Timnas Indonesia Dominan, tapi Tumbang
Gia Yuda Pradana | 30 Maret 2026 22:45
Bola.net - Timnas Indonesia gagal meraih trofi pertama bersama pelatih anyar John Herdman. Kekalahan 0-1 dari Timnas Bulgaria di final FIFA Series 2026 menjadi hasil pahit di kandang sendiri.
Laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin (30/03/2026) malam WIB berlangsung ketat. Meski tampil dominan dalam banyak aspek, Skuad Garuda gagal mengonversi keunggulan menjadi gol.
Satu-satunya gol dalam pertandingan ini dicetak oleh Marin Petkov melalui titik penalti pada menit ke-38. Gol tersebut menjadi pembeda sekaligus memastikan Bulgaria keluar sebagai juara.
Dominasi Tanpa Ketajaman

Secara statistik, Timnas Indonesia tampil lebih unggul dalam penguasaan bola sepanjang laga. Data mencatat angka 71 persen berbanding 29 persen untuk Bulgaria.
Dominasi tersebut juga terlihat dari jumlah umpan yang dilepaskan. Timnas Indonesia mencatat 572 umpan dengan 491 di antaranya berhasil mencapai sasaran.
Sebaliknya, Bulgaria hanya mencatatkan 280 umpan dengan 206 umpan sukses. Perbedaan ini menunjukkan kontrol permainan yang lebih besar berada di pihak tuan rumah.
Namun, keunggulan itu tidak diimbangi dengan efektivitas di lini depan. Timnas Indonesia hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari total enam percobaan.
Efektivitas Jadi Pembeda

Bulgaria tampil lebih efisien dalam memanfaatkan peluang yang ada. Dari sembilan percobaan, empat di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Perbedaan kualitas penyelesaian akhir menjadi faktor utama hasil akhir pertandingan. Timnas Indonesia kesulitan menembus pertahanan rapat lawan meski lebih sering menguasai bola.
Selain itu, laga ini juga diwarnai tiga kartu kuning yang dikeluarkan wasit. Dua kartu diberikan kepada pemain Bulgaria, yakni Martin Georgiev dan Dimitar Mitov.
Sementara itu, satu kartu kuning untuk Timnas Indonesia diterima oleh Justin Hubner. Catatan disiplin ini tidak terlalu memengaruhi jalannya pertandingan secara keseluruhan.
Hasil ini membuat Timnas Indonesia harus puas sebagai runner-up FIFA Series 2026. Evaluasi di sektor penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah penting bagi John Herdman ke depan.
Disadur dari: Bola.com/Hendry Wibowo, 30 Maret 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jerman dan Mimpi Buruk Piala Dunia yang Tak Kunjung Usai
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:01
-
Singkirkan Jerman, Paraguay Tunggu Prancis atau Swedia di Babak 16 Besar
Piala Dunia 30 Juni 2026, 08:51
LATEST UPDATE
-
Kai Havertz: Saya Hanya Bisa Minta Maaf
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:47
-
Orlando Gill Jadi Tembok Kokoh Paraguay saat Singkirkan Jerman
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:42
-
Jerman dan Mimpi Buruk Piala Dunia yang Tak Kunjung Usai
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:01
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belgia vs Senegal, 2 Juli 2026
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:00
-
Singkirkan Jerman, Paraguay Tunggu Prancis atau Swedia di Babak 16 Besar
Piala Dunia 30 Juni 2026, 08:51
-
Man of the Match Jerman vs Paraguay: Orlando Gill
Piala Dunia 30 Juni 2026, 06:53
-
Hasil Jerman vs Paraguay: Die Mannschaft Kalah Adu Penalti
Piala Dunia 30 Juni 2026, 06:32
-
Tempat Menonton Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026, 30 Juni 2026
Piala Dunia 30 Juni 2026, 06:30
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Belanda vs Maroko 30 Juni 2026
Piala Dunia 30 Juni 2026, 05:30
-
Akhir Pekan Bersama Edwin van der Sar di Jakarta, Berbagi Cerita dan Ilmu
Lain Lain 30 Juni 2026, 05:00
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41







