Review: Garuda Jaya Gagal Menang di Laga Penutup
Editor Bolanet | 18 April 2014 23:15
Bertanding melawan Al Shabab Al Arabi U-19 di Training Ground Al Shabab Al Arabi Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), pelatih Indra Sjafri melakukan perombakan besar-besar di starting line up.
Hampir semua pemain yang dimainkan pada laga tersebut berbeda dibanding laga terakhir Garuda Jaya melawan Uni Emirat Arab beberapa hari lalu. Hanya nama Paolo Sitanggang yang menjadi satu-satunya pemain yang 'tersisa' dari skuat melawan UEA.
Meskipun menampilkan banyak pemain cadangan, Timnas U-19 tetap menampilkan ciri khas permainan mereka, yakni mengandalkan permainan cepat dari kaki ke kaki. Sementara Al Shabab lebih memilih untuk bermain lebih ke dalam dengan menumpuk pemain di depan kotak penalti sebelum memukul balik lewat serangan balik.
Pada menit ke-19 Garuda Jaya sukses memecah kebuntuan mereka. Adalah Dimas Drajad yang mampu mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Hendra Sandi Gunawan. Gol tersebut menjadi gol keempat Dimas Drajad selama tur Timur Tengah.
Namun Al Shabab yang terkejut dengan gol tersebut langsung bereaksi. Dua menit kemudian, Al Shabab mampu menyamakan kedudukan melalui gol Jasem Hasan setelah memaksimalkan kemelut di depan gawang Diky Indrayana.
Garuda Jaya kembali unggul pada menit ke-32, sebuah tendangan dari luar kotak penalti yang dilepaskan Zulfiandi mampu menjebol gawang Al Shabab yang dikawal Abdulla Mohamed. Gol tersebut sekaligus menjadi gol terakhir yang tercipta di babak pertama.
Permainan di babak pertama semakin seru. Garuda Jaya yang unggul bermain lebih rapi dan sabar. Sedangkan Al Shabab yang tertinggal mencoba lebih agresif dan meningkatkan tempo permainan mereka.
Tekanan yang diberikan tuan rumah akhirnya berbuah hasil pada menit ke-57. Sebuah tendangan dari Mohamed Obaid dari luar kotak penalti tak mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper timnas, Diky Indrayana. Skor pun berubah menjadi imbang 2-2.
Sukses mencetak gol membuat para pemain Al Shabab semakin bersemangat untuk menggempur pertahanan Garuda Jaya. Namun kedisiplinan Ryuji Utomo Prabowo dan Febly Gushendra mampu meredam serangan Al Shabab.
Sementara itu, Indonesia yang ingin menutup tur Timur Tengah dengan kemenangan juga mencoba meningkatkan tempo permainan dan intensitas serangan. Namun hingga pertandingan usai, skor 2-2 tak mengalami perubahan.
Hasil ini membuat Indonesia mencatatkan tiga kemenangan, satu kali kalah dan satu kali seri dalam tur Timur Tengah mereka. (bola/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bedah Statistik Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025: 3 Gol dari 36 Shots
Tim Nasional 12 Desember 2025, 22:08
LATEST UPDATE
-
Prediksi Susunan Pemain Arsenal Lawan Inter: Bakal Ada Rotasi di Semua Lini
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:22
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06










