Thailand dan Masalah Satu Striker Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia
Gia Yuda Pradana | 7 September 2019 23:13
Bola.net - Timnas Indonesia dan Thailand sama-sama gagal meraih hasil positif di laga pertama. Indonesia dikalahkan Malaysia 2-3, sedangkan Thailand bermain imbang 0-0 melawan Vietnam. Berikutnya, Indonesia dan Thailand akan berjumpa di Jakarta.
Timnas Indonesia akan menjamu Thailand pada pertandingan kedua Grup G putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Laga ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (10/9/2019).
Bagi Thailand, hasil melawan Vietnam ini tergolong mengecewakan dan merugikan karena status mereka sebagai tuan rumah. Kegagalan mengalahkan Vietnam di kandang sendiri juga berarti kegagalan membalas kekalahan yang diderita dari Vietnam pada semifinal King's Cup 2019 di depan publik sendiri, 5 Juni 2019.
Sorotan lantas mengarah pada nakhoda tim, Akira Nishino. Arsitek tim asal Jepang itu tercatat baru dua bulan menduduki kursi panas sebagai pelatih kepala Timnas Thailand.
Pertandingan versus Vietnam pada Kamis lalu, menjadi debutnya di laga resmi bersama the War Elephants. Jadi, bisa dimaklumi jika saat ini pelatih berusia 64 tahun itu sedang menjalani adaptasi bersama skuat anyarnya.
Thailand merupakan negara ASEAN pertama yang dibesut Nishino. Belum lagi, saat menggelar pemusatan latihan, empat pemain andalan yang berkiprah di luar Thailand, baru bisa gabung pada Senin (2/9/2019) atau beberapa hari sebelum duel menjamu Vietnam.
Namun, hal itu semua bisa dikesampingkan sebagai penyebab kegagalan Thailand menjebol gawang Vietnam dan mendulang tiga poin.
Sorotan lantas mengarah pada keputusan Nishino, yang hanya memanggil dua striker murni dalam pemusatan latihan, dan menyisakan satu striker saja dalam daftar 23 pemain di skuat final untuk laga melawan Vietnam dan Indonesia.
Satu-satunya striker murni di Timnas Thailand saat ini adalah pemain Buriram United, Supachai Jaided.
Dua di Depan
Menariknya, Nishino mencadangkan Supachai saat menjamu Vietnam. Alih-alih, pelatih Timnas Jepang di Piala Dunia 2018 itu menurunkan Supachok Sarachat dan Thitiphan Puangjan, sebagai pemain utama di sektor penyerangan Timnas Thailand.
Supachok dan Thitiphan berada di baris terdepan dalam skema 4-4-2 yang diterapkan Nishino.
Di belakang keduanya, ada sang bintang, Chanathip Songkrasin. Di sektor tengah dihuni Sarach Yooyen, Tanaboon Kesarat, serta debutan Phitiwat Sookjitthammakul yang lebih beroperasi sebagai gelandang bertahan.
Sementara kuartet lini belakang diisi Theerathon Bunmathan, Pansa Hemviboon, Manuel Tom Bihr, dan Tristan Do. Posisi kiper jadi milik pemain veteran, Sirawak Tedsungnoen, yang juga menjabat kapten tim.
Setelah pertandingan yang berujung 0-0, Nishino menampik kegagalan skuatnya mencetak gol dan memenangi laga disebabkan tumpulnya lini depan seiring tak ada striker murni, setidaknya hingga menit ke-67 saat ia menarik Sarach, yang lebih jadi gelandang bertahan, dengan Supachai.
"Saya tak melihat adanya masalah dengan formasi tanpa striker murni," ujar Nishino seperti dikutip dari AFC.
"Kami bermain dengan dua penyerang, Thithipan dan Supachok," lanjutnya.
"Anda bisa lihat Vietnam bermain sangat hati-hati, membuat kami kesulitan menembus area penalti. Kami mencoba berulang kali mencari celah, namun penyerang gagal dalam penyelesaian akhir. Sangat disayangkan," tutur pelatih kelahiran Saitama itu.
Penyelesaian Akhir
Dari pernyataan itu, finisihing touch pemain menjadi sorotan Nishino, khususnya jadi pekerjaan rumah sebelum menantang Timnas Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (10/9/2019).
Sebelum duel menjamu Vietnam, Nishino juga menegaskan ia sudah mempertimbangkan keputusannya hanya dengan memanggil satu striker murni, lantaran beberapa pemain lain dalam skuatnya bisa bermain menyerang dan punya agresivitas dalam menyerang.
Alhasil, hanya penyelesaian akhir saja yang perlu dibenahi untuk mendapatkan ketajaman menjebol gawang lawan.
Hal lain yang dianggap jadi biang kegagalan Timnas Thailand mencetak gol saat melawan Vietnam adalah faktor kondisi lapangan yang licin akibat hujan turun sebelum pertandingan.
Namun, Nishino dipastikan tetap harus memutar otak, mengingat Thitiphan yang dimainkannya sejak menit pertama saat meladeni Vietnam, mengalami cedera dan tak bisa diboyong ke Jakarta untuk menghadapi Timnas indonesia.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Aning Jati/Editor Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 7 September 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nasib Mees Hilgers di Heerenveen: Belum Pernah Dimainkan, Apa Alasan Sang Pelatih?
Tim Nasional 24 Oktober 2026, 18:04
-
Amar Brkic Langsung Bersinar di Borneo FC: Gol Perdana Tercipta di Panggung Asia
Bola Indonesia 23 Oktober 2026, 21:46
LATEST UPDATE
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



