Air Mata Cristiano Ronaldo dan Perjuangan Panjang Al Nassr Menjadi Juara Liga Arab Saudi

Air Mata Cristiano Ronaldo dan Perjuangan Panjang Al Nassr Menjadi Juara Liga Arab Saudi
Cristiano Ronaldo mengangkat trofi Liga Arab Saudi 2025/2026. (c) Al Nassr

Bola.net - Cristiano Ronaldo akhirnya mengangkat trofi Liga Arab Saudi bersama Al Nassr. Penantian itu berlangsung panjang, penuh tekanan, dan nyaris kembali berakhir pahit sebelum pekan terakhir musim 2025/2026 dimainkan.

Al Nassr memastikan gelar setelah menang 4-1 atas Damac pada laga penentuan. Ronaldo mencetak dua gol, termasuk tendangan bebas yang membuatnya menangis di lapangan. Trofi ini menjadi gelar liga pertama Ronaldo sejak pindah ke Arab Saudi pada Januari 2023.

Kesuksesan tersebut terasa emosional karena Al Nassr beberapa kali gagal di momen krusial dalam tiga setengah tahun terakhir. Bahkan beberapa hari sebelum memastikan gelar, mereka baru saja kehilangan peluang juara secara dramatis dan kalah di final Liga Champions Asia Two.

Kini, Ronaldo akhirnya mendapatkan trofi yang selama ini dianggap sebagai pembenaran terbesar atas keputusannya pindah ke Saudi Pro League.

Penantian Panjang Ronaldo Bersama Al Nassr

Penantian Panjang Ronaldo Bersama Al Nassr

Selebrasi pemain Al Nassr setelah Cristiano Ronaldo mencetak gol ke gawang Damac, 22 Mei 2026. (c) AlNassrFC

Musim ini berjalan dengan tekanan besar bagi Al Nassr dan Ronaldo. Mereka masuk pekan terakhir dengan keunggulan dua poin atas rival sekota, Al Hilal. Kemenangan atas Damac menjadi syarat mutlak untuk mengunci gelar.

Situasi sempat terasa menegangkan karena Al Hilal juga menang 1-0 atas Al Fayha. Namun, Al Nassr mampu menjaga fokus dan menyelesaikan tugas mereka. Ronaldo tampil sebagai pembeda lewat dua gol penting.

Salah satu momen paling emosional terjadi ketika Ronaldo mencetak gol tendangan bebas. Bintang Portugal itu terlihat menangis setelah bola masuk ke gawang Damac. Itu menjadi simbol pelampiasan setelah bertahun-tahun gagal membawa Al Nassr menjadi juara liga.

Perjalanan menuju titik ini tidak mudah. Pada 12 Mei lalu, Al Nassr sebenarnya nyaris memastikan gelar saat menghadapi Al Hilal di depan 60 ribu penonton. Mereka unggul 1-0 hingga menit ke-98 sebelum gol bunuh diri dramatis membuat laga berakhir imbang.

Ronaldo yang sudah ditarik keluar lapangan tampak syok melihat peluang juara buyar di detik terakhir. Setelah pertandingan, ia mencoba membangkitkan semangat suporter lewat unggahan media sosial.

“Mimpi itu sudah dekat. Tegakkan kepala, kami tinggal selangkah lagi. Terima kasih atas dukungan luar biasa malam ini,” tulis Ronaldo.

Mengapa Al Nassr Baru Bisa Juara Sekarang?

Mengapa Al Nassr Baru Bisa Juara Sekarang?

Al Nassr meraih juara Liga Arab Saudi 2025/2026. (c) Al Nassr

Ketika Ronaldo datang pada Januari 2023, banyak yang mengira Al Nassr akan langsung mendominasi Saudi Pro League. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu.

Ronaldo memang tampil luar biasa secara individu. Ia mencetak 54 gol pada tahun kalender pertamanya di Arab Saudi. Akan tetapi performa tim tidak stabil.

Al Nassr kalah dalam perebutan gelar liga dari Al Ittihad pada musim pertama Ronaldo. Setelah itu, mereka kembali gagal karena dominasi Al Hilal yang membangun skuad bertabur bintang.

Al Nassr sebenarnya sudah mengeluarkan dana besar untuk memperkuat tim. Mereka mendatangkan Sadio Mane, Marcelo Brozovic, Aymeric Laporte, Otavio, Alex Telles, dan Seko Fofana.

