Skandal Gaji Pemain Bayangi A-League

Skandal Gaji Pemain Bayangi A-League
- Liga sepak bola Australia, A-League, terkena klaim pelanggaran aturan gaji pemain, menurut laporan media setempat, Senin (20/6).

Surat kabar The Australian melaporkan bahwa Federasi Sepakbola Australia curiga saat tim-tim A-League mengajukan rincian kontrak pemain dengan gaji sekitar 160 ribu USD.

Jumlah tersebut berada di bawah kemampuan dan kualitas pemain yang bersangkutan. Sejumlah pemain lokal bahkan dikabarkan menerima gaji lebih besar dari pemain asing. Belum ada klub maupun pemain yang disebutkan dalam laporan tersebut.

Namun dikabarkan bahwa FFA (PSSI-nya Australia) akan menggelar pertemuan dengan pejabat klub untuk mengungkapkan skandal ini.

"Klub berpendapat telah memenuhi semua aspek dari tutup gaji Dan sementara para peneliti tidak sepenuhnya yakin, mereka tidak bisa menemukan bukti adanya pelanggaran.," kata laporan tersebut.

Laporan pada Sydney Morning Herald mengatakan bahwa FFA mengesampingkan keprihatinan dari salah satu manajer senior -kemungkinan dari klub Sydney FC- yang melanggar batas gaji pemain saat timnya menjuarai A-League 2010.

"Orang yang membuat komentar tersebut tidak lebih dari sindiran," kata kepala eksekutif FFA Ben Buckley. "Sydney tidak memiliki kasus untuk menjawab Tidak ada pelanggaran.. Mereka menyelesaikan sesuai dengan batas gaji pemain dan ASA (Additional Services Agreement) musim itu."

Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Australia yang menangani urusan pemain, akan menulis surat kepada FFA "mencari klarifikasi penuh" dari situasi FC Sydney.

"Kami akan menulis untuk FFA meminta klarifikasi penuh apa yang telah dilaporkan dan, khususnya, untuk mencari jaminan bahwa tidak ada pemain yang terlibat," tegas Chief Executive PFA Brendan Schwab. (afp/zul)

Berita Terkait