Pelatih Irak Ungkap Kejanggalan Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Disebut Jadi Pihak Paling Dirugikan
Asad Arifin | 5 Mei 2026 20:06
Bola.net - Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, mengungkap sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Ia menilai ada aspek yang tidak berjalan adil, termasuk yang berdampak pada Timnas Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Arnold saat menjadi tamu dalam siniar The Howie Games yang tayang di YouTube pada Kamis (30/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengulas kembali perjalanan Irak di fase krusial yang berlangsung pada Oktober 2025.
Arnold menyoroti hasil akhir Grup B yang menempatkan Arab Saudi sebagai juara grup dengan empat poin. Irak mengoleksi jumlah poin yang sama, namun harus puas menjadi runner-up karena kalah produktivitas gol.
"Mereka memang lolos. Kami memiliki selisih gol yang sama dan poin yang sama. Mereka mencetak gol lebih banyak, dan aturan penentuan diubah menjadi jumlah gol terbanyak," ujar Arnold.
"Mereka mencetak tiga gol, kami mencetak satu gol. Jadi, meskipun selisih gol dan poin sama, Arab Saudi lolos karena mencetak lebih banyak gol dibanding kami," jelasnya.
Soroti Ketidakadilan, Indonesia Disebut Jadi Korban

Meski akhirnya Irak tetap lolos ke Piala Dunia 2026 lewat putaran kelima, Arnold menilai ada hal yang janggal dalam sistem yang diterapkan. Ia secara khusus menyoroti situasi yang dialami Timnas Indonesia.
Menurut Arnold, Indonesia berada dalam posisi yang kurang menguntungkan sejak awal pelaksanaan putaran keempat. Ia menilai ada ketidakseimbangan dalam aspek teknis yang berdampak pada persaingan.
"Pada titik itu, Arab Saudi langsung lolos ke Piala Dunia. Anda harus menjalani play-off tambahan, yang akan kita bahas nanti, dan itu situasi yang luar biasa," tutur Arnold.
"Ya, saya harus mengatakan bahwa pada babak play-off itu saya merasa sangat kasihan kepada Indonesia di grup kami, karena menurut saya itu benar-benar tidak adil," imbuh Arnold.
Arnold juga menyinggung penunjukan tuan rumah yang dinilai tidak konsisten dengan informasi awal. Ia menyebut, sebelumnya peserta mendapat kabar bahwa laga akan digelar di tempat netral.
Tuan Rumah dan Jadwal Dinilai Tak Seimbang

Dalam praktiknya, AFC menetapkan Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah putaran keempat. Situasi ini dianggap memberi keuntungan bagi kedua tim yang bermain di kandang sendiri.
Arnold mengungkapkan bahwa saat menghadiri undian awal bersama Timnas Australia, ia mendapat informasi berbeda. Menurutnya, perubahan tersebut terjadi tanpa penjelasan yang jelas.
"Mereka harus bermain di Arab Saudi dan di Qatar. Ketika saya menghadiri undian di awal kampanye bersama Australia, kami diberi tahu bahwa play-off akan dimainkan di tempat netral," ucap Arnold.
"Namun, saat undian resmi dilakukan, tiba-tiba dua tim dengan peringkat tertinggi menjadi tuan rumah. Saya sempat berpikir itu kabar baik karena kami berharap bisa menjadi tuan rumah," jelasnya.
Tuan Rumah Bukan Berdasarkan Ranking FIFA

Ia juga mempertanyakan dasar penentuan tuan rumah yang tidak merujuk pada peringkat FIFA saat itu. Arnold menyebut Irak justru memiliki posisi ranking lebih baik dibanding Arab Saudi.
"Qatar berada di peringkat ke-53, Irak ke-57, dan Arab Saudi ke-58. Namun entah bagaimana Arab Saudi justru menjadi tuan rumah grup tersebut," ungkap Arnold.
Selain itu, ia menyoroti jadwal pertandingan yang tidak seimbang. Timnas Indonesia disebut datang dengan waktu persiapan yang sangat singkat sebelum laga pertama.
"Kemudian Indonesia datang pada hari Senin, beberapa pemain bahkan baru tiba hari Selasa, dan mereka harus langsung bermain pada Rabu malam melawan Arab Saudi," tutur Arnold.
Arab Saudi Diuntungkan, Timnas Indonesia dan Irak Dirugikan

Arnold menilai Arab Saudi mendapatkan keuntungan signifikan dari sisi waktu istirahat. Sementara itu, Irak dan Indonesia harus menjalani jadwal yang lebih padat.
"Setelah itu kami menghadapi Indonesia pada Sabtu malam dan berhasil menang. Sementara itu, Arab Saudi memiliki waktu istirahat enam hingga tujuh hari, sedangkan kami hanya memiliki jeda dua hingga tiga hari setelah pertandingan melawan Indonesia sebelum harus menghadapi Arab Saudi," ucap Arnold.
Sumber: YouTube The Howie Games
Disadur dari: Bola.com/Muhammad Adi Yaksa
Baca Ini Juga
Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2026
Jadwal Lengkap Piala Asia U-17 2026
Apakah Timnas Indonesia vs China di Piala Asia U-17 Tayang di TV Nasional? Simak Jadwal dan Informasinya di Sini!
Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Berada di Pot 4, Siap Masuk Grup Neraka?
3 Pemainnya Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia, Borneo FC Bangga dan Selipkan Pujian Untuk Buffon
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:59
-
Man of the Match Brasil vs Haiti: Vinicius Junior
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:47
-
Gelar Kejuaraan MMA, Pertacami Incar Medali Emas Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 20 Juni 2026, 10:10
-
Klasemen Grup C Piala Dunia 2026 Usai Brasil dan Maroko Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:03
-
Hasil Brasil vs Haiti: Matheus Cunha dan Vinicius Bersinar, Samba Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 09:36
-
Man of the Match Skotlandia vs Maroko: Ismael Saibari
Piala Dunia 20 Juni 2026, 07:06
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28











