Pengamat Sepak Bola Soroti Zainudin Amali Usai Timnas Indonesia U-22 Gugur Lebih Cepat di SEA Games 2025
Serafin Unus Pasi | 15 Desember 2025 10:27
Bola.net - Kegagalan Timnas Indonesia U-22 meraih medali emas di SEA Games 2025 dinilai tidak bisa dilihat semata sebagai hasil pertandingan di lapangan. Melainkan berkaitan dengan rangkaian kebijakan dan pengelolaan tim sejak tahap awal persiapan.
Hasil tersebut menandai catatan buruk karena Timnas Indonesia U-22 tidak mampu melaju ke semifinal. Sesuatu yang jarang terjadi dalam sejarah keikutsertaan di ajang SEA Games.
Founder Save Our Soccer (SOS) sekaligus pengamat sepak bola, Akmal Marhali menilai kegagalan ini perlu dijadikan titik awal evaluasi menyeluruh terhadap struktur pengambilan keputusan di tim nasional. Menurutnya, tanggung jawab tidak hanya berada di tangan pelatih, tetapi juga pada pihak yang menetapkan target serta mengatur arah kebijakan tim.
Akmal secara khusus menyebut peran Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI, Zainudin Amali sebagai penanggung jawab Timnas Indonesia U-22 dalam SEA Games 2025. Ia mengingatkan bahwa sejak awal, target medali emas telah dicanangkan, meskipun persiapan Garuda Muda diakui berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.
Alarm Keras
Akmal menyebut kegagalan di Thailand ini memiliki arti penting dalam catatan sejarah sepak bola Indonesia di SEA Games. Ini menjadi kali pertama Timnas Indonesia gagal menembus semifinal sejak 2009, serta yang keenam sejak mulai berpartisipasi pada 1977.
Ia juga mencatat bahwa dari enam kegagalan tersebut, tiga di antaranya terjadi saat Thailand menjadi tuan rumah, yakni pada 1985, 2007, dan 2025. Fakta tersebut, menurut Akmal, menunjukkan bahwa kegagalan kali ini tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa.
"Ini bukan sekadar kalah biasa. Ini alarm keras," ujar Akmal dalam rilis yang diterima Bola.net, Senin (15/12)
Dari sisi kepelatihan, Akmal menilai hasil SEA Games 2025 menjadi fase terburuk Indra Sjafri di ajang tersebut. Setelah sebelumnya mempersembahkan medali perak pada 2019 dan emas pada 2023, Timnas Indonesia U-22 kini harus tersingkir di penyisihan grup.
Padahal, rekam jejak Indra Sjafri di level usia dinilai cukup konsisten dengan berbagai pencapaian, termasuk gelar Piala AFF U-19 2013 dan 2024, Piala AFF U-22 2019, serta emas SEA Games 2023. Kondisi ini membuat kegagalan di Thailand menjadi kontras dibandingkan prestasi yang pernah diraih sebelumnya.
"Setiap orang ada zamannya. Kini, sepertinya kita memasuki era kegelapan bagi Indra Sjafri setelah sekian lama penuh bintang prestasi," katanya.
Evaluasi Semuanya
Meski demikian, Akmal menegaskan evaluasi tidak boleh berhenti pada sosok pelatih semata. Ia mengingatkan adanya pengakuan dari Amali terkait durasi persiapan Timnas Indonesia U-22 yang hanya berlangsung beberapa bulan, jauh lebih singkat dibandingkan persiapan SEA Games 2023.
Menurut Akmal, perbedaan waktu persiapan tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara target yang ditetapkan dan fondasi yang dibangun. Ia menilai hal itu sebagai kontradiksi kebijakan yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik.
"Target emas dicanangkan, tapi fondasi persiapannya jauh dari ideal. Ini kontradiksi kebijakan yang harus dipertanggungjawabkan," tuturnya.
Akmal menyebut fluktuasi prestasi sebagai hal yang wajar dalam dunia sepak bola, terutama bagi negara yang masih berkembang. Namun, ia menilai kondisi tersebut seharusnya mendorong evaluasi jujur dan menyeluruh, bukan sekadar reaksi defensif.
Ia mendorong agar evaluasi dilakukan terhadap seluruh elemen tim, mulai dari pelatih, pemain, manajer, hingga penanggung jawab program. Langkah tersebut dinilai penting untuk menemukan akar persoalan sekaligus menjaga konsistensi arah pembangunan sepak bola nasional.
Akmal juga menekankan perlunya kesesuaian dengan peta jalan sepak bola Indonesia menuju 2045 agar perubahan kebijakan tidak terus berulang setiap kali terjadi pergantian pelatih. Menurutnya, konsistensi filosofi menjadi kunci agar prestasi tidak bergantung pada figur tertentu.
"Sekarang waktunya berbenah dan mengambil hikmah. Habis gelap, terbitlah terang. Tapi terang itu hanya datang jika kita berani jujur dan bertanggung jawab," imbuhnya.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca Juga:
Lagi, Pengamat Sepak Bola Soroti Zainudin Amali Imbas Timnas Indonesia U-22 Pulang dengan Tangan Hampa dari SEA Games 2025
Indra Sjafri dan 68 Menit Penantian Jens Raven yang Berujung Pahit bagi Timnas Indonesia U-22
Bung Towel Kritik Zainudin Amali usai Timnas Indonesia U-22 Gagal di SEA Games 2025
Timnas Indonesia U-22 Gagal Total: Variasi Serangan Minim dan Akhir Pahit di SEA Games 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


