utama proses seleksi tahap pertama, adalah murni prestasi. Kalau pemain tersebut memenuhi standar yang ditetapkan, maka akan terpilih. Kalau tidak bisa memenuhi standar, tentu dicoret. Buktinya, ada pemain lama yang tercoret seperti Dio Permana, Dimas Sumantri dan Angga Febrianto, terang Indra.
Intinya, pemain yang dipertahankan itu yang terbaik. Bukannya pemain lama atau baru, tapi itu adalah yang terbaik. Kebetulan saja yang tercoret itu banyak yang baru, sambungnya.
Kini, sebanyak 29 pemain mulai menjalani TC tahap kedua di Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, dilanjutkan Indra, bakal lebih difokuskan pada taktik.
Selain itu, ada juga serangkaian uji coba. Tapi, uji coba bukan di Yogyakarta. Yakni, dengan tur Nusantara, tur Timur Tengah, dan tur Eropa. Kemudian, masih berlanjut dalam Mini Turnamen, tuntasnya.[initial]
Garuda Jaya Menatap Dunia!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34














