Dari Tim Medioker Jadi Finalis Eropa, Crystal Palace Berubah Total di Era Oliver Glasner
Dimas Ardi Prasetya | 8 Mei 2026 12:18
Bola.net - Crystal Palace sedang menikmati masa paling gemilang dalam sejarah klub mereka. Tim yang dulu kerap dianggap pelengkap di Premier League kini hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar Eropa pertama.
Keberhasilan melaju ke final UEFA Conference League menjadi bukti perubahan besar yang terjadi di bawah tangan dingin Oliver Glasner. Atmosfer Selhurst Park pun berubah total setelah The Eagles menyingkirkan Shakhtar Donetsk dengan agregat meyakinkan 5-2 di semifinal.
Palace sempat tidak ingin tampil di Conference League setelah gagal mempertahankan tempat di Liga Europa melalui proses banding di Swiss. Namun, perjalanan panjang itu justru berubah menjadi kisah luar biasa yang membawa mereka ke partai final di Leipzig.
Kini Crystal Palace hanya membutuhkan satu kemenangan lagi saat menghadapi Rayo Vallecano di final pada 28 Mei 2026 mendatang. Jika trofi berhasil dibawa pulang, maka era Oliver Glasner akan dikenang sebagai periode terbaik sepanjang sejarah klub London tersebut.
Dari Klub Medioker Menjadi Penantang Gelar

Sebelum era Glasner dimulai, Crystal Palace dikenal sebagai tim medioker yang kesulitan bersaing di papan atas Premier League. Mereka juga nyaris tidak pernah tampil di kompetisi Eropa sepanjang sejarah klub.
Prestasi Palace sebelumnya pun sangat terbatas di level domestik bawah. Gelar yang pernah mereka raih hanya berupa juara Championship musim 1978/79 dan 1993/94, serta juara divisi ketiga pada musim 1920/21.
Trofi besar nyaris menjadi mimpi yang terlalu jauh bagi publik Selhurst Park. Dalam beberapa dekade terakhir, Palace lebih sering berjuang menghindari degradasi dibanding berbicara soal gelar juara.
Situasi itu berubah drastis sejak Oliver Glasner datang pada Februari 2024. Pelatih asal Austria tersebut perlahan membangun mental pemenang yang sebelumnya tidak pernah benar-benar dimiliki Palace.
Era Emas Dimulai Bersama Oliver Glasner

Crystal Palace akhirnya meraih trofi besar pertama dalam sejarah klub ketika mengalahkan Manchester City di final FA Cup pada 17 Mei 2025. Eberechi Eze menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak gol tunggal lewat serangan balik yang memukau.
Dean Henderson juga tampil luar biasa pada laga tersebut dengan menggagalkan penalti Omar Marmoush. Palace bertahan dengan disiplin tinggi hingga akhirnya memastikan kemenangan bersejarah di Wembley.
Kesuksesan itu berlanjut pada bulan Agustus, saat Palace menghadapi Liverpool di Community Shield 2025. Setelah bermain imbang 2-2 selama waktu normal, The Eagles menang 3-2 lewat drama adu penalti.
Dean Henderson kembali menjadi sosok penting dengan menggagalkan penalti Alexis Mac Allister dan Harvey Elliott. Justin Devenny kemudian memastikan kemenangan Palace lewat eksekusi penentu yang membawa klub meraih Community Shield pertama mereka.
Glasner di Ambang Trofi Ketiga Bersama Palace

Perjalanan luar biasa Crystal Palace musim ini akhirnya mencapai level Eropa. Glasner sendiri bahkan mengaku sulit mempercayai dirinya selangkah lagi berpeluang meraih gelar ketiga bersama The Eagles.
"Saya berbicara dengan ketua (bos besar Palace, Steve Parish) sebelum pertandingan, ia selalu datang ke kantor saya," kata Glasner setelah pertandingan lawan Shakhtar, dilansir dari BBC.
"Saya berkata, 'apakah Anda pernah berpikir kita akan bermain di semifinal kompetisi Eropa?' Ia berkata 'tidak'."
"Saya berkata, 'ketika kita berbicara untuk pertama kalinya tiga tahun lalu, saya tidak memikirkannya'. Inilah yang Anda capai jika Anda bekerja keras dan tetap bersatu di saat-saat sulit - dan kita telah mengalami beberapa momen sulit. Ketika kalian tetap bersatu di saat-saat sulit, kalian akan mendapatkan imbalannya," seru Glasner.
Keputusan Berpisah Bisa Jadi Penyesalan Besar

