Timnas Indonesia vs Arab Saudi: Kluivert dan Renard Beradu Strategi di Bawah Langit Jeddah
Gia Yuda Pradana | 8 Oktober 2025 12:02
Bola.net - Timnas Indonesia akan memulai langkahnya di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan ujian berat. Bermain di King Abdullah Sport City Stadium, Jeddah, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB, skuad Garuda akan berhadapan dengan tuan rumah Timnas Arab Saudi. Laga ini bukan sekadar pembuka Grup B, melainkan juga pertemuan dua pelatih dengan karakter kuat: Patrick Kluivert dan Herve Renard.
Kedua tim sebenarnya sudah saling mengenal dengan baik. Arab Saudi dan Indonesia sama-sama berasal dari grup yang sama pada putaran ketiga kualifikasi. Kini, mereka kembali dipertemukan di fase baru dengan sistem home tournament yang menuntut konsistensi di setiap laga. Tekanan untuk menang di partai pertama tentu dirasakan oleh kedua kubu.
Pada dua pertemuan sebelumnya, Indonesia menunjukkan peningkatan berarti. Ketika pertama kali bermain di Jeddah pada September 2024, hasil imbang 1-1 menjadi modal penting. Lalu di pertemuan kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno, November 2024, Indonesia berhasil menang 2-0 atas Arab Saudi. Dua hasil itu menumbuhkan rasa percaya diri di kubu Garuda.
Namun, situasinya kini berbeda. Timnas Indonesia telah berganti nakhoda dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert, sementara Arab Saudi bersama Herve Renard yang berupaya menebus kekalahan sebelumnya. Ini menjadi pertemuan pertama antara kedua pelatih dengan gaya dan pendekatan berbeda di level tim nasional.
Duel ini bukan hanya soal taktik, tetapi juga mentalitas. Kluivert ingin menunjukkan progres tim yang mulai terbentuk, sementara Renard ingin mengembalikan harga diri Arab Saudi di depan publik sendiri. Laga di Jeddah pun dipastikan berlangsung ketat sejak awal.
Bagi Indonesia, hasil di laga ini bisa menjadi pijakan penting dalam perjalanan menuju putaran final Piala Dunia 2026. Bagi Arab Saudi, kemenangan adalah harga mati untuk menjaga peluang sekaligus menegaskan dominasi di kawasan Asia Barat.
Patrick Kluivert: Misi Pembuktian di Tengah Tekanan

Patrick Kluivert datang ke Indonesia membawa reputasi besar sebagai mantan bintang Barcelona dan tim nasional Belanda. Namun, tugasnya bersama Timnas Indonesia jauh dari kata mudah. Ia harus melanjutkan fondasi yang dibangun Shin Tae-yong sekaligus membuktikan bahwa dirinya mampu membawa Garuda naik ke level lebih tinggi.
Debutnya memang tidak berjalan manis. Kekalahan 1-5 dari Australia pada Maret 2025 sempat menimbulkan keraguan terhadap kemampuannya. Akan tetapi, Kluivert perlahan mulai menemukan arah permainan yang diinginkan. Dalam enam laga terakhir, ia mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan—catatan yang menunjukkan perkembangan positif.
Laga melawan Arab Saudi menjadi salah satu ujian terbesar bagi pelatih berusia 49 tahun itu. Ia dituntut untuk bisa menyesuaikan taktik dengan lawan yang memiliki kekuatan fisik dan pengalaman lebih baik. Selain itu, kemenangan juga akan menjadi momentum penting sebelum menghadapi Irak di laga berikutnya.
Pendekatan Kluivert cenderung menekankan transisi cepat dan kecepatan di sayap. Ia ingin memaksimalkan kemampuan pemain muda Indonesia yang memiliki daya jelajah tinggi. Meski begitu, tantangan utamanya ada pada keseimbangan antara menyerang dan bertahan, terutama menghadapi tim dengan tekanan publik setinggi Arab Saudi di kandangnya sendiri.
Herve Renard: Tekad Menebus Kekalahan

Di sisi lain, Herve Renard menatap laga ini dengan motivasi besar. Pelatih asal Prancis itu pernah membawa Arab Saudi menumbangkan Argentina di Piala Dunia 2022, sebuah pencapaian yang membuat namanya dikenal luas. Namun, setelah sempat meninggalkan tim, ia kembali dipercaya SAFF untuk memimpin Green Falcons sejak Oktober 2024.
