Resmi! Crystal Palace Ditendang dari Liga Europa Akibat Konflik Kepemilikan dengan Lyon
Ari Prayoga | 12 Juli 2025 01:23
Bola.net - Harapan Crystal Palace untuk tampil di Liga Europa musim 2025/2026 kandas setelah UEFA secara resmi mencoret nama mereka dari daftar peserta.
Keputusan ini diambil karena klub asal London tersebut melanggar regulasi kepemilikan ganda, menyusul fakta bahwa pemilik saham mereka, John Textor, juga menguasai mayoritas saham klub Prancis, Lyon.
UEFA mengacu pada aturan yang melarang dua klub dengan kepemilikan yang saling beririsan berpartisipasi dalam kompetisi yang sama. Dalam kasus ini, baik Palace maupun Lyon berada di bawah kendali Eagle Football Group milik Textor.
Karena Lyon finis lebih tinggi di klasemen domestik—peringkat enam Ligue 1 dibanding Palace yang hanya berada di posisi ke-12 Premier League—maka Lyon yang diberikan hak tampil di Liga Europa.
Konsekuensi untuk Crystal Palace

Akibat pencoretan ini, Palace yang sebelumnya lolos ke Eropa lewat jalur juara Piala FA, kini harus turun kasta ke UEFA Conference League.
Posisi mereka di Liga Europa digantikan oleh Nottingham Forest, yang turut menikmati bonus pendanaan awal sebesar £3,9 juta dari UEFA—uang yang semestinya diterima Palace.
Pihak Palace tak tinggal diam dan berencana membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Mereka menyatakan bahwa Textor sebenarnya sudah melepas sahamnya kepada pemilik New York Jets, Woody Johnson, senilai £190 juta.
Namun, karena transaksi itu belum disahkan Premier League dan melampaui tenggat UEFA per 30 April, klaim tersebut tak diakui.
Kacaukan Jadwal Premier League

Selain kerugian finansial, keputusan UEFA ini turut memicu kekacauan jadwal di Premier League musim anyar.
Laga Forest kontra Palace yang dijadwalkan 24 Agustus terancam diubah, begitu pula pertandingan Palace melawan Aston Villa pada 29 Agustus yang berpotensi berbenturan dengan leg kedua kualifikasi Conference League.
Insiden ini menjadi sorotan tajam terhadap sistem kepemilikan multi-klub yang semakin marak di sepak bola Eropa. UEFA pun dihadapkan pada tantangan besar untuk meninjau kembali regulasinya agar tetap relevan dengan realitas industri sepak bola modern.
Klasemen Premier League
Sumber: UEFA
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Susunan Pemain Inter vs Arsenal, Lautaro Martinez Jadi Tumpuan Nerrazurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:36
-
Prediksi Susunan Pemain Arsenal Lawan Inter: Bakal Ada Rotasi di Semua Lini
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:22
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06













