AC Milan dan 2 Kesalahan Fatal yang Mengubah Jalannya Pertandingan
Gia Yuda Pradana | 23 Oktober 2026 07:56
Bola.net - AC Milan menelan kekalahan telak 0-3 saat bertandang ke markas Bournemouth dalam lanjutan Liga Europa. Pelatih Ruben Amorim menilai pertandingan praktis berakhir setelah timnya kehilangan Mike Maignan akibat kartu merah pada menit ke-28.
Dua kesalahan saat menghadapi situasi sepak pojok membuat AC Milan berada dalam posisi sulit. Koni De Winter melakukan handball yang berujung penalti untuk Bournemouth, sedangkan Maignan diusir keluar lapangan setelah mendorong wajah Tyler Adams.
Bermain dengan 10 orang, AC Milan kesulitan mengejar ketertinggalan. Gol Marcus Tavernier dari titik penalti dan tendangan bebas Amine Adli pada menit-menit akhir memastikan Bournemouth menang sekaligus memperburuk posisi Rossoneri di klasemen fase liga.
Dua Kesalahan Fatal Mengubah Jalannya Pertandingan
AC Milan lebih dahulu dihukum setelah De Winter melakukan handball di kotak penalti. Justin Kluivert menjalankan tugas sebagai eksekutor dan membawa Bournemouth unggul melalui tendangan dari titik putih.
Situasi semakin sulit ketika Maignan mendorong Adams di area kotak penalti saat Bournemouth bersiap mengambil sepak pojok. Setelah meninjau insiden melalui VAR, wasit memberikan kartu merah langsung kepada kiper asal Prancis tersebut sekaligus menghadiahkan penalti yang dikonversi Tavernier.
"Penalti dari sepak pojok dan kartu merah mengubah segalanya. Setelah itu, tidak ada pertandingan. Memang tidak ada pertandingan," kata Amorim kepada Sky Sport Italia.
Pelatih asal Portugal itu mengakui timnya tidak memiliki cukup waktu untuk bangkit setelah dua insiden tersebut. Upaya menekan pada akhir pertandingan juga tidak membuahkan hasil setelah Adli mencetak gol ketiga Bournemouth melalui tendangan bebas.
Amorim Akui AC Milan Tidak Boleh Mengulangi Kesalahan
Amorim menegaskan AC Milan tidak boleh melakukan kesalahan serupa, terutama ketika menghadapi situasi bola mati. Menurutnya, tim harus menjaga disiplin agar tidak kehilangan pemain akibat tindakan yang sebenarnya bisa dihindari.
"Benar, kami tidak boleh melakukan hal seperti itu. Kami harus tetap bermain dengan 11 pemain," ujar Amorim.
Ia juga menilai bermain dengan kekurangan satu pemain memaksa tim bekerja lebih keras untuk bertahan dan menentukan waktu yang tepat untuk menekan lawan. Amorim mencoba menyesuaikan posisi pemain melalui pergantian pemain agar mereka tetap berada dalam peran yang nyaman.
Amorim belum berbicara langsung dengan Maignan setelah insiden tersebut. Ia mengatakan akan membahas kejadian itu setelah kembali ke Milan untuk mempersiapkan pertandingan melawan Udinese.
Rotasi Pemain Bukan Alasan Kekalahan
Amorim menolak anggapan bahwa kekalahan AC Milan berkaitan dengan rotasi pemain. Sebelumnya, para pemain pelapis mampu mengalahkan RB Salzburg dengan skor 4-1, tetapi ia menegaskan situasi melawan Bournemouth berbeda karena dua kesalahan fatal.
"Ini bukan soal ritme atau pertandingan melawan Salzburg. Tidak ada pertandingan setelah kejadian itu. Kami tidak boleh memberikan penalti dari sepak pojok dan tidak boleh mendapat kartu merah dalam situasi tersebut," katanya.
Ia mengapresiasi perjuangan para pemain yang tetap berusaha saling membantu meski berada dalam tekanan. Namun, AC Milan harus segera memperbaiki performa setelah menelan dua kekalahan dari tiga pertandingan pertama fase liga, termasuk kekalahan 0-2 dari Benfica.
AC Milan Harus Segera Bangkit
Amorim menganggap hasil buruk tersebut sebagai bagian dari proses membangun tim. Ia menyadari sejarah besar AC Milan membawa ekspektasi tinggi, tetapi meminta semua pihak tetap realistis terhadap kondisi tim saat ini.
"Ini bagian dari perjalanan. Kami harus belajar dari momen seperti ini dan menyadari bahwa inilah sepak bola," ujar Amorim.
Kekalahan dari Bournemouth membuat AC Milan harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki posisi di fase liga. Selain meningkatkan efektivitas permainan, Rossoneri perlu menghindari kesalahan individu yang dapat mengubah arah pertandingan dalam waktu singkat.
Sumber: Football Italia
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tempat Menonton Udinese vs AC Milan 26 Oktober 2026
Liga Italia 26 Oktober 2026, 00:45
-
Live Streaming Udinese vs Milan: Jadwal Liga Italia di Vidio
Liga Italia 25 Oktober 2026, 23:45
-
Man of the Match Man Utd vs Bournemouth: Marcus Tavernier
Liga Inggris 25 Oktober 2026, 23:21
-
Hasil Man Utd vs Bournemouth: Setan Merah Dibantai 0-3 di Old Trafford
Liga Inggris 25 Oktober 2026, 22:57
-
Tempat Menonton Manchester United vs Bournemouth 25 Oktober 2026
Liga Inggris 25 Oktober 2026, 19:05
LATEST UPDATE
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