Di tengah keberhasilan luar biasa tersebut, Crystal Palace justru harus menerima kenyataan pahit karena Oliver Glasner akan meninggalkan klub pada akhir musim 2025/26. Pelatih berusia 51 tahun itu memilih tidak memperpanjang kontraknya yang habis pada Juni 2026.
Glasner disebut ingin mencari tantangan baru setelah berhasil mengubah Palace menjadi tim kompetitif di Inggris dan Eropa. Keputusan itu diumumkan pada Januari 2026 setelah sebelumnya ia memberi tahu chairman Steve Parish beberapa bulan lebih awal.
Kepergian Glasner jelas meninggalkan tanda tanya besar bagi masa depan Palace. Sebab, ia bukan hanya menghadirkan trofi, tetapi juga mengubah mentalitas klub yang selama ini sulit keluar dari status tim papan tengah.
Jika Palace akhirnya berhasil menjuarai Conference League, maka warisan Glasner akan terasa semakin monumental. Klub yang dulu dianggap medioker kini berubah menjadi salah satu kisah paling mengejutkan di sepak bola Eropa.
(Bola/BBC)
Baca Juga:
Chelsea Krisis! Termasuk Fabregas dan Terry, Ini 5 Kandidat Manajer Pengganti Jika Rosenior Dipecat Hari Ini
Bos Crystal Palace Sebut MU Bisa Menang karena Pemain ini Licik!
Bukan Bruno Fernandes, Bos Crystal Palace Ngeri-ngeri Sedap Lihat Pemain MU Ini
Meski Sulit, Crystal Palace Ingin Jegal Manchester United di Old Trafford
8 Kandidat Pelatih Man United Usai Thomas Tuchel Menjauh: Ratcliffe Perlu Telepon Xabi Alonso?
Bukan Dihalang-halangi, Bos Crystal Palace Beberkan Penyebab Jean-Philippe Mateta Gagal Pindah ke AC Milan
Oliver Glasner Pastikan Tinggalkan Crystal Palace di Akhir Musim, Bakal Gabung Manchester United?
Kursi Pelatih MU Kosong, Pelatih asal Austria Ini Ajukan Diri Jadi Juru Taktik Setan Merah
7 Calon Pengganti Enzo Maresca di Chelsea: Nama Kejutan Justru Jadi yang Terdepan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bekuk AS Roma, Michael Carrick Minta MU Pertahankan Momentum
Liga Inggris 7 November 2026, 11:00
-
Andoni Iraola yakin Alexander Isak Bakal Jadi Mesin Gol Mematikan Bagi Liverpool
Liga Inggris 7 November 2026, 10:30
-
Manchester United Sudah Makin Membaik, Sekarang Tinggal Dibuat Lebih Konsisten!
Liga Inggris 7 November 2026, 10:00
-
Mikel Arteta Bangga Lima Pemain Arsenal Masuk Skuad Timnas Inggris
Liga Inggris 7 November 2026, 09:30
-
Sudah Kalah Dua Kali Beruntun, Andoni Iraola Tuntut Liverpool Lekas Bangkit
Liga Inggris 7 November 2026, 09:00
LATEST UPDATE
-
Link Nonton Streaming Valencia vs Real Madrid 8 November 2026
Liga Spanyol 8 November 2026, 00:15
-
Hasil Arsenal vs Hull City: Gol Martin Odegaard Bawa The Gunners Menang Tipis 1-0
Liga Inggris 7 November 2026, 23:54
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Qatar: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 7 November 2026, 23:51
-
Prediksi Fiorentina vs Juventus 9 November 2026
Liga Italia 7 November 2026, 23:44
-
Hasil Sprint Race MotoGP Qatar 2026: Marc Marquez Juara, Marco Bezzecchi Gagal Finis
Otomotif 7 November 2026, 23:43
-
Prediksi Inter vs Como 9 November 2026
Liga Italia 7 November 2026, 23:15
-
Prediksi Genoa vs AC Milan 8 November 2026
Liga Italia 7 November 2026, 21:44
-
Prediksi Napoli vs Lazio 8 November 2026
Liga Italia 7 November 2026, 21:13
-
Hasil Persija vs Persebaya: Macan Kemayoran Kembali ke Puncak Klasemen!
Bola Indonesia 7 November 2026, 20:54
-
Prediksi Atletico vs Barcelona 9 November 2026
Liga Spanyol 7 November 2026, 20:46
-
Prediksi Man United vs Aston Villa 8 November 2026
Liga Inggris 7 November 2026, 20:13
-
Link Nonton Streaming Arsenal vs Hull City 7 November 2026
Liga Inggris 7 November 2026, 20:02
-
Prediksi Sunderland vs Chelsea 8 November 2026
Liga Inggris 7 November 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Berpeluang Mewarisi Nomor 7 Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal
Editorial 6 November 2026, 20:51
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03


