Luis Milla Optimistis dengan Peluang Indonesia di Piala Dunia U-20
Gia Yuda Pradana | 24 Juli 2020 13:06
Bola.net - Sebuah optimisme diapungkan Luis Milla ihwal peluang Timnas Indonesia U-20 pada ajang Piala Dunia U-20 2021 mendatang. Mantan Pelatih Timnas Indonesia ini yakin skuad Garuda Muda akan mendapat hasil positif pada ajang tersebut.
"Saya sangat positif dengan peluang Indonesia pada Piala Dunia U-20," ucap Luis Milla, pada acara unjuk wicara yang dihelat Garuda Nusantara Channel.
"PSSI dan tim sudah bekerja dengan baik. Saya harap Indonesia bisa menunjukkan permainan terbaik pada ajang ini," sambungnya.
Menurut Milla, bukan urusan gampang bagi Indonesia menjadi tuan rumah pada ajang ini. Pasalnya, menurut pria asal Spanyol tersebut, Piala Dunia U-20 merupakan ajang sepak bola akbar.
"Namun, saya percaya, ini akan menjadi pengalaman sangat positif bagi sepak bola Indonesia. Saya tak bisa membayangkan Indonesia mendapat hasil selain yang terbaik," tuturnya.
Timnas Indonesia sendiri dipastikan bakal tampil pada Piala Dunia U-20 2021 mendatang. Mereka tampil dengan status sebagai tuan rumah ajang tersebut.
Ajang ini dijadwalkan bakal digelar pada Mei-Juni 2021 mendatang. Ada enam stadion yang disiapkan untuk menjadi tempat digelarnya laga-laga Piala Dunia U-20.
Bagi Indonesia, ini merupakan kali kedua mereka tampil pada ajang Piala Dunia U-20. Sebelumnya, mereka tampil pada Piala Dunia U-20 1979, yang dihelat di Jepang.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Harap Piala Dunia U-20 Bukan Tujuan Akhir

Lebih lanjut, Milla juga mengungkapkan asanya agar Piala Dunia U-20 tak menjadi terminal akhir sepak bola Indonesia. Ia berharap agar ada warisan-warisan yang bisa diambil dari gelaran tersebut.
Salah satu warisan Piala Dunia yang bisa diambil adalah stadion-stadion, yang dipakai menggelar perhelatan tersebut. Menurut Milla, stadion-stadion dan lapangan-lapangan yang ada tersebut merupakan modal bagus bagi pengembangan usia muda ke depannya.
"Stadion dan lapangan yang dibangun untuk Piala Dunia bisa dijadikan sarana pembinaan usia muda," kata Milla.
"Piala Dunia ini juga harus jadi motor agar sepak bola kian memasyarakat di Indonesia," ia menandaskan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Luis Milla Sebut Pesepak Bola Indonesia Unggul di Aspek Kecepatan
- Piala Dunia U-20 1979: Ketika Sihir Diego Maradona Membius Timnas Indonesia
- Menebak Formasi Ideal Timnas Indonesia Bersama Shin Tae-yong: 4-3-3 atau 4-4-2?
- Rataan Usia Skuad Timnas Indonesia: Dominasi Darah Muda
- Luis Milla Beber Perbedaannya dengan Shin Tae-yong Soal Pemilihan Pemain Timnas Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









