Peringatan untuk PSSI: Kesuksesan Timur Kapadze di Uzbekistan Tidak Menjamin Bakal Menular di Timnas Indonesia
Asad Arifin | 17 November 2025 18:59
Bola.net - Nama Timur Kapadze ramai disebut sebagai kandidat kuat pengganti Patrick Kluivert di Timnas Indonesia. Pelatih asal Uzbekistan tersebut dinilai memiliki rekam jejak impresif dan prestasi yang telah teruji selama menukangi berbagai level tim nasional di negaranya.
Isu kedekatan antara Kapadze dan Timnas Indonesia mencuat setelah ia mengundurkan diri dari jabatan asisten pelatih Timnas Uzbekistan pada 10 November 2025. Keputusan itu membuat spekulasi berkembang bahwa ia berpeluang besar menjadi pelatih kepala Skuad Garuda, menggantikan posisi Kluivert.
Pria kelahiran 5 September 1981 tersebut memang mencatatkan sederet pencapaian signifikan sejak dipercaya menangani tim-tim nasional Uzbekistan mulai 2018.
Di level kelompok umur, ia sukses membawa tim muda Serigala Putih dua kali finis sebagai runner-up Piala Asia U-23 pada 2022 dan 2024. Kapadze juga menjadi bagian penting keberhasilan Uzbekistan meraih tiket ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Namun, kariernya mengalami perubahan besar ketika Federasi Sepak Bola Uzbekistan (UFA) memutuskan menunjuk Fabio Cannavaro sebagai pelatih kepala pada 6 Oktober 2025. Kapadze kemudian diposisikan sebagai asisten, sebelum akhirnya mundur.
Kapadze Dianggap Belum Tentu Sesuai untuk Indonesia

Pelatih sepak bola nasional, Rasiman, turut memberikan pandangan terkait kemungkinan Kapadze menakhodai Timnas Indonesia. Ia menilai catatan prestasi sang pelatih tidak bisa menjadi patokan bahwa ia akan sukses di Indonesia.
"Kalau saya tidak bisa parameter keberhasilan seorang pelatih maka jaminan dia berhasil di negara tertentu. Dia belum tentu bisa berhasil di Indonesia karena memang metodenya juga berbeda, karakteristik sepak bolanya berbeda," ujar Rasiman kepada Bola.com, Jumat (14/11/2025).
Menurut Rasiman, karakter pemain Indonesia perlu dipertimbangkan secara serius ketika menentukan pelatih baru. Ia menilai Indonesia idealnya dilatih oleh sosok yang terbiasa dengan gaya permainan tertentu.
"Kalau menurut saya sih sesuai karakteristik pemain kita, kalau tidak pelatih dari Eropa ya mungkin dari Jepang, yang memang menganut associative football."
"Atau mungkin dari Spanyol, Belanda yang memang lebih suka ke position football, karena pemain-pemain Belanda sudah terbiasa dengan sistem itu," sambung mantan pelatih Persis Solo tersebut.
Tantangan Ruang Ganti dan Kultur Sepak Bola

Apabila Kapadze benar ditunjuk memimpin Timnas Indonesia, tantangan besar lain yang harus diantisipasi adalah dinamika ruang ganti. Saat ini, komposisi skuad Garuda banyak dihuni oleh pemain senior keturunan Belanda yang memiliki latar belakang sepak bola berbeda.
"Ya, menurut saya salah satu problemnya adalah nanti menangani ruang ganti dan training metodologi. Ini kalau Uzbekistan lebih ke Russian-kan. Kalau Russian, kalau Asia itu cocoknya Vietnam ataupun Korea Selatan, yang memang menganut physical football," kata Rasiman.
"Pelatih dari Uzbekistan mungkin pendekatannya juga akan sama seperti itu. Itu yang mungkin akan menjadi resistensi, karena sebetulnya kemarin pemain diaspora dari Belanda itu masalahnya sama juga kan. Tidak cocok dengan metodologi Shin Tae-yong yang lebih mengutamakan fisik daripada taktik bermain."
Rasiman menilai perbedaan kultur dan filosofi sepak bola dapat menimbulkan gesekan dalam proses adaptasi di tim nasional.
"Kalau masalah cocok dan tidak cocok, ya itu jawabannya tadi begitu karena memang kultur sepak bolanya berasal dari kutub yang berbeda dengan mazhab yang berbeda. Menurut saya akan menjadi risiko juga di ruang ganti kita dan sistem kepelatihan yang akan diterapkan ke tim nasional kita," pungkasnya.
Sumber: Bola.com/Ana Dewi
Baca Ini Juga:
4 Fakta Menarik Timur Kapadze: Legenda Uzbekistan, Punya Jejak Sukses sebagai Pemain dan Pelatih
Jika Latih Timnas Indonesia, Timur Kapadze Bakal Hidupkan Lagi Tradisi Era Luis Milla dan Shin Tae-yong?
Gerard Pique Yakin Timnas Indonesia Suatu Hari Nanti Bakal Lolos ke Piala Dunia
3 Makanan Indonesia Terfavorit Jay Idzes: Kelezatannya Bikin Kuliner Italia Pun Kalah
Apa Alasan Arkhan Fikri dan Rayhan Hannan Mendadak Absen Saat Timnas Indonesia U-22 Kalah dari Mali?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