Meski begitu, Al Hilal bergerak lebih agresif lagi. Klub tersebut merekrut Neymar, Ruben Neves, Aleksandar Mitrovic, Sergej Milinkovic-Savic, Kalidou Koulibaly, hingga Yassine Bounou dengan total belanja mencapai 320 juta pounds.

Al Hilal kemudian menjuarai liga tanpa terkalahkan pada musim 2023/2024. Situasi itu membuat Al Nassr kembali harus puas menjadi penantang.

Masalah lain yang disebut banyak pihak adalah regulasi pemain asing. Klub Saudi hanya memiliki jatah terbatas untuk pemain non-lokal sehingga kualitas pemain domestik tetap menjadi faktor penting.

Musim lalu, meski Ronaldo meraih 15 penghargaan man of the match dan mencetak 25 gol di liga, Al Nassr tetap finis di posisi ketiga, tertinggal 13 poin dari Al Ittihad.

Perubahan Besar di Balik Kebangkitan Al Nassr

Perubahan Besar di Balik Kebangkitan Al Nassr

Selebrasi Cristiano Ronaldo di laga Al Nassr vs Al Ahli di Liga Arab Saudi, Kamis (30/4/2026). (c) Dok. Al Nassr X/@Alnassrfc_EN

Al Nassr lalu melakukan restrukturisasi besar menjelang musim ini. Orang-orang dekat Ronaldo mulai masuk ke dalam manajemen klub.

Jose Semedo, sahabat masa kecil Ronaldo sejak akademi Sporting CP, ditunjuk sebagai CEO. Sementara Simao Coutinho dipercaya menjadi direktur olahraga.

Perubahan juga terjadi di kursi pelatih. Jorge Jesus datang menggantikan Stefano Pioli. Pelatih asal Portugal itu sebelumnya sukses membawa Al Hilal juara liga.

Jesus mengaku Ronaldo menjadi alasan utama dirinya menerima tawaran Al Nassr. “Tanpa undangannya, saya tidak akan berada di sini,” kata Jorge Jesus pekan lalu.

Al Nassr juga mendatangkan sejumlah pemain baru seperti Joao Felix, Kingsley Coman, dan Mohamed Simakan. Klub disebut menghabiskan sekitar 80 juta pounds untuk transfer tersebut.

Di tengah perjalanan musim, tekanan tetap datang. Ada tudingan bahwa Al Nassr mendapat keuntungan dari keputusan wasit, terutama soal penalti.

Al Nassr menerima 11 penalti musim ini, jumlah yang menjadi salah satu tertinggi di liga. Situasi memicu kritik dari rival-rival mereka.

Gelandang Al Ahli, Galeno, bahkan sempat menulis di media sosial bahwa ada pihak yang ingin memberikan trofi kepada “satu orang”.

Rekan setimnya, Ivan Toney, juga memberi komentar singkat yang memancing spekulasi ketika ditanya soal persaingan gelar.

Meski begitu, pihak Saudi Pro League membantah seluruh tudingan tersebut. Jesus Arroyo, penasihat CEO liga Omar Mugharbel, menilai kontroversi seperti itu adalah hal biasa dalam sepakbola.

Masa Depan Ronaldo dan Ambisi 1.000 Gol

Meski sudah berusia 41 tahun, Ronaldo belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Ia masih mengejar target pribadi yang sangat besar: mencetak 1.000 gol resmi sepanjang karier.

Saat ini total gol Ronaldo untuk klub dan tim nasional mencapai 973. Artinya, ia hanya membutuhkan 27 gol lagi untuk mencapai angka bersejarah tersebut.

Bagi Saudi Pro League, keberadaan Ronaldo tetap dianggap penting. Dampaknya bukan hanya di dalam lapangan, tetapi juga terhadap citra liga secara global.

Saat Ronaldo pertama kali datang ke Al Nassr, akun Instagram klub langsung melonjak dari sekitar 860 ribu pengikut menjadi lebih dari 10 juta hanya dalam waktu sepekan.

Namun kini Saudi Pro League mulai mencoba membangun identitas baru. Liga tidak lagi hanya ingin dikenal sebagai tempat pensiun pemain veteran, melainkan kompetisi yang mampu menarik pemain-pemain usia emas.