
Bola.net - Final Piala Afrika 2025 berubah menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah turnamen tersebut. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) secara mengejutkan membalikkan hasil pertandingan yang sebelumnya dimenangkan Senegal.
Dalam keputusan resmi yang diumumkan Selasa malam, CAF menyatakan Senegal kalah 0-3 dari Maroko karena dinilai melanggar regulasi pertandingan. Padahal, pada laga final yang digelar 18 Januari lalu, Senegal sempat menang 1-0 lewat gol di masa tambahan waktu.
Keputusan tersebut datang 57 hari setelah pertandingan final dimainkan. Putusan itu diambil oleh badan banding CAF setelah menerima protes resmi dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF).
Kasus ini tidak hanya memicu polemik besar di dunia sepak bola Afrika, tetapi juga memperuncing ketegangan antara Maroko dan Senegal yang sudah memanas sejak laga final berlangsung.
Kronologi Drama Final AFCON 2025

Pertandingan final yang digelar di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, berlangsung penuh ketegangan sejak menit akhir laga. Drama dimulai ketika Maroko mendapatkan hadiah penalti pada masa injury time babak kedua.
Keputusan wasit itu muncul hanya beberapa menit setelah Senegal sempat mencetak gol yang kemudian dianulir. Situasi tersebut memicu protes keras dari kubu Senegal.
Pelatih Senegal, Pape Thiaw, bahkan meminta para pemainnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit. Kapten tim Sadio Mane menjadi satu-satunya pemain yang tetap berada di lapangan saat rekan-rekannya berjalan keluar.
Aksi tersebut membuat pertandingan tertunda sekitar 16 menit. Setelah para pemain Senegal kembali ke lapangan, Brahim Diaz gagal mengeksekusi penalti untuk Maroko.
Tak lama berselang, Pape Gueye mencetak gol pada menit ke-94 yang memberi kemenangan 1-0 bagi Senegal.
Alasan CAF Membatalkan Kemenangan Senegal

Setelah menerima protes dari pihak Maroko, CAF melakukan peninjauan terhadap insiden tersebut melalui badan bandingnya. Hasilnya, federasi sepak bola Afrika itu memutuskan bahwa tindakan Senegal melanggar regulasi turnamen.
CAF menyatakan Senegal melanggar Pasal 82 dalam regulasi AFCON. Aturan tersebut menegaskan bahwa tim akan dianggap kalah jika meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berakhir tanpa izin wasit.
Selain itu, Pasal 84 menyebutkan bahwa tim yang dinyatakan kalah secara administratif akan diberikan skor kekalahan 0-3, kecuali lawan sudah unggul dengan margin lebih besar.
Dengan dasar regulasi tersebut, CAF akhirnya memutuskan Senegal kalah 0-3 dan kemenangan diberikan kepada Maroko.
Presiden FIFA Gianni Infantino, yang hadir langsung di final tersebut, sebelumnya juga mengkritik keras insiden tersebut.
Dalam unggahannya di Instagram sehari setelah pertandingan, Infantino menegaskan bahwa keputusan wasit harus dihormati.
“Kita harus selalu menghormati keputusan yang diambil oleh ofisial pertandingan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Tim harus bersaing sesuai aturan permainan, karena hal lain bisa merusak esensi sepak bola,” tulisnya.
Reaksi Para Pemain Senegal

