Pakistan Inginkan Wasit Internasional
Editor Bolanet | 21 Juni 2014 19:39
- Meski tak melakukan protes berlebihan atas kinerja wasit Prasetyo Hadi, namun Timnas tetap memilik catatan atas kinerja wasit. Ia pun berharap ada wasit internasional yang menjadi pengadil di pertandingan tersebut.
Komposisi pengadil laga dalam pertandingan uji coba yang dilaksanakan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo itu, memang kesemuanya berasal dari Indonesia. Wasit yang memimpin adalah Prasetyo Hadi asal Surabaya. Dua asisten wasit dan wasit keempatnya juga berasal dari Surabaya.
Jika ada game lagi, kami ingin wasit dari luar juga. Tak hanya lokal belaka. Apalagi ini adalah game internasional, kritik pelatih Pakistan U-23, Muhammad Shamlan Mubarak, Rabu (21/6) petang usai pertandingan.
Meski mencermati wasit, namun Shamlan menolak berkomentar berlebihan mengenai kinerja pengadil. Padahal timnya dalam posisi kurang diuntungkan. Utamanya atas kartu merah Saddam Hussain di menit ke-27 dan hadiah penalti untuk Timnas pada menit ke-50.
Shamlan juga berterima kasih kepada Federasi sepakbola Indonesia, PSSI atas kesempatan yang diberikan kepada Pakistan untuk beruji coba lawan tim senior Indonesia.
Tim saya masih di bawah 23 tahun. Pemain saya melakukan kesalahan kecil. Tapi ini bagus untuk perkembangan tim kami di masa depannya, tutupnya.
Dalam laga yang disaksikan kurang lebih lima ribu penonton ini, Indonesia sudah unggul melalui Cristian Gonzales pada menit ketiga. Gol kedua diciptakan Achmad Jufrianto di masa injury time babak pertama. Gol ketiga Timnas hadir melalui eksekusi penalti Zulham Zamrun di menit ke-50. Pesta gol Timnas ditutup lewat gol Dedi Hartono menit ke-87. [initial]
(faw/pra)
Komposisi pengadil laga dalam pertandingan uji coba yang dilaksanakan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo itu, memang kesemuanya berasal dari Indonesia. Wasit yang memimpin adalah Prasetyo Hadi asal Surabaya. Dua asisten wasit dan wasit keempatnya juga berasal dari Surabaya.
Jika ada game lagi, kami ingin wasit dari luar juga. Tak hanya lokal belaka. Apalagi ini adalah game internasional, kritik pelatih Pakistan U-23, Muhammad Shamlan Mubarak, Rabu (21/6) petang usai pertandingan.
Meski mencermati wasit, namun Shamlan menolak berkomentar berlebihan mengenai kinerja pengadil. Padahal timnya dalam posisi kurang diuntungkan. Utamanya atas kartu merah Saddam Hussain di menit ke-27 dan hadiah penalti untuk Timnas pada menit ke-50.
Shamlan juga berterima kasih kepada Federasi sepakbola Indonesia, PSSI atas kesempatan yang diberikan kepada Pakistan untuk beruji coba lawan tim senior Indonesia.
Tim saya masih di bawah 23 tahun. Pemain saya melakukan kesalahan kecil. Tapi ini bagus untuk perkembangan tim kami di masa depannya, tutupnya.
Dalam laga yang disaksikan kurang lebih lima ribu penonton ini, Indonesia sudah unggul melalui Cristian Gonzales pada menit ketiga. Gol kedua diciptakan Achmad Jufrianto di masa injury time babak pertama. Gol ketiga Timnas hadir melalui eksekusi penalti Zulham Zamrun di menit ke-50. Pesta gol Timnas ditutup lewat gol Dedi Hartono menit ke-87. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Timnas Indonesia vs Oman: Audero Jago, Romeny Sakti
Tim Nasional 6 Juni 2026, 07:47
-
FIFA Matchday: Indonesia Bantai Oman, Thailand Gagal Kalahkan Kuwait
Tim Nasional 6 Juni 2026, 07:47
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47











