
Bola.net - Kompetisi basket SMA terbesar di Indonesia akan segera menggulirkan musim barunya. Honda Developmental Basketball League (DBL) 2014 berlangsung mulai Januari mendatang di 25 kota 22 provinsi. Kompetisi basket paling heboh itu diprediksi akan berkembang lebih besar dari yang pernah ada.
Partisipasi merupakan langkah terbaik untuk mengembangkan Honda DBL yang lahir di Surabaya 2004 silam. Hal tersebut yang disampaikan oleh Azrul Ananda, Direktur PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia dalam launching yang berlangsung di Hoops Arena kawasan Kemang, Jakarta, kemarin (11/12).
“Bukan hal mudah membuat sesuatu yang besar menjadi lebih besar. Dari awal, kita tidak ingin langsung meledak, tapi step by step. Salah satunya adalah dengan menambah peserta,” ungkap sang commissioner DBL tersebut.
Selain kompetisi basketnya yang terus tumbuh sustainable, Honda DBL memberikan warna baru lewat berbagai supporting event. Salah satunya adalah Telkomsel 3X3 Challenge. Peserta kategori ini merupakan pemain yang tidak terdaftar di Honda DBL, memberi kesempatan mereka yang ingin berpartisipasi di Honda DBL 2014, namun tidak masuk tim basket utama sekolahnya.
“Yang ikut ekstrakurikuler basket di sekolah cukup banyak, sehingga perlu ada kesempatan bagi mereka yang tidak terpilih untuk bisa merasakan juga DBL Camp,” terang Azrul.
Honda DBL juga menjadi ajang kompetisi dance terbesar. Setiap tim basket, harus didampingi tim dance. Mereka pun akan menghadirkan Blossom Dance Competition. Untuk musim 2014, sekolah-sekolah yang tidak memiliki tim basket, tetap bisa mendaftarkan tim dance-nya.
Launching musim 2014 ini sangat bernuansa basket. Panggung utama berada di lapangan basket. Para tamu diminta ber-dresscode khusus, basketball jersey. Berbagai kalangan hadir. Pejabat, pengusaha, selebriti, hingga pemain basket profesional dari National Basketball League (NBL) Indonesia terlihat memadati Hoops Arena.
Basket terus berkembang pesat. Menurut survey PT Astra Honda Motor (AHM), basket telah benar-benar menjadi olahraga favorit nomor dua di Indonesia setelah sepakbola. Namun di kalangan usia 13-17 tahun, basket jadi nomor satu. “Dulu di 2008, saya membayangkan, beberapa tahun lagi basket bisa-bisa jadi olahraga nomor satu. Eh, sekarang terjadi beneran!” ungkap Azrul. (dbl/kny)
Partisipasi merupakan langkah terbaik untuk mengembangkan Honda DBL yang lahir di Surabaya 2004 silam. Hal tersebut yang disampaikan oleh Azrul Ananda, Direktur PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia dalam launching yang berlangsung di Hoops Arena kawasan Kemang, Jakarta, kemarin (11/12).
“Bukan hal mudah membuat sesuatu yang besar menjadi lebih besar. Dari awal, kita tidak ingin langsung meledak, tapi step by step. Salah satunya adalah dengan menambah peserta,” ungkap sang commissioner DBL tersebut.
Selain kompetisi basketnya yang terus tumbuh sustainable, Honda DBL memberikan warna baru lewat berbagai supporting event. Salah satunya adalah Telkomsel 3X3 Challenge. Peserta kategori ini merupakan pemain yang tidak terdaftar di Honda DBL, memberi kesempatan mereka yang ingin berpartisipasi di Honda DBL 2014, namun tidak masuk tim basket utama sekolahnya.
“Yang ikut ekstrakurikuler basket di sekolah cukup banyak, sehingga perlu ada kesempatan bagi mereka yang tidak terpilih untuk bisa merasakan juga DBL Camp,” terang Azrul.
Honda DBL juga menjadi ajang kompetisi dance terbesar. Setiap tim basket, harus didampingi tim dance. Mereka pun akan menghadirkan Blossom Dance Competition. Untuk musim 2014, sekolah-sekolah yang tidak memiliki tim basket, tetap bisa mendaftarkan tim dance-nya.
Launching musim 2014 ini sangat bernuansa basket. Panggung utama berada di lapangan basket. Para tamu diminta ber-dresscode khusus, basketball jersey. Berbagai kalangan hadir. Pejabat, pengusaha, selebriti, hingga pemain basket profesional dari National Basketball League (NBL) Indonesia terlihat memadati Hoops Arena.
Basket terus berkembang pesat. Menurut survey PT Astra Honda Motor (AHM), basket telah benar-benar menjadi olahraga favorit nomor dua di Indonesia setelah sepakbola. Namun di kalangan usia 13-17 tahun, basket jadi nomor satu. “Dulu di 2008, saya membayangkan, beberapa tahun lagi basket bisa-bisa jadi olahraga nomor satu. Eh, sekarang terjadi beneran!” ungkap Azrul. (dbl/kny)
Advertisement
Berita Terkait
-
Basket 8 Januari 2026 22:02Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
-
Basket 6 Januari 2026 19:15IBL Indonesia 2026 Dimulai 10 Januari 2026, Total Gelar 137 Pertandingan
-
Basket 19 Desember 2025 09:10Jadwal Lengkap Pertandingan Basket SEA Games 2025 Thailand, 13-19 Desember 2025
-
Basket 12 Desember 2025 10:02Daftar Pemain Timnas Basket Indonesia di SEA Games 2025 Thailand
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Juni 2026 00:40Manchester United Kejar Tonali, Newcastle Minta 115 Juta Euro
-
Liga Inggris 6 Juni 2026 23:40MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
BERITA LAINNYA
-
basket 23 Januari 2026 09:13Real Madrid Disebut Siap Gabung Proyek NBA Europe
-
basket 8 Januari 2026 22:02Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
-
basket 6 Januari 2026 19:15IBL Indonesia 2026 Dimulai 10 Januari 2026, Total Gelar 137 Pertandingan
-
basket 19 Desember 2025 09:10Jadwal Lengkap Pertandingan Basket SEA Games 2025 Thailand, 13-19 Desember 2025
-
basket 12 Desember 2025 10:02Daftar Pemain Timnas Basket Indonesia di SEA Games 2025 Thailand
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
