Manajer Timnas: Ada Yang Coba Menelikung
Editor Bolanet | 23 Maret 2013 06:42
- Siapa sosok yang akan menjabat sebagai manajer Tim Nasional di ajang kualifikasi Piala Asia 2015 ternyata masih menjadi pertanyaan besar. Persoalan tersebut kini masih simpang siur dan perlu segera dijawab.
Pasalnya, Mesak Manibor mengaku masih gelisah lantaran ada pihak yang ikut mengklaim layak menjadi manajer Timnas, yakni Habil Marati. Padahal, Mesak sempat senang setelah mengetahui kepastian akan mendampingi Timnas ketika menjamu Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (23/3) malam.
Namun, persoalan menjadi rumit ketika Habil mulai mempersoalkan posisi manajer karena berpegangan pada Surat Keterangan (SK) penunjukkan manajer dari Badan Tim Nasional (BTN).
Di lain pihak, Mesak Manibor berpegangan pada SK yang diterbitkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (). Selain itu, Mesak mendapatkan restu dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
Penunjukkan Habil tidak melalui mekanisme kesepakatan dalam rapat Exco. Dia (Habil) tidak boleh lagi mengaku-aku sebagai manajer Timnas, karena tidak direstui Exco, terang Mesak Manibor yang menjabat sebagai Bupati Sarmi, Papua tersebut.
Kalau begini terus, saya merasa ditelikung. Buat saya, menjadi manajer adalah pengabdian sebagai anak bangsa dan tidak ada kepentingan apa-apa. Semua pihak tidak perlu khawatir kalau orang Papua yang menjadi pemimpin. Sebab, kami juga anak bangsa yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), imbuhnya.
Sebagai catatan, semula Habil ditunjuk PSSI sebagai manajer sejak Agustus 2012 untuk menangani Timnas yang berlaga di Piala AFF. Habil dipercaya menggantikan Ramadhan Pohan yang mengundurkan diri dengan alasan kesibukannya sebagai Wakil Komisi I di DPR RI.
Di Piala AFF 2012, langkah Timnas terhenti di babak penyisihan Grup B. Sesuai kesepakatan, begitu Piala AFF berakhir, maka berakhir pula tugas Habil Marati. Sebab, kontrak untuk manajer Timnas hanya per event. (esa/gia)
Pasalnya, Mesak Manibor mengaku masih gelisah lantaran ada pihak yang ikut mengklaim layak menjadi manajer Timnas, yakni Habil Marati. Padahal, Mesak sempat senang setelah mengetahui kepastian akan mendampingi Timnas ketika menjamu Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (23/3) malam.
Namun, persoalan menjadi rumit ketika Habil mulai mempersoalkan posisi manajer karena berpegangan pada Surat Keterangan (SK) penunjukkan manajer dari Badan Tim Nasional (BTN).
Di lain pihak, Mesak Manibor berpegangan pada SK yang diterbitkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (). Selain itu, Mesak mendapatkan restu dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
Penunjukkan Habil tidak melalui mekanisme kesepakatan dalam rapat Exco. Dia (Habil) tidak boleh lagi mengaku-aku sebagai manajer Timnas, karena tidak direstui Exco, terang Mesak Manibor yang menjabat sebagai Bupati Sarmi, Papua tersebut.
Kalau begini terus, saya merasa ditelikung. Buat saya, menjadi manajer adalah pengabdian sebagai anak bangsa dan tidak ada kepentingan apa-apa. Semua pihak tidak perlu khawatir kalau orang Papua yang menjadi pemimpin. Sebab, kami juga anak bangsa yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), imbuhnya.
Sebagai catatan, semula Habil ditunjuk PSSI sebagai manajer sejak Agustus 2012 untuk menangani Timnas yang berlaga di Piala AFF. Habil dipercaya menggantikan Ramadhan Pohan yang mengundurkan diri dengan alasan kesibukannya sebagai Wakil Komisi I di DPR RI.
Di Piala AFF 2012, langkah Timnas terhenti di babak penyisihan Grup B. Sesuai kesepakatan, begitu Piala AFF berakhir, maka berakhir pula tugas Habil Marati. Sebab, kontrak untuk manajer Timnas hanya per event. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
LATEST UPDATE
-
Meski Menang Lawan Slavia Praha, Arsenal Dinilai Bikin Keteledoran yang Berbahaya
Liga Champions 5 November 2026, 14:49
-
Jude Bellingham akui AEK Athens Bikin Real Madrid Kelimpungan
Liga Champions 5 November 2026, 14:27
-
Andoni Iraola Kesal Liverpool Tumbang di Kandang Fenerbahce
Liga Champions 5 November 2026, 14:16
-
Douvikas, Nama Baru yang Mengancam Para Predator Gol Eropa
Liga Champions 5 November 2026, 12:21
-
Real Madrid dan Keistimewaan Menang pada Menit-menit Akhir
Liga Champions 5 November 2026, 09:42
-
Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati
Liga Champions 5 November 2026, 09:30
-
Ismail Yuksek, Motor Lini Tengah di Balik Kemenangan Fenerbahce atas Liverpool
Liga Champions 5 November 2026, 09:17
-
Ketika Konstantinos Karetsas Mengubah Arah Pertandingan
Liga Champions 5 November 2026, 09:04
-
Gabriel Veiga, Kreator Kemenangan Telak Porto atas Napoli
Liga Champions 5 November 2026, 08:56
-
Viktor Gyokeres vs Slavia Praha: Gol, Assist, Man of the Match
Liga Champions 5 November 2026, 08:38
-
Enzo Fernandez, Kunci Permainan Man City Saat Kalahkan Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:28
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