Awal kembalinya Renard memang tidak mulus. Arab Saudi hanya bermain imbang melawan Australia dan kemudian kalah 0-2 dari Indonesia di Jakarta. Dua hasil tersebut sempat mengguncang kepercayaan publik terhadapnya. Sejak saat itu, Renard berupaya keras menata ulang tim agar kembali kompetitif.
Dalam 17 pertandingan setelah masa kepulangannya, Renard mencatat delapan kemenangan, empat hasil imbang, dan lima kekalahan. Statistik tersebut menunjukkan perbaikan meski masih jauh dari kata sempurna. Ia kini berusaha memastikan Arab Saudi tampil lebih disiplin dan efisien dalam memanfaatkan peluang.
Laga melawan Indonesia juga menjadi kesempatan bagi Renard untuk menegaskan bahwa kekalahan di Jakarta bukan gambaran sebenarnya dari kekuatan timnya. Dengan dukungan penuh dari publik Jeddah, Arab Saudi diyakini akan tampil lebih agresif dan berusaha menekan sejak awal.
Pertemuan dua pelatih dengan gaya berbeda ini diprediksi menghadirkan pertarungan taktik yang menarik. Kluivert membawa semangat muda dan pendekatan menyerang, sementara Renard mengandalkan organisasi dan pengalaman. Siapa yang lebih siap, baik secara mental maupun strategi, akan menentukan siapa yang keluar sebagai pemenang di laga pembuka Grup B.
Disadur dari: Bola.com/Benediktus Gerendo Pradigdo, 8 Oktober 2025
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Komparasi Antarlini Timnas Indonesia vs Arab Saudi: Kekuatan Eropa di Tubuh Garuda
- Duel Panas di Jeddah: Siapa Pemain yang akan Jadi Penentu Nasib Timnas Indonesia?
- Timnas Indonesia vs Arab Saudi: Kluivert Harus Merangkai Komposisi Pertahanan yang Paling Solid
- Jangan Dibiarkan Lepas! Timnas Indonesia Harus Matikan 3 Pemain Arab Saudi Ini
- Timnas Indonesia vs Arab Saudi: Potensi Bias dan Netralitas dari Komposisi Tim Wasit Kuwait
- Menanti Magis Ole Romeny dalam Laga Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026
- Siap Tempur! Prediksi Starting XI Timnas Indonesia untuk Hadapi Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Al Najma vs Al Nassr: Cristiano Ronaldo 1 Gol & 1 Assist, Al Alami ke Pucuk Klasemen
Asia 26 Februari 2026, 04:34
-
Man of the Match Atalanta vs Dortmund: Davide Zappacosta
Liga Champions 26 Februari 2026, 03:31
LATEST UPDATE
-
Batang Hidung Jose Mourinho Tak Terlihat di Bernabeu, Ternyata Sembunyi di Sini!
Liga Champions 26 Februari 2026, 17:17
-
Real Madrid Mungkin Ketemu Man City Lagi? Arbeloa Hanya Bisa Lega!
Liga Champions 26 Februari 2026, 16:45
-
Bukan ke MLS, Casemiro Bakal Susul Luka Modric ke AC Milan?
Liga Inggris 26 Februari 2026, 16:43
-
Andre Onana Ingin Balikan dengan MU, Tapi Bertepuk Sebelah Tangan
Liga Inggris 26 Februari 2026, 16:18
-
Wajah Memalukan Serie A di Liga Champions: Hanya Atalanta yang Lolos 16 Besar
Liga Champions 26 Februari 2026, 16:15
-
Toprak Razgatlioglu Ngaku Tertekan Jelang MotoGP Thailand 2026, Jack Miller Santai
Otomotif 26 Februari 2026, 15:41
-
Rayakan 23 Tahun, KapanLagi Ajak Pengunjung KLBB Festival 2026 Lebih Peduli Lingkungan
Lain Lain 26 Februari 2026, 14:13
-
No Mbappe No Worry! Ada Vinicius yang Siap Selamatkan Real Madrid!
Liga Champions 26 Februari 2026, 11:15
-
Demi Kesejahteraan Pembalap, MotoGP Ingin Tetapkan Upah Minimum Mulai 2027
Otomotif 26 Februari 2026, 10:55
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58








