Drama Lima Set di Surabaya, Jakarta Pertamina Enduro Gagal Jinakkan Perlawanan Electric PLN

Afdholud Dzikry | 3 April 2026 05:24
Drama Lima Set di Surabaya, Jakarta Pertamina Enduro Gagal Jinakkan Perlawanan Electric PLN
Jakarta Pertamina Enduro vs Jakarta Electric PLN di final four Proliga 2026. (c) PBVSI

Bola.net - Jakarta Pertamina Enduro (JPE) harus menelan pil pahit pada laga pembuka final four Proliga 2026 seri pertama. Bertanding di Jawapos Arena Surabaya, Kamis (2/4/2026) malam, sang juara bertahan putri ini dipaksa menyerah oleh Jakarta Electric PLN. Megawati Hangestri dan kawan-kawan kalah tipis dengan skor 2-3 (25-15, 22-25, 23-25, 25-21, 11-15).

Kekalahan ini terasa menyesakkan karena JPE sebenarnya sempat memegang kendali di awal laga. Namun, mereka justru kedodoran menghadapi konsistensi anak-anak Electric PLN saat memasuki momen-momen krusial. Performa stabil lawan di akhir set menjadi pembeda hasil akhir dalam duel sengit yang berlangsung hingga larut malam tersebut.

Advertisement

Hasil negatif ini menjadi alarm bagi tim asuhan Pertamina jika ingin mengamankan tiket ke Grand Final. Sebaliknya, kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Jakarta Electric PLN Mobile untuk menatap sisa laga di babak empat besar. Kedua tim menunjukkan level permainan tinggi yang menghibur ribuan pasang mata di tribun arena.

Masalah konsistensi menjadi catatan besar bagi JPE. Meskipun memiliki pemain kelas dunia, koordinasi mereka sering pecah saat ditekan balik oleh lawan. Evaluasi menyeluruh kini menjadi agenda wajib bagi tim kepelatihan sebelum melakoni pertandingan selanjutnya.

1 dari 3 halaman

Dominasi Awal yang Sirna

JPE sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan lewat skuad terbaik mereka. Megawati Hangestri, Wilma Salas, dan Irina Voronkova tampil agresif membombardir pertahanan lawan. Tisya Amallya yang berperan sebagai setter sukses mengatur ritme serangan dengan sempurna.

Set pertama pun berakhir dengan kemenangan telak 25-15 untuk JPE. Namun, situasi berubah total pada set kedua saat Jakarta Electric PLN mulai menemukan ritme permainan. Di bawah komando pemain senior Agustin Wulandari, PLN tampil lebih klinis dan sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dengan skor 25-22.

Laga semakin memanas saat memasuki set ketiga. JPE sempat memimpin hingga pertengahan set, namun koordinasi apik antara Ersandrina Devega dan libero Tasya membuat serangan Megawati dkk sering mentah. Electric PLN pun melakukan comeback manis untuk menutup set ketiga dengan kemenangan tipis 23-25.

2 dari 3 halaman

Kesalahan Sendiri Jadi Bumerang

Berada di ujung tanduk, JPE sempat menunjukkan mental baja pada set keempat. Meski terus dibombardir oleh trio Neriman Ozsoy, Kara Bajema, dan Devega, mereka tetap tenang. Sempat tertinggal 20-21, JPE merebut lima poin beruntun untuk menang 25-21 dan memaksa laga berlanjut ke set penentuan.

Sayangnya, inisiatif JPE di set kelima tak bertahan lama. Sempat unggul 3-1, performa mereka justru melorot drastis. Neriman Ozsoy tampil menggila dengan membawa Electric PLN berbalik unggul hingga menutup laga dengan skor 15-11. Pelatih JPE mengakui bahwa kesalahan timnya menjadi penyebab utama kekalahan ini.

"Kita berusaha bermain fight, tapi banyaknya kesalahan sendiri menjadikan kami kalah tipis hari ini," kata Bullent Karsioglu, pelatih JPE.
"Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk tim, termasuk pemain asing baru, Irina Voronkova," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Mentalitas Lepas Jadi Kunci Electric PLN

Di kubu lawan, rasa syukur terpancar jelas atas hasil maksimal di laga perdana. Pihak manajemen dan staf pelatih Electric PLN Mobile mengakui bahwa kemenangan ini sangat penting untuk mental bertanding pemain. Meski sempat ada kendala di awal, mereka mampu keluar dari tekanan.

Salah satu pemain Electric PLN, Afra, menceritakan bagaimana timnya sempat merasa tegang. Mereka seolah terburu-buru untuk mencetak poin sehingga justru banyak kehilangan angka di set pembuka. Beruntung, instruksi pelatih di lapangan mampu meredam ketegangan tersebut.

"Set pertama teman-teman seperti terburu-buru. Tapi di set berikutnya kami bisa bermain lepas dan meraih hasil yang baik," ungkap Afra.
"Meski banyak kekurangan, tapi Alhamdulillah kami hari ini bisa memetik kemenangan penting di final four Proliga," tambah asisten pelatih Electric PLN Mobile, Yudianto.

Proliga 2026 akan berlanjut pada Jumat (3/4/2026) hari ini. Di sektor putra, Jakarta LavAni Livin' Transmedia akan ditantang Jakarta Garuda Jaya pada jam 16.00 WIB. Sementara pada jam 19.00 WIB, giliran Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia yang akan menjajal kekuatan Jakarta Popsivo Polwan di sektor putri. JPE harus segera bangkit sebelum peluang mereka tertutup.

LATEST UPDATE