Tersingkir dari Piala Asia U-17 2025 Usai Dihajar Korea Utara U-17, Ini Plus Minus Skuad Timnas Indonesia U-17
Dimas Ardi Prasetya | 15 April 2025 20:58
Bola.net - Ada beberapa hal positif dan negatif dari penampilan Timnas Indonesia U-17 usai didepak dari Piala Asia U-17 2025 oleh Timnas Korea Utara U-17.
Timnas Indonesia U-17 harus pulang setelah mengalami kekalahan telak dari Korea Utara U-17 pada pertandingan perempat final Piala Asia U-17 2025. Dalam laga yang berlangsung di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Jeddah, Senin (14/4/2025) malam WIB itu, Timnas Indonesia U-17 harus menyerah setelah digilas enam gol tanpa balas oleh lawan.
Sejak babak pertama, Korea Utara U-17 sudah unggul dua gol lewat Choe Sung-hun (7’) dan Kim Yu-jin (19’). Lalu, mereka kembali mengukir empat gol melalui Ri Kyong-bong (48’), Kim Tae-guk (60’), Ri Kang-rim (61’), dan Park Ju-won (77’).
Ada sejumlah evaluasi berharga yang harus menjadi pelajaran Timnas Indonesia U-17 setelah tumbang di perempat final Piala Asia U-17 2025 ini sebelum tampil di Piala Dunia U-17 2025.
Pertahanan yang Mulai Rentan

Setelah sempat memperlihatkan pertahanan yang kukuh sepanjang fase penyisihan, Timnas Indonesia U-17 akhirnya merasakan pahitnya kebobolan dalam jumlah yang tinggi pada perempat final Piala Asia U-17 2025.
Skuad Garuda Asia harus belajar banyak dari kekalahan dari Korea Utara U-17. Sebab, mereka digilas enam gol tanpa balas. Semua gol ini menyingkap kelemahan skuad Garuda Asia saat melawan tim yang lebih berkualitas.
Anak asuh Nova Arianto masih cukup rentan kemasukan gol dari skema sepak pojok, umpan silang, hingga serangan balik. Sebetulnya, mereka juga pernah merasakan situasi yang sama ketika berjumpa Korea Selatan.
Hanya saja, kala itu tim lawan tidak bisa memaksimalkan peluang-peluang yang ada karena faktor keberuntungan. Tentu, ini menjadi pelajaran yang mesti dibenahi menuju ajang Piala Dunia U-17 2025.
Sulit Cetak Peluang

Pelajaran lainnya yang juga masih harus dievaluasi oleh Timnas Indonesia U-17 ialah sulitnya menciptakan peluang saat menghadapi tim-tim yang jauh lebih kuat di Piala Asia U-17 2025. Selain pada perempat final ini, duel pertama Grup C melawan Korea Selatan juga sama.
Sepanjang pertandingan, skuad asuhan Nova Arianto hanya bisa melepaskan tiga kali tembakan saja. Dari semua itu, hanya ada satu yang mengarah ke gawang. Itu pun termasuk dalam kategori minim ancaman.
Timnas Indonesia U-17 memang cenderung tak bisa menghasilkan peluang berarti karena dominasi tinggi dari Korea Utara. Dari segi penguasaan bola, lawan bisa mengukir 70,1 persen, sedangkan Indonesia hanya 29,9 persen.
Dalam menghadapi situasi ini, setiap peluang yang dihasilkan memang wajib dimaksimalkan dengan baik karena lawan yang dihadapi amat dominan dan memberikan tekanan yang tinggi.
Minim Pelanggaran

Aspek positif yang diperlihatkan oleh Timnas Indonesia U-17 meskipun harus berjuang dalam tekanan tinggi ketika berjumpa Korea Utara U-17 ialah keberhasilan para pemain dalam mengontrol emosinya.
Tidak ada pelanggaran-pelanggaran fatal yang dilakukan pemain. Sepanjang laga, I Putu Panji dan kawan-kawan juga tercatat hanya melakukan enam kali pelanggaran saja kepada pemain lawan.
Dari semua itu, skuad Garuda Asia hanya mendapatkan satu kartu kuning. Momen tersebut tepatnya didapatkan ketika I Putu Panji melakukan pelanggaran pada menit ke-83. Sementara kubu lawan yang bermain keras bisa mendapatkan dua kartu kuning dari 8 pelanggaran.
Anak asuh Nova Arianto memang minim mendapatkan kartu. Sebelumnya, hanya ada dua kartu yang diterima, yakni Daniel Alfrido pada laga melawan Yaman U-17 dan Zahaby Gholy ketika menghadapi Afganistan U-17.
Evaluasi Pelatih Indonesia U17

Setelah kekalahan dari Korea Utara, Nova Arianto juga bicara soal pekerjaan rumah yang harus dibenahinya dalam lima bulan ke depan sebelum Timnas Indonesia U-17, yang berhasil lolos ke Piala Dunia U-17 2025 setelah melaju ke perempat final Piala Asia U-17 2025, akan beraksi di Qatar.
"Kami evaluasi setelah pertandingan ini, tapi secara garis besar saya bisa melihat mental pemain sudah luar biasa walau permainan dan pengambilan keputusan di lapangan masih harus diperbaiki," ujar Nova Arianto.
"Itu menjadi PR kami dalam lima bulan ke depan, di mana kami harus mempersiapkan, bukan hanya fisik dan mental, tetapi juga skill individu mereka," lanjut mantan bek Timnas Indonesia tersebut.
Disadur dari: Bola.com/Radifa Arsa/Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 15/04/2025
Baca Juga:
- Pengamat: Kekalahan dari Korea Utara Menyadarkan Kita Timnas Indonesia U-17 Masih Banyak Kekurangan
- Kiprah Indonesia Sepanjang Sejarah Piala Asia U-17: Babak 8 Besar Menyisakan Misteri!
- Timnas Indonesia U-17 Kalah Telak dari Korea Utara Karena Masih Larut Euforia Lolos Piala Dunia U-17 2025?
- Daftar 48 Negara Peserta Piala Dunia U-17 2025
- PSSI Janjikan Persiapan Timnas Indonesia U-17 yang Lebih Matang Sebelum Tampil di Piala Dunia U-17 2025
- Nova Arianto setelah Piala Asia U-17 2025: Masih Layak Dipertahankan sebagai Pelatih Timnas Indonesia U-17?
- Momen-momen Menarik Timnas Indonesia U-17 vs Korea Utara U-17: Mierza Kena Tampol, Dorongan Cerdik Striker Korut
- Tersingkir Dari Piala Asia U-17 2025 Usai Dihajar Korea Utara U-17, Ini 5 PR Untuk Timnas Indonesia U-17
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST UPDATE
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Link Live Streaming Liga Champions Inter vs Arsenal di Vidio, Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 02:13
-
Prediksi Susunan Pemain Inter vs Arsenal, Lautaro Martinez Jadi Tumpuan Nerrazurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:36
-
Prediksi Susunan Pemain Arsenal Lawan Inter: Bakal Ada Rotasi di Semua Lini
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:22
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06










