Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Sebut Sepak Bola Indonesia Makin Maju

Aga Deta | 11 Agustus 2026 15:02
Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Sebut Sepak Bola Indonesia Makin Maju
Erick Thohir resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Erick Thohir menilai sepak bola Indonesia telah mengalami perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Indonesia dipastikan menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.

Kepercayaan FIFA tersebut dinilai sebagai salah satu tanda meningkatnya posisi sepak bola Indonesia. Erick Thohir pun menyambut penunjukan tersebut dengan optimisme.

Advertisement

FIFA ASEAN Cup 2026 akan digelar di dua stadion, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Penyelenggaraan turnamen ini juga menjadi bagian dari agenda besar sepak bola Indonesia.

Pemerintah bersama sejumlah kementerian dan lembaga, PSSI, serta pemerintah daerah telah mulai berkoordinasi untuk mempersiapkan ajang tersebut. Langkah ini dilakukan agar penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 dapat berjalan dengan baik di Indonesia.

1 dari 4 halaman

Dukungan Banyak Pihak

Dukungan Banyak Pihak

Para pemain starteer Timnas Indonesia saat melawan Kamboja pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026) (c) Kapanlagi.com/Budy Santoso

Erick Thohir menegaskan perkembangan sepak bola Indonesia tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Menurutnya, kemajuan yang dirasakan saat ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, federasi, pelaku sepak bola, dan masyarakat.

"Kalau ditanya mengenai dukungan pemerintah, Bapak Presiden, saya rasa saya sudah sampaikan, tidak mungkin sepak bola kita seperti ini tanpa dukungan masyarakat sepak bola, pemerintah pusat, pemerintah daerah, semua stakeholder," ujar Erick Thohir.

"Kalau ditanya apakah sepak bola kita sudah bangkit? Sudah bangkit. Kita bisa lihat kita juara SEA Games setelah 32 tahun, ya kan?" jelasnya.

2 dari 4 halaman

SEA Games Jadi Contoh

SEA Games Jadi Contoh

Selebrasi pemain Timnas Indonesia, Sandy Walsh, usai mencetak gol ke gawang Kamboja pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Senin (27/7/2026) malam WIB. (c) Kapanlagi.com/Budy Santoso

Pada SEA Games 2023 di Kamboja, Timnas Indonesia yang turun dengan pemain U-23 memang berhasil mengakhiri dahaga 32 tahun terakhir dengan meraih medali emas.

Erick Thohir juga mengajak publik untuk melihat perkembangan sepak bola Indonesia secara menyeluruh. Dia menilai capaian yang diraih dalam beberapa tahun terakhir merupakan fondasi penting untuk membangun prestasi yang lebih besar.

Menurutnya, keberhasilan sepak bola Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pemain yang berada di lapangan. Peran pelatih, federasi, pemerintah, hingga klub juga menjadi bagian penting dalam proses peningkatan kualitas tim nasional.

"Nah, memang tentu konteks yang lainnya kita bisa lihat, kita juga harus apresiasi kepada semua pelatih tim nasional. Mau coach Indra Sjafri, coach Nova Arianto, coach Shin Tae-yong, coach Patrick Kluivert, coach John Herdman, mereka sudah melakukan yang terbaik yang mereka sudah berikan," ucapnya.

"Tetapi tentu kita semua dukung, segala kebutuhan pelatih, apakah dari kompetisi dalam negeri ataupun dari para pemain yang dibesarkan di luar negeri, ya menteri kita dukung maksimal. Pemerintah hadir," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Perkembangan Sepak Bola Putri

Perkembangan Sepak Bola Putri

Striker Timnas Indonesia, Mitchell Baker, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Kamboja dalam laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Senin (27/7/2026). (c) Kapanlagi.com/Budy Santoso

Selain sektor putra, Erick Thohir juga menyinggung perkembangan sepak bola putri Indonesia. Dia menilai peningkatan prestasi yang mulai terlihat menjadi bagian dari langkah jangka panjang yang sedang disusun PSSI.

PSSI saat ini tengah menyiapkan blueprint pengembangan sepak bola nasional menuju 2030. Program tersebut mencakup berbagai aspek pembinaan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.

"Ya, ini Menkumham hadir. Pada saat hal-hal itu kita berikan yang maksimal. Jadi kalau kita bicara tentu hasil-hasil prestasi juga jangan dilihat hanya yang putra. Yang putri, yang selama ini belum terlihat, kemarin sudah mulai ya, juara back-to-back walaupun di kasta kedua," ungkapnya.

"Tapi ini kan langkah, langkah ke atas. Dan itulah kenapa dari PSSI, ini ada Pak Sekjen, kita menyiapkan juga bagaimana strategi blueprint menuju 2030. Nah, tentu tidak bisa kerja sendiri," ucapnya.

4 dari 4 halaman

Berikan Dukungan

Berikan Dukungan

Starting XI Timnas Indonesia pada FIFA Matchday melawan Mozambik di Stadion Gelora Bung Karno, 9 Juni 2026 (c) Bagaskara Lazuardi

Di tengah upaya membangun prestasi, Erick Thohir juga meminta masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada pemain dan pelatih Timnas Indonesia. Dia menilai seluruh elemen yang terlibat telah bekerja keras demi mengharumkan nama Indonesia.

Menurutnya, kritik yang disampaikan kepada tim nasional seharusnya tetap berada dalam batas yang wajar. Erick Thohir mengingatkan bahwa para pemain dan pelatih juga memiliki keluarga serta perasaan yang perlu dihormati.

"Dan saya memohon dengan hormat tadi, perlindungan kepada pelatih dan pemain harus ada. Jangan sampai kita menjadi bangsa yang memecah belah kita sendiri. Ya, pemain itu punya keluarga, punya perasaan," kata Erick Thohir.

"Mereka juga berkorban untuk nusa dan bangsa. Jadi ini hal-hal seperti ini yang saya rasa tentu ya sebagai pecinta tim nasional, ketika tim nasional baik, naik, atau sedang turun, ya kita harus sama-sama. Karena tadi, semua sudah memberikan yang terbaik. Ya, tentu hasil berbeda-beda," terangnya.

Disadur dari: Bola.com (Muhammad Adi Yaksa, Wiwig Prayugi) 11 Agustus 2026

LATEST UPDATE