Pendapat Om Simon soal Banyaknya Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Memilih Bermain di BRI Super League
Gia Yuda Pradana | 14 Februari 2026 12:27
Bola.net - Kepala pemandu bakat PSSI, Simon Tahamata, memberikan tanggapannya terkait banyaknya pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang kini tampil di BRI Super League 2025/26. Fenomena tersebut menjadi bahan perbincangan.
Sebanyak sembilan pemain naturalisasi tercatat memperkuat sejumlah klub peserta Liga 1. Mereka tersebar di beberapa tim.
Di Persija Jakarta, terdapat nama Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra yang masuk dalam daftar tersebut. Sementara itu, Persib Bandung diperkuat Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Dion Markx.
Dewa United memiliki Ivar Jenner serta Rafael Struick dalam skuadnya musim ini. Adapun Bali United diperkuat oleh Jens Raven.
Isu di Media Sosial yang Telah Dibantah

Kehadiran para pemain tersebut memunculkan isu di media sosial yang mengatakan bahwa mereka memilih bermain di BRI Super League agar lebih mudah dipanggil Timnas Indonesia ke Piala AFF. Asumsi tersebut berkembang luas dalam beberapa waktu terakhir, tapi telah dibantah PSSI.
Menanggapi pertanyaan mengenai banyaknya pemain naturalisasi yang tampil di BRI Super League, Simon menyampaikan pandangannya terkait arah pembinaan sepak bola nasional. Ia menekankan pentingnya melihat potensi yang ada di dalam negeri.
"Naturalisasi campur dengan timnas di sini. Sekali lagi, Indonesia besar ada banyak bakat di sini," ujar Simon kepada wartawan.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para pelatih yang menangani pemain usia muda di berbagai daerah. Menurutnya, pembinaan sejak dini memegang peran penting bagi masa depan tim nasional.
"Sekarang saya mau memberi pesan kepada pelatih-pelatih yang mulai dengan anak-anak muda," katanya.
Pengaruh Besar Pelatih

Simon menyatakan bahwa pelatih memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak usia 12 hingga 13 tahun yang sedang belajar sepak bola. Ia meminta agar para pelatih memberikan contoh yang baik dalam proses pembinaan.
"Saya ajak mereka main bola, mereka mempengaruhi anak-anak 12, 13 tahun. Jangan sampai mereka lihat contoh tidak bagus," tutur Simon.
"Melatih dengan anak-anak, kita punya masa depan juga untuk bermain di tim nasional. Contoh naturalisasi semua. Kalau saya, saya akan cari anak-anak di sini. Karena di sini ada banyak paket. Indonesia besar, ya," imbuhnya.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Luke Vickery Kirim Sinyal ke Timnas Indonesia: Winger Berdarah Medan yang Bisa Mainkan 3 Posisi di Lini Depan
- Dari Eks Semifinalis Piala Dunia hingga Raja Karibia, Ini Peta Kekuatan Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
- Menanti Debut John Herdman! Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
- Asian Games 2026: Aturan Baru Jegal Timnas Indonesia, PSSI Wajib Lobi AFC!
- Timnas Indonesia U-17 Lawan Jepang, China, Qatar di Piala Asia U-17: Kurniawan Dwi Yulianto Dibebankan Target Lolos Piala Dunia!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tangis Lewandowski dan Mimpi Piala Dunia yang Terhenti
Piala Dunia 1 April 2026, 17:24
-
Ironi Timnas Italia: Dari 4 Kali Juara ke Langganan Absen di Piala Dunia
Piala Dunia 1 April 2026, 17:00
-
Rapuhnya Timnas Inggris Tanpa Harry Kane: Alarm Bahaya Thomas Tuchel
Piala Dunia 1 April 2026, 16:28
-
Jadwal dan Link Streaming BRI Super League: Arema FC vs Malut United
Bola Indonesia 1 April 2026, 15:51
-
Kondisi Terkini Mykhailo Mudryk: Tetap Latihan Meski Terancam Sanksi
Liga Inggris 1 April 2026, 15:30
-
Benfica Incar Franco Mastantuono, Real Madrid Siapkan Skema Khusus
Liga Spanyol 1 April 2026, 15:01
LATEST EDITORIAL
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45














