Jelang Leg Kedua Indonesia vs Australia: 3 Kelemahan ini Wajib Dibenahi Tim Garuda Muda
Editor Bolanet | 28 Oktober 2021 11:49
Bola.net - Jelang leg kedua Kualifikasi Piala Asia U-23 antara Timnas Indonesia U-23 vs Australia, Jumat (29/10/2021) besok, persiapan terus digenjot Skuad Merah Putih. Kekurangan saat kalah di leg pertama sudah dievaluasi tim pelatih dan coba diperbaiki.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia U-23 kalah dengan skor 2-3 pada leg pertama, Selasa (26/10/21) kemarin. Sempat menahan imbang tanpa gol di babak pertama, gawang Ernando Ari Sutaryadi kemudian bobol tiga kali setelah jeda.
Anak asuh Shin Tae-yong melesakkan dua gol lewat Witan Sulaeman dan pemain pengganti, Taufik Hidayat. Sayang, skor 2-3 bertahan hingga peluit panjang.
Statistik memperlihatkan betapa Australia U-23 unggul jauh soal kualitas. Mereka menguasai 72 persen penguasaan bola dan mencatatkan delapan shots on goal.
Di sisi lain, kekalahan 2-3 tetap membuat kans Timnas Indonesia U-23 untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2022 masih terbuka. Apalagi tidak ada peraturan gol tandang, sehingga jika menang 1-0 pada leg kedua, laga bakal dilanjutkan ke babak adu penalti.
Lantas, apa saja kekurangan Timnas Indonesia U-23 yang wajib dibenahi jelang leg kedua melawan Australia U-23 pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2022?
Mental

Aspek mental sudah jadi persoalan usang di Timnas Indonesia berbagai level. Apalagi kalau lawannya memiliki fisik dan nama besar.
Shin Tae-yong mengakui kalau mental anak asuhnya jatuh saat melihat ukuran tubuh para pemain Australia U-23 jauh lebih besar.
"Melawan tim yang lebih kuat secara fisik, para pemain sudah takut duluan. Padahal saya yakin mereka memiliki kemampuan, tetapi karena down sebelum bertanding, yang ada malah performanya tidak keluar," kata Shin Tae-yong usai laga.
Garuda Muda butuh kemenangan dengan selisih dua gol untuk mengembalikan keadaan dan menyingkirkan Australia U-23 untuk melenggang ke putaran final Piala Asia U-23 2022.
"Saya meminta para pemain untuk lebih percaya diri pada leg kedua melawan Australia U-23," tutur Shin Tae-yong.
Pertahanan Terlalu Terbuka

Shin Tae-yong menerapkan formasi 4-1-4-1 dengan menugaskan Rachmat Irianto sebagai sweeper. Ia menempati posisi gelandang bertahan, sementara Alfeandra Dewangga dan Rizky Ridho sejajar di belakangnya.
Ini membuat Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan lebih nyaman membantu serangan karena Irianto akan langsung mundur ke belakang sehingga membentuk formasi tiga bek. Taktiknya bagus, tapi realisasinya berantakan.
Menurut Tony Ho, pelatih yang sudah mengantongi lisensi Pro-AFC ini, kelas Australia lebih baik daripada Indonesia. Garuda Muda terlalu mudah dipancing untuk bermain terbuka, sesuatu yang justru diinginkan oleh lawan.
"Mereka punya kemampuan teknik dan kematangan dalam bermain. Tentu mereka lebih suka kalau Indonesia bermain terbuka," ujar Tony Ho kepada Bola.com, Rabu (27/10/2021).
"Sebagai pelatih level dunia, Shin Tae-yong tentu sudah memiliki gambaran strategi apa yang akan diterapkan pada leg kedua nanti. Begitu pun dengan pelatih Australia. Tentu, Trevor Morgan sudah mewanti-wanti pemainnya agar tak lagi memandang remeh Indonesia," tuturnya lagi.
Tony menyarankan sebaiknya Rizky Ridho dan kawan-kawan melakukan man-to-man marking saat pemain lawan sudah berada di sepertiga daerah pertahanan Indonesia.
"Bukan lagi bermain zonal marking. Semoga Indonesia lebih beruntung dan bisa membalikkan keadaan di leg kedua," pungkas Tony Ho.
Tidak Bermain sebagai Tim

Usai pertandingan, Shin Tae-yong secara tersirat menyayangkan para pemainnya yang bermain terlalu individualistis. Makanya ia berharap pada leg kedua ini anak asuhnya bisa bermain sebagai satu kesatuan tim.
"Di pertandingan berikutnya, kita harus bermain sebagai satu tim dan harus percaya diri agar bisa meraih kemenangan di pertemuan kedua," ujarnya.
Faktor ini menjadi satu di antara bagian dari kegagalan Timnas Indonesia U-23 mengatasi Australia. Sebagian pemain masih terlihat ingin unjuk gigi memamerkan skilnya.
Seperti dengan mencoba melewati banyak pemain lawan melalui gocekan. Atau aksi lain yang sebenarnya tidak efektif ketika bermain sebagai kesatuan tim dan mengutamakan kerja sama.
"Saya yakin para pemain punya skill yang baik, tapi harus lebih pintar dalam bermain secara tim. Pertemuan kedua harus lebih mementingkan kerja sama bola dari kaki ke kaki. Intinya jangan membiarkan lawan menguasai permainan," ujar Aris Budi.
Disadur dari: Bola.com (Gregah Nurikhsani; 28/10/21)
JANGAN LEWATKAN INI BOLANETERS
Lupakan Kekalahan Leg Pertama, Timnas Indonesia U-23 Fokus Pada Pertemuan Kedua Vs Australia
Komentar Pelatih Australia U-23 Usai Kalahkan Indonesia: Harusnya Menang Lebih Nyaman
Andai Indonesia U-23 Menang 1-0 atau 2-1 atas Australia di Leg Kedua, Siapakah yang Lolos?
Kalah dari Australia, Timnas Indonesia U-23 Dinilai Masih Dipengaruhi Skill Pemain
Shin Tae-yong Soroti Nyali Pemain Timnas Indonesia U-23, Ciut Dulu Sebelum Main Lawan Australia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18










