Kilas Balik Drama Penutup Era Sumardji Sebagai Manajer Timnas Indonesia: Dari Emas SEA Games hingga Sanksi Berat FIFA

Editor Bolanet | 18 Februari 2026 13:00
Kilas Balik Drama Penutup Era Sumardji Sebagai Manajer Timnas Indonesia: Dari Emas SEA Games hingga Sanksi Berat FIFA
Manajer Timnas Indonesia, Sumardji. (c) Bola.com/ Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Rekam jejak Sumardji sebagai manajer Timnas Indonesia ditutup dengan catatan hitam dari FIFA. Mantan manajer skuad Garuda itu dipastikan menerima sanksi super berat.

Komite Disiplin FIFA menjatuhkan hukuman larangan mendampingi tim dalam 20 pertandingan internasional. Tak hanya itu, denda sebesar Rp324 juta juga harus dibayarkan.

Advertisement

Hukuman ini merujuk pada insiden panas saat Indonesia menjamu Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Oktober 2025 lalu. Kala itu, laga di Stadion King Abdullah Sports City berakhir dengan kekalahan 0-1.

Sanksi ini seolah menjadi epilog dramatis bagi karier manajerial Sumardji. Pasalnya, sosok perwira polisi ini telah resmi mengundurkan diri sejak 16 Desember 2025 lalu.

Kini, fokusnya telah beralih sepenuhnya sebagai Ketua Badan Tim Nasional (BTN). Namun, deretan kontroversi di pinggir lapangan tetap melekat erat pada namanya.

1 dari 4 halaman

Pasal Berlapis Akibat Dorong Wasit

Pasal Berlapis Akibat Dorong Wasit

Manajer Timnas Indonesia U-22, Sumardji, memberikan pengarahan kepada pemain di latihan perdana menuju SEA Games 2025 yang digelar di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (11/11/2025) silam. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Hukuman berat ini bukan tanpa alasan yang kuat. FIFA menilai Sumardji melakukan pelanggaran serius terhadap Pasal 14 ayat 1 Kode Disiplin.

Tindakan agresif terhadap perangkat pertandingan menjadi sorotan utama. Dalam laporannya, FIFA menyebut adanya kontak fisik yang dilakukan Sumardji.

Ia didakwa mendorong wasit Ma Ning hingga sang pengadil asal China itu sempat terjatuh. Insiden ini terjadi di tengah tensi tinggi pasca pertandingan melawan Irak.

Sidang disiplin yang digelar pada 18 November 2025 akhirnya mengetuk palu vonis tersebut. Tiga anggota Komdis FIFA, Jorge Palacio, Alejandro Jose Piera, dan Paola Lopez Barraza, sepakat menjatuhkan sanksi maksimal.

2 dari 4 halaman

Martir Kartu Merah di Bahrain

Martir Kartu Merah di Bahrain

Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, ketika hadir di sesi latihan Tim U-22 Indonesia jelang SEA Games 2025 (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Jauh sebelum insiden Ma Ning, nama Sumardji sudah akrab dengan kartu merah. Salah satu momen paling ikonik terjadi di kandang Bahrain, Oktober 2024.

Protes kerasnya terhadap wasit Ahmed Al Kaf membuatnya diusir dari bench. Namun, Sumardji menegaskan bahwa tindakannya adalah bentuk perlindungan bagi pemain.

"Saya harus ambil sikap, daripada ada yang kena entah itu pemain atau pelatih," kenang Sumardji soal insiden tersebut.

"Terpaksa saya yang harus protes keras. Akhirnya daripada tidak menentu saya yang ambil sikap supaya aman," tegasnya kala itu.

3 dari 4 halaman

Jadi Korban demi Emas SEA Games

Karier Sumardji tidak melulu soal menjadi pelaku konfrontasi. Publik tentu masih ingat momen heroik sekaligus mengerikan di final SEA Games 2023 Kamboja.

Saat itu, kericuhan pecah antara bench Indonesia dan Thailand di babak perpanjangan waktu. Sumardji yang berniat melerai justru menjadi bulan-bulanan hingga tersungkur.

Wajahnya lebam terkena pukulan dalam insiden yang memalukan sepak bola ASEAN itu. Namun, ia menolak dievakuasi medis dan memilih tetap duduk mendampingi tim hingga laga usai.

Pengorbanan itu terbayar lunas dengan medali emas yang diraih Rizky Ridho dkk. Momen itu menjadi bukti loyalitas tanpa batas Sumardji bagi Merah Putih.

4 dari 4 halaman

Warisan di Balik Kontroversi

Terlepas dari catatan indisipliner, tangan dingin Sumardji tak bisa dipandang sebelah mata. Sejak memegang Bhayangkara FC pada 2016, ia konsisten menghadirkan prestasi.

Gelar juara Piala AFF U-22 2019 dan emas SEA Games 2023 adalah bukti sahih kapasitasnya. Ia dikenal sebagai figur bapak yang sangat dekat dengan para pemain.

Kini, setelah serangkaian drama dan prestasi, Sumardji memilih menepi dari hiruk-pikuk pinggir lapangan. Ia kembali fokus pada tugas manajerial di balik layar sebagai Ketua BTN.

Disadur dari: Bola.com

LATEST UPDATE