Timnas Indonesia Diminta Serius Lawan Siapapun
Editor Bolanet | 20 Oktober 2014 21:47
- Dalam gelaran Piala AFF 2014, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam (tuan rumah), Filipina, dan Laos (runner-up kualifikasi). Sedangkan di Grup B, terdapat Singapura (tuan rumah), Malaysia, Thailand dan Myanmar (juara kualifikasi).
Asisten Pelatih Timnas Indonesia senior, Wolfgang Pikal, mengatakan jika Laos menjadi lawan yang harus diwaspadai. Laos akan menjadi lawan terakhir Indonesia di penyisihan Grup A lantaran menyandang status runner-up babak Kualifikasi.
Laos menjadi runner-up dengan koleksi sembilan poin setelah di partai terakhir di New Laos National Stadium, Vientiane, Senin (20/10), takluk dari Myanmar dengan skor 2-1. Sementara Myanmar, berada di puncak dengan 10 angka hasil dari empat laga.
Laos sudah mengalami kemajuan. Tidak seperti di tahun 90-an, di mana saat bertemu Indonesia selalu kalah dengan selisih tiga sampai lima gol. Kami pun harus tetap serius melawan siapapun dan penuh semangat, ungkap Wolfgang Pikal.
Karena itu, dilanjutkan Pikal, tim pelatih akan serius memantau perkembangan Laos sebelum pertemuan pada 28 November atau setelah Indonesia jumpa Vietnam (22/11) dan Filipina (25/11).
Kami pasti akan mencari informasi termasuk video pertandingan Laos. Itu untuk persiapan dan kami lakukan juga untuk mencari tahu Vietnam dan Filipina. Saya sebetulnya berpikir jika kami harus fokus pada diri sendiri, fokus memaksimalkan kekuatan dan meminimalkan kekurangan tim, pungkasnya. (esa/dzi)
Asisten Pelatih Timnas Indonesia senior, Wolfgang Pikal, mengatakan jika Laos menjadi lawan yang harus diwaspadai. Laos akan menjadi lawan terakhir Indonesia di penyisihan Grup A lantaran menyandang status runner-up babak Kualifikasi.
Laos menjadi runner-up dengan koleksi sembilan poin setelah di partai terakhir di New Laos National Stadium, Vientiane, Senin (20/10), takluk dari Myanmar dengan skor 2-1. Sementara Myanmar, berada di puncak dengan 10 angka hasil dari empat laga.
Laos sudah mengalami kemajuan. Tidak seperti di tahun 90-an, di mana saat bertemu Indonesia selalu kalah dengan selisih tiga sampai lima gol. Kami pun harus tetap serius melawan siapapun dan penuh semangat, ungkap Wolfgang Pikal.
Karena itu, dilanjutkan Pikal, tim pelatih akan serius memantau perkembangan Laos sebelum pertemuan pada 28 November atau setelah Indonesia jumpa Vietnam (22/11) dan Filipina (25/11).
Kami pasti akan mencari informasi termasuk video pertandingan Laos. Itu untuk persiapan dan kami lakukan juga untuk mencari tahu Vietnam dan Filipina. Saya sebetulnya berpikir jika kami harus fokus pada diri sendiri, fokus memaksimalkan kekuatan dan meminimalkan kekurangan tim, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Menantikan Ketajaman Ole Romeny Bersama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Tim Nasional 20 Maret 2026, 21:58
LATEST UPDATE
-
Gabriel Magalhaes Cedera Lutut, Mundur dari Timnas Brasil
Piala Dunia 24 Maret 2026, 08:38
-
Chelsea di Era Rosenior: Antara Progres Nyata dan Jalan di Tempat
Liga Inggris 24 Maret 2026, 07:21
-
Selamatkan Musim dan Selamatkan Pekerjaan: Arne Slot Perlu Fokus 3 Aspek Ini
Liga Inggris 24 Maret 2026, 06:17
-
FIFA Series 2026 dan Momentum Timnas Indonesia Perbaiki Ranking FIFA
Tim Nasional 24 Maret 2026, 06:01
-
Liverpool Cari Pengganti Arne Slot, Muncul Nama Tak Terduga
Liga Inggris 24 Maret 2026, 05:11
-
Pelajaran Mahal Arteta dari Guardiola
Liga Inggris 24 Maret 2026, 04:19
-
Arsenal Terpukul di Final, Saatnya Bangkit Lebih Kuat
Liga Inggris 24 Maret 2026, 03:45
-
Saran untuk Man Utd: Permanenkan Michael Carrick!
Liga Inggris 24 Maret 2026, 02:45
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00
-
4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Leverkusen
Editorial 17 Maret 2026, 19:28