Keputusan CAF tersebut memicu reaksi keras dari para pemain Senegal. Meski Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) belum mengeluarkan pernyataan resmi, sejumlah pemain langsung merespons lewat media sosial.
Winger Crystal Palace Ismaila Sarr mengunggah beberapa emoji tertawa di Instagram. Sementara bek West Ham El Hadji Malick Diouf menulis singkat: “Para juara, berbicaralah!”
Bek Lyon Moussa Niakhate juga menyindir keputusan tersebut. “Silakan datang dan ambil medali itu. Mereka gila,” tulisnya.
Kiper Yehvann Diouf turut mengunggah foto perayaan trofi Senegal dengan keterangan, “Di mata seluruh dunia.”
Gelandang Rayo Vallecano Pathe Cis bahkan menulis komentar yang lebih tajam. “Tambahkan saja tiga gol lagi untuk para pengadu itu. Juara Afrika!” tulisnya sambil menyertakan emoji tertawa.
Maroko Tegaskan Tujuan Hanya Menegakkan Aturan
Federasi Sepak Bola Maroko menyambut keputusan CAF dengan sikap yang relatif hati-hati. Dalam pernyataan singkatnya, FRMF menegaskan bahwa langkah hukum yang mereka ambil bukan untuk meragukan kualitas tim Senegal.
Menurut mereka, tujuan utama adalah memastikan regulasi kompetisi ditegakkan secara konsisten.
“FRMF ingin menegaskan bahwa langkah ini tidak pernah dimaksudkan untuk mempertanyakan performa olahraga tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini,” bunyi pernyataan resmi federasi tersebut.
Federasi juga menegaskan komitmennya terhadap kepatuhan terhadap aturan serta stabilitas kompetisi sepak bola Afrika.
FRMF menambahkan bahwa mereka akan merilis pernyataan resmi lanjutan terkait keputusan tersebut.
Sengketa Belum Berakhir, Senegal Masih Bisa Banding
Meski keputusan CAF sudah diumumkan, kasus ini masih berpotensi berlanjut ke jalur hukum internasional.
Senegal memiliki opsi membawa perkara tersebut ke Court of Arbitration for Sport (CAS), lembaga arbitrase olahraga internasional yang berbasis di Swiss.
Sementara itu, ketegangan antara Maroko dan Senegal juga meningkat di luar lapangan. Bentrokan antara suporter kedua negara sempat terjadi di tribun stadion selama penundaan pertandingan.
Menurut laporan BBC Sport, sejumlah suporter Senegal bahkan sempat ditahan di Maroko dan 18 orang dijatuhi hukuman penjara karena kasus hooliganisme.
Situasi tersebut membuat final AFCON 2025 tidak hanya dikenang sebagai pertandingan dramatis, tetapi juga sebagai salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah sepak bola Afrika.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 20 Juli 2026 22:50Piala Dunia 2026 Memperlihatkan Perkembangan Pesat Sepak Bola Afrika
-
Piala Dunia 13 Juli 2026 11:34Pape Thiaw dan Timnas Senegal Resmi Berpisah
-
Piala Dunia 9 Juli 2026 18:25Piala Dunia 2026: Fakta-fakta Seputar Babak Perempat Final
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 21 September 2026 05:35Kalah di Derby Madrileno, Jose Mourinho Sebut Rela Madrid Dizalimi Wasit!
-
Liga Italia 21 September 2026 05:20Man of the Match AC Milan vs Lecce: Christian Pulisic
-
Liga Italia 21 September 2026 05:03Hasil AC Milan vs Lecce: Dominan, Rossoneri Tembus 5 Besar!
-
Liga Italia 21 September 2026 01:26Man of the Match Juventus vs Atalanta: Gleison Bremer
-
Liga Italia 21 September 2026 00:53Hasil Juventus vs Atalanta: Conceicao Buka Jalan, Bremer Kunci Kemenangan
-
Liga Inggris 21 September 2026 00:39Man of the Match Fulham vs Man Utd: Matheus Cunha
BERITA LAINNYA
-
bola dunia lainnya 13 September 2026 09:22Lionel Messi Cetak Gol ke-99, Inter Miami Gagal Menang di Injury Time
-
bola dunia lainnya 6 September 2026 10:08Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
-
bola dunia lainnya 22 Agustus 2026 12:24Lionel Messi Didenda MLS karena Menampar Pemain Philadelphia Union
-
bola dunia lainnya 17 Agustus 2026 07:19Cristiano Ronaldo Ungkap Rencana Pensiun: Ini Mungkin Tahun Terakhir Saya
SOROT
-
Liputan6 21 September 2026 05:24Kebakaran Apartemen Teluk Intan Jakut Diduga Akibat Korsleting Listrik
-
Liputan6 20 September 2026 23:00Seskab Teddy Sebut 64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Kebakaran Hutan
-
Liputan6 20 September 2026 21:122 Kelompok Pemuda di Tual Bentrok, 1 Warga Tewas Terkena Panah
-
Liputan6 20 September 2026 20:17Muhammadiyah Tetapkan Puasa Ramadan 2027 Mulai 8 Februari
-
Liputan6 20 September 2026 19:50Pengawasan MBG Segera Berjalan, Rp 509 Miliar Disiapkan BPOM
-
Liputan6 20 September 2026 19:45Kebakaran Apartemen Teluk Intan, Asap Hitam Membubung dari Lantai 8
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353196/original/086285100_1789920083-email-attachment_2026_09_20_rifqyabiyya-at-klyid_kebakaran-apartemen-di-jakut-berhasil-dipadamkan_107185.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347426/original/003984600_1789307671-WhatsApp_Image_2026-09-13_at_16.49.41.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353160/original/010798800_1789913522-WhatsApp_Image_2026-09-20_at_21.09.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403389/original/017269700_1682043725-Khusyuk_Jemaah_Muhammadiyah_Salat_Idul_Fitri_1444_H_di_Pacuan_Kuda-IQBAL_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541898/original/065702400_1774924493-IMG_8482.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353127/original/011966500_1789908320-107193.jpg)
